3 September 2010

 

 

» XAU

 

  • Emas naik pada perdagangan hari Kamis (02/09) setelah kecemasan yang berlebihan akan aset yang berkaitan dengan pertumbuhan menjelang data tenaga kerja penting AS menaikkan minat investor terhadap emas, seperti terlihat pada kenaikan ketiga kali berturut-turut pada perdagangan ETF.

 

  • Meskipun adanya sekumpulan data yang relatif bagus, seperti kenaikan pada penjualan rumah di hari Kamis (02/09) atau data sektor manufaktur yang positif belum dapat mengembalikan selera resiko investor untuk mengurangi kepemilikan emas.

 

  • "Emas tetap menjadi aset utama yang diminati di AS," ucap Michael Widmer analis Bank of America-Merrill Lynch. "Secara keseluruhan data lebih buruk dari perkiraan dan itu yang membuat investor kembali ke pasar dan pandangan Fed untuk menetapkan kebijakan moneter rendah untuk sementara juga mendukung."

 

  • Namun, menguatnya harga emas rupanya tidak memberikan pengaruh yang positif bagi harga paladium yang justru mengalami penurunan sebesar 0,2% menjadi 514,93 dollar per troy ons. Kemarin harga paladium sempat mencapai level 527,5 dollar per troy ons yang merupakan level tertinggi sejak 14 Mei lalu.

 

  • Emas berjangka dibukukan mengalami kenaikan sebesar 2,8% menjadi 0,2% menjadi 1.246,3 dollar per troy ons, dengan level support sebesar 1243,39 dollar per troy ons dan level resistant sebesar 1248,55 dollar per troy ons.

 

 

 

» EUR

 

  • Euro pada perdagangan yang berakhir hari Kamis (02/09) secara umum terpantau menunjukkan pergerakan menguat terhadap Dollar AS. 

 

  • Euro mencatatkan level kuat dua minggunya terhadap dolar setelah Presiden European Central Bank Jean-Claude Trichet mengatakan tidak ada resiko resesi ekonomi kedua.

 

  • Gubernur ECB, Jean Claude Trichet, berikan komentar setelah bank sentral kembali pertahankan suku bunga di level 1%, mengutarakan adanya kenaikan resiko inflasi dan perpanjang fasilitas pinjaman daruratnya hingga 2011.

 

  • Walaupun perpanjangan fasilitas dana murah ECB tidak berdampak signifikan untuk saat ini.” Ekonomi zona-euro akan tumbuh di kisaran 1.4% hingga 1.8% tahun ini, menurut ECB; ini lebih tinggi dari estimasi sebelumnya yang perkirakan pertumbuhan di kisaran 0.7% hingga 1.3%.

 

  • Sementara itu masih terdapat sentimen negatif, menurut data terkini yang diumumkan menunjukkan bahwa indikator Construction PMI turun menjadi 52.1 dimana sebelumnya diperkirakan akan turun menjadi 53.5 dari nilai pada periode lalu yaitu 54.1

 

  • Pergerakan mata uang di hari ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya adalah : Final Services PMI dan Retail Sales m/m.

 

 

 

» GBP

 

  • Poundsterling pada perdagangan yang berakhir hari Kamis (02/09) secara umum terpantau menunjukkan pergerakan melemah terhadap Dollar AS.

 

  • British poundsterling melemah terhadap euro dan dolar akibat turunnya aktivitas sektor perumahan dan
  • konstruksi yang menegaskan betapa rapuhnya pemulihan ekonomi Inggris. Pertumbuhan sektor konstruksi melambat di bulan Agustus terutama pembangunan tempat tinggal.

 

  • Nationwide juga umumkan penurunan harga rumah sebanyak 0.9% di Agustus; jauh lebih buruk dari prediksi minus 0.2% dan publikasi sebelumnya yang berkurang 0.5%.

 

  • Indeks manufaktur juga dirilis lebih rendah dari prediksi pada hari Rabu. Data menegaskan kecemasan akan kesulitan yang mungkin dihadapi ekonomi Inggris dalam beberapa bulan ke depan.

 

  • Harapan akan berlanjutnya pemulihan mungkin pupus, meskipun data menunjukkan revisi kenaikan pertumbuhan Inggris pada minggu sebelumnya.

