Data Retail Sales AS dan pidato Ketua Fed – Powell akan menjadi fokus pasar malam ini

shoppingcart

Dolar mengalami koreksi terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring dengan berita akan berakhirnya lockdown di Shanghai dalam waktu dekat ini diperkirakan akan terjadi normalisasi permintaan akan barang dan jasa secara global. Fundamental ekonomi di China sendiri relatif melemah dikarenakan lockdown yang berkepanjangan sebelumnya. Sebagian peserta pasar memperkirakan koreksi mata uang dolar ini wajar sebelum menguat lagi karena ekspektasi akan kenaikan suku bunga acuan Fed masih akan kembali menjadi sentimen positif untuk mata uang dolar. Gubernur Fed Cleveland – Loretta Mester mengatakan jika inflasi tidak juga mereda pada paruh pertama tahun ini maka diperlukan kenaikan suku bunga acuan yang lebih besar (75 bps). Sedangkan Gubernur Fed San Fransisco – Mary Daly mengatakan kenaikan suku bunga acuan 50 bps atau 75 bps bukan pertimbangan utama Fed walaupun ketua Fed – Powell mengatakan jika data cukup memadai maka terbuka kemungkinan tersebut. Bahkan pejabat Fed paling optimis seperti James Bullard, Christopher Waller dan yang terbaru Loretta Mester tidak menyarankan langkah yang lebih agresif tersebut. Sehingga hampir dipastikan dan disepakati kenaikan kenaikan hanya 50 bps pada pertemuan moneter FOMC di bulan Juni dan Juli mendatang serta masih terbuka juga untuk pertemuan di bulan September meski peluang relatif kecil. Gubernur Fed New York – John William menegaskan isu utama atau no 1 adalah inflasi yang perlu dikendalikan agar tercapai ekonomi yang balance dengan kenaikan suku bunga secepatnya ke level yang normal. Dengan inflasi yang masih jauh diatas target Fed ini menjadi justifikasi langkah moneter tersebut diatas terlebih dengan harga minyak mentah yang kembali naik tajam. Data fundamental penting pekan ini adalah data Retail Sales yang akan dirilis malam ini dan diikuti oleh pidato dari Ketua Fed – Jerome Powell. Kedua peristiwa ini akan menjadi fokus pasar malam ini.

Euro bergerak menguat terhadap dolar hingga kembali naik diatas level 1.04 setelah pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) merangkap  Gubernur Bank Prancis – Francois Villeroy de Galhau mengatakan pelemahan mata uang Euro dapan mengancam usaha ECB untuk mengendalikan inflasi. Pekan lalu Presiden ECB – Christine Lagarde mengatakan ECB akan mengakhiri program stimulus  lebih cepat yaitu pada awal kwartal ketiga dan akan diikuti dengan kenaikan suku bunga beberapa pekan kemudian. Dengan demikian peluang kenaikan suku bunga acuan ECB akan dilakukan pada pertemuan moneter mereka pada bulan Juli mendatang. Dukungan akan ini juga diperoleh dari pejabat ECB lainnya seperti Gubernur Bundesbank – Joachim Nagel, Gubernur Bank Sentral Republik Irlandia – Gabriel Makhlouf, Gubernur Bank Sentral Estonia – Madis Mueller dan 2 anggota dewan eksekutif ECB – Frank Edelson dan Isabel. Hari ini ada data penting yaitu data pertumbuhan ekonomi Flash GDP dan juga data di sektor tenaga kerja di Uni Eropa.

Poundsterling juga terangkat setelah Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) – Andrew Bailey menyatakan kekhawatirannya akan inflasi yang disebut sebagai tantangan terbesar BOE sejak tahun 1997 lalu. Bailey tidak lagi menyebutkan tanda-tanda pelambatan ekonomi yang dianggap pasar akan beralih kembali pada inflasi yang perlu diredakan dengan kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut dari BOE. Sementara itu ketegangan perundungan dengan Uni Eropa perihal perbatasan di Irlandia Utara kembali menjadi sorotoan karena perbedaan pandangan yang semakin meruncing. Perhatian pasar akan tertuju pada data di sektor tenaga kerja yang akan dirilis siang ini yaitu data Claimant Count.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now