CALCULATING PROFIT AND LOSS

 

PERHITUNGAN PROFIT/LOSS

Rumus Untuk Perhitungan Profit/Loss

USD sebagai term currency (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD)

( harga jual– harga beli ) X 100,000 X lots

USD sebagai base currency (USD/JPY, USD/CHF)

(harga jual– harga beli) X 100,000 X lots

Harga Liquidasi

Potensi Keuntungan Dalam Market Yang Naik Dan Turun

Dalam setiap posisi FX yang dipegang, investor membeli (long) satu mata uang dan menjual (short) mata uang yang lainnya. Posisi Short adalah apabila investor menjual satu mata uang dengan antisipasi bahwa mata uang tersebut akan jatuh harga. Dengan cara ini potensi keuntungan bisa didapat dari pasar yang naik maupun turun.

JENIS-JENIS ORDER

Market Order : adalah order jual/beli yang harus segera dilaksanakan; atau harga transaksi yang diperoleh saat itu.

Contoh: Jika anda sedang memasang market order untuk GBPUSD dengan harga 1.9790/95, maka anda akan membeli GBPUSD di harga 1.9795 dan menjual GBPUSD di harga 1.9790.

Stop Order : Adalah suatu order yang akan menjadi market order apabila suatu level harga yang ditentukan tercapai. Order ini biasanya dipergunakan untuk membatasi resiko kerugian atau untuk melindungi keuntungan atas posisi yang sedang berjalan.

Contoh: Jika anda mempunyai posisi Beli GBP pada 1.9795 dan ingin menetapkan stop order untuk mengurangi resiko apabila GBP turun (untuk stop kerugian). Sebagai contoh, anda bisa menetapkan stop order untuk menjual GBP di 1.9745, dengan begitu menutup posisi anda dengan kerugian 50 poin.

Limit Order : Adalah Pesanan untuk melaksanakan jual atau beli berdasarkan nilai atau target yang sudah ditentukan. Order ini akan berlaku apabila level harga yang ditentukan tercapai.

Contoh : jika anda memiliki posisi Beli GBP pada harga 1.9795, anda dapat memasang limit order untuk melindungi keuntungan yang anda dapat. Seperti 1.9845, ketika pasar mencapai harga 1.9845, posisi anda secara otomatis akan tertutup dengan keuntungan 50 point.

O.C.O Order (ONE CANCEL OTHER)

Order yang digunakan untuk memanfaatkan pergerakan harga, dengan menggunakan limit order dan Stop Order secara bersamaan. Dengan demikian apabila salah satu dari Limit order atau Stop order yang DONE/CONFIRM/EXECUTED yang lainnya seketika itu juga Cancel atau batal.

Contoh : Jika anda mempunyai posisi Beli JPY, pada 104.00 dan ingin memasang limit dan stop order, maka anda dapat memasang OCO order. Apabila OCO yang dipasang adalah limit order di 104.50 dan stop order di harga 103.50, ketika pasar mencapai harga 104.50 maka posisi terbuka JPY anda akan tertutup dan stop order akan hilang secara otomatis.