 

  • Pergerakan mata uang hari ini diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya adalah : Pidato dari slah satu anggota dewan MPC, Tucker, Halifax HPI m/m dan Services PMI.

 

 

 

» JPY

 

  • Dollar AS pada perdagangan yang berakhir hari Kamis (02/09) secara umum terpantau kecederungan melemah, cenderung flat terhadap Yen Jepang. 

 

  • Penguatan Yen hingga ke level tertinggi selama 15-tahun terhadap Dollar bulan lalu telah menekan bank sentral untuk melemahkan mata uang.

 

  • Langkah ini ditempuh untuk melindungi sektor ekspor sebagai motor pemulihan Jepang. Bank Jepang sepertinya pasti akan menggunakan operasi "tidak steril", yakni dengan membiarkan dana berlimpah di pasar melalui pembelian surat hutang, kata Masafumi Yamamoto, kepala strategist valas di Barclays di Tokyo.

 

  • Ozawa juga berjanji akan suntikkan stimulus 2 triliun yen, dua kali lipat dari jumlah yang direncanakan lawan politiknya Perdana Menteri Naoto Kan. Yen kehilangan penguatannya akibat komentar Ozawa, menyentuh level 84.65 terhadap dolar.

 

  • Menjanjikan intervensi boleh saja; tapi menjalankan kebijakan tersebut adalah hal yang lain,” ungkap Hideo Kumano, mantan petinggi Bank of Japan official yang sekarang menjabat sebagai kepala ekonom Dai- Ichi Life Research Institute.

 

  • Hanya Capital Spending q/y yang akan menjadi agenda ekonomi, rilis dari Jepang hari ini.

 

 

 

» CHF

 

  • Dollar AS pada perdagangan yang berakhir hari Kamis (02/09) secara umum terpantau menunjukkan pergerakan melemah terhadap Swiss Franc.

 

  • Swiss Franc kembali mencetak rekor terkuat terhadap euro pada hari Kamis (02/09) akibat merebaknya kecemasan pemulihan global yang mendorong investor untuk memburu mata uang safe haven seperti franc.

 

  • Analis mengatakan meningkatnya ketidakpastian akan pemulihan ekonomi di AS dan ketakutan resesi kedua diprediksi dapat melanjutkan apresiasi Swiss Franc dalam waktu dekat.

 

  • Swiss National Bank sepertinya tidak akan mengintervensi pasar valas karena ekonomi Swiss masih tumbuh kuat dan resiko deflasi masih terkendali. Indikator konsumsi Swis –yang dirilis UBS naik ke level tinggi dua tahun menjadi 1.86; lebih tinggi dari publikasi sebelumnya 1.80.

 

  • Data tersebut sinyalkan kenaikan belanja konsumen dan menegaskan betapa sehatnya ekonomi Swiss. Wakil Pimpinan SNB Thomas Jordan telah menyatakan bank sentral terus memantau pergerakan franc-euro karena ada sedikit resiko kembalinya deflasi.

 

  • Hanya CPI m/m menjadi agenda ekonomi yang akan rilis dari Swiss hari ini.

 

 

 

» AUD

 

  • Dollar Australia pada perdagangan yang berakhir hari Kamis (02/09) secara umum terpantau melemah terhadap Dollar AS.

 

  • Dolar Australia melemah setelah data Trade Balance Australia untuk periode Juli 2010. Pada periode tersebut, surplus perdagangan Australia terpangkas menjadi senilai AU$ 1,89 milyar jika dibandingkan periode sebelumnya senilai AU$ 3,44 milyar.

 

  • Akan tetapi Dolar Australia menguat setelah laporan pemerintah telah menunjukkan kemajuan dalam perekonomian, mencatatkan pertumbuhan tercepatnya dalam tiga tahun terakhir pada kuartal lalu dan ekspansinya manufaktur Cina.

 

  • “Momentum pertumbuhan Aussie masih positif,” ungkap Mitul Kotecha, kepala strategis mata uang asing pada Credit Agricole Corporate & Investment Bank di Hong Kong. “Aussie terbukti lebih tangguh dari mata uang lainnya dan publikasi data ekonomi juga berikan tenaga tambahan.”

 

  • Hanya AIG Services Index dan Trade Balance menjadi agenda ekonomi yang akan rilis hari ini dari Australia.