Agrodana Futures

Debt Ceiling semakin mendekati deadline, berpotensi mempengaruhi triliunan dolar yang terakumulasi pada surat berharga

trading-analysis-forex

Dolar terus menguat terhadap mata uang lainnya dalam 4 hari berturut-turut seiring dengan fundamental ekonomi yang tetap positif meski suku bunga acuan Fed naik secara agresif dalam 2 tahun terakhir ini. Terutama di sektor tenaga kerja yang masih kuat dengan data klaim pengangguran yang tidak berubah signifikan hanya naik 4.000 menjadi 229K yang jauh dibawah perkiraan 249K dan data periode sebelumnya juga direvisi turun dari 242K menjadi 225K. Sementara data pertumbuhan ekonomi preliminary GDP meningkat ke 1.3% yang lebih baik dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 1.1% dengan price indeks GDP juga naik dari 4.0% menjadi 4.2%. Angka ini mengindikasikan masih adanya potensi menjadikan inflasi tidak turun sesuai yang diharapkan. Walaupun hal ini juga berarti baik karena semakin jauh dari resesi yang dikhawatirkan selama ini. Ketua Fed – Jerome Powell dalam pidato sebelumnya mengatakan kebijakan moneter berikutnya akan bergantung pada data-data ekonomi. Dan data-data tersebut di atas mendukung Fed untuk meneruskan langkah kenaikan suku bunga acuan sehingga spekulasi di pasar akan kenaikan 25 bps pada pertemuan moneter berikutnya meningkat mencapai 53% dari sebelumnya yang hanya 36%. Sedangkan para pejabat Fed masih terpecah dalam 2 kubu seperti yang terungkap dalam nota minuta pertemuan FOMC yang lalu. Pandangan pejabat Fed terbaru juga masih menggambarkan hal tersebut. Sebelumnya Gubernur Fed St. Louis – James Bullard mengatakan Fed setidaknya perlu menaikkan suku bunga acuan 25 bps sebanyak 2 kali lagi agar inflasi segera turun lebih cepat. Sementara Gubernur Fed Boston – Susan Collins semalam mengatakan sudah waktunya Fed melakukan jeda sedangkan Gubernur Fed Richmond – Thomas Barkin mengatakan Fed saat ini sedang diuji dengan laju inflasi yang lambat. Dari perundingan debt ceiling antara Presiden Biden dan perwakilan Partai Republik Kevin McCarthy sudah mendekati kesepakatan dengan perbedaan nilai anggaran yang semakin mendekat dengan hanya berbeda $70 miliar. Namun sisa waktu yang semakin sempit membuat kekhawatiran tidak akan terselesaikan tepat waktu. Kementerian Keuangan mengisyaratkan tidak akan dapat memenuhi kewajiban membayar semua surat berharga yang jatuh tempo pada 1 Juni nanti. Dengan alasan ini biro rating Fitch menempatkan peringