Data Inflasi CPI di AS Akan Jadi Fokus Pasar Malam Ini

Financial-Services-1

Dolar kembali bergerak menguat terhadap mata uang lainnya menjelang data inflasi CPI yang akan dirilis malam ini. Setelah data di sektor tenaga kerja, data inflasi ini yang akan menentukan apakah Fed akan tetap mengambil langkah moneter yang agresif atau akan menahan diri dengan kenaikan yang moderat pada pertemuan FOMC di bulan September mendatang. Dengan harga minyak mentah yang sudah turun setidaknya 10% di bulan Juli lalu diperkirakan akan mengurangi 0.5% angka inflasi yang akan dirilis nanti malam. Harga bahan pangan juga relatif menurun seiring dengan rantai pasokan yang semakin lancar. Dari laporan PMI yang dirilis beberapa waktu lalu menunjukkan kecenderungan harga yang semakin  mereda, laporan FedNow  dari Fed cabang New York  juga menunjukkan ekspektasi inflasi konsumen relatif menurun. Dengan asumsi seperti diatas diperkirakan angka inflasi bulan ini akan mulai mereda sedangkan data Core yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan berpeluang masih akan naik seiring dengan harga sektor perumahan dan  tingginya permintaan akan pemulihan ekonomi masih tetap naik.  Diperkirakan inflasi CPI hanya naik 0.2% yang merupakan kenaikan tersedikit dalam 1 tahun terakhir ini. Sedangkan yang akan dicermati oleh pasar adalah angka inflasi year/year yang membandingkan dengan periode 1 tahun yang lalu. Dan diperkirakan angka inflasi y/y turun dari 9.1% menjadi hanya 8.7%. Sementara data Core inflasi meski dibandingkan bulan lalu terjadi penurunan dari 0.7% menjadi 0.5% namun data year/year diperkirakan masih akan naik dari 5.9% menjadi 6.1%. jika hasil rilis nanti malam lebih tinggi dari angka tersebut, maka  peluang Fed menaikkan suku bunga dengan kenaikan 75 bps semakin besar dan sebaliknya. Data inflasi CPI akan dirilis pada pukul 19:30 WIB malam ini.

Euro kembali bergerak naik terhadap dolar meski fundamental ekonomi relatif masih belum mendukung penguatan lebih lanjut. Setelah biro peringkat Moody’s menurunkan rating Italia dari stabil menjadi negatif. Krisis energi semakin menjadi beban ekonomi dengan dibatasinya pasokan minyak dan gas oleh Rusia dan memaksa penggunaan bahan bakar fosil yang sudah dikurangi dan bahkan masih memungkinkan menggunakan energi nuklir yang sudah lama ditinggalkan untuk menghasilkan sumber energi  di kawasan ini. Hari ini akan dirilis data inflasi di Jerman yang jika meningkat maka akan semakin membuat peluang akan kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut oleh Bank Sentral Eropa (ECB) pada pertemuan moneter yang akan datang.

Poundsterling juga bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan komentar dari pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) yang mengindikasikan masih akan terus menaikkan suku bunga acuan guna meredakan inflasi yang masih cenderung naik. Wakil Gubernur BOE – Dave Marsden dalam wawancara dengan Reuters mengatakan BOE masih perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut guna menghadapi inflasi agar ekonomi Inggris betul-betul stabil. BOE pekan lalu sudah menaikkan suku bunga acuan terbanyak dalam sejarah Inggris sebanyak 50 bps namun BOE juga memperingatkan akan potensi resesi di akhir tahun ini yang akan bertahan hingga tahun 2024 yang akan datang. Data pertumbuhan ekonomi GDP yang baru akan dirilis di hari Jumat nanti akan memberikan gambaran yang lebih jelas apakah resesi benar-benar terjadi di Inggris. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now