3 September 2010
ss
» XAU
Emas pada perdagangan
sore di sesi Eropa (02/09) terpantau mengalami kenaikan. Naiknya emas disebabkan oleh masih adanya
kekahwatiran investor terhadap
sektor tenaga kerja AS dimana kemarin dilaporan bahwa data ADP non farm untuk bulan Juli mengalami
penurunan. Kondisi tersebut
ditambah lagi dengan dirilisnya data klaim pengangguran AS yang sebelumnya teah diprediksi mengalami kenaikan sebesar 3 ribu. Secara teknikal, emas
pada sesi perdagangan hari ini, Jum’at (03/09) masih berpotensi menguat. Harga emas berpotensi
bullish sepanjang masih berada diatas strong support kami, yakni 1235.00. Meskipun demikian, Bollinger band
telah makin menyempit serta cenderung menekan indeks, support downside emas. Diperkirakan kini harga emas
berpotensi menguji
resistance berikutnya yakni
1257.00 dan 1265.00 serta maksimum capai level 1275.00, sedangkan target support lanjutan
di sekitar area 1245, 1217 dan maksimum 1210.

» EUR
Euro pada perdagangan yang berakhir hari Kamis (02/09) secara umum terpantau
menunjukkan pergerakan menguat terhadap Dollar AS. Euro mencatatkan
level kuat dua minggunya terhadap dolar setelah Presiden
European Central Bank Jean-Claude Trichet mengatakan tidak ada resiko resesi
ekonomi kedua. Secara teknikal, pasangan Euro dan Dolar AS
pada sesi perdagangan hari ini, Jum’at (03/09) berpotensi untuk bergerak bullish. Menguatnya pasangan ini terutama
diperkirakan menguji level
resistance 1.2850, kemudian dilanjutkan
dengan menguji level 1.2875
dan maksimum hingga capai 1.2920. Sedangkan
support euro diperkirakan ada
di sekitar 1.2775, 1.2750 dan 1.2700.

» GBP
Poundsterling pada perdagangan
yang berakhir hari Kamis (02/09) secara umum terpantau menunjukkan pergerakan melemah terhadap Dollar AS. British poundsterling
melemah terhadap euro dan dolar akibat
turunnya aktivitas sektor perumahan dan konstruksi yang menegaskan betapa rapuhnya pemulihan ekonomi Inggris. Pertumbuhan sektor konstruksi melambat di bulan
Agustus terutama pembangunan tempat tinggal. Secara teknikal, peluang
upside pada sesi perdagangan hari ini, Jum’at (03/09) bagi pasangan Sterling dan Dolar AS
masih terbuka. Selanjutnya Sterling berpotensi untuk menguji terlebih
dahulu level resistance di kisaran 1.5425 serta 1.5495. Tetapi, pasangan ini menurut
kami juga rawan reversal, RSI sudah meng isyaratkan bahwa Sterling berada di zona
ovebought. Adapun support
lanjutan Sterling diperkirakan berada di sekitar area 1.5394 dan 1.5350 serta maksimal capai level
1.5300.

» JPY
Dollar AS pada perdagangan
yang berakhir hari Kamis (02/09) secara umum terpantau kecederungan melemah, cenderung flat terhadap Yen Jepang. Penguatan Yen hingga ke level tertinggi selama 15-tahun terhadap Dollar bulan lalu telah menekan
bank sentral untuk melemahkan mata uang. Dalam kajian
teknikal kami, pasangan Dolar AS dan Yen Jepang pada sesi perdagangan
hari ini, Jum’at (03/09) berpotensi untuk weak Dolar AS terhadap Yen Jepang. Peluang melemahnya Dolar AS diperkirakan untuk menguji support 84.00 dan 83.40. Akan tetapi jika
Yen Jepang gagal break dan tetap bertahan
diatas level 84.60 maka diperkirakan pasangan ini kembali menguji
resistance yang kemungkinan berada
di area 85.10, dan 85.30 serta maksimum 85.75.

» CHF
Dollar AS pada perdagangan
yang berakhir hari Kamis (02/09) secara umum terpantau menunjukkan pergerakan melemah terhadap Swiss Franc.
Swiss Franc kembali mencetak rekor terkuat terhadap euro pada hari Kamis
(02/09) akibat merebaknya kecemasan pemulihan global yang mendorong investor untuk memburu mata uang
safe haven seperti franc. Secara teknikal,
pasangan Dolar AS
dan Swiss Franc pada sesi perdagangan hari ini, Jum’at
(03/09) dolar AS berpeluang
melemah terhadap Swiss
Franc. Melemahnya Dolar AS diperkirakan
menjadi dominasi pergerakan pasangan ini. Crucial support diperkirakan
berada di area 1.0102 dan jika tak
mampu break serta mampu bertahan diatas level tersebut, maka pasangan ini
diperkirakan segera menguji resistance di area level 1.0209,
1.0225 dan 1.0250.

» AUD
Dollar Australia
pada perdagangan yang berakhir hari Kamis
(02/09) secara umum terpantau melemah terhadap Dollar
AS. Dolar
Australia melemah setelah data Trade
Balance Australia
untuk periode Juli 2010. Pada periode tersebut, surplus perdagangan Australia
terpangkas menjadi senilai AU$ 1,89 milyar jika dibandingkan
periode sebelumnya senilai AU$ 3,44 milyar. Secara teknikal, pada sesi perdagangan
hari ini, Jum’at (03/09) pasangan ini berpeluang untuk menguat dengan
menguji resistance minimal berada
di sekitar area 0.9120 dan maksimum 0.9210 Sedangkan jika Aussie tak mampu break diatas level 0.9093 maka
alternative scenario lainnya yakni
Aussie akan kembali menguji supportnya yang berada di kisaran
level 0.9030 dan 0.8975 serta
0.8925.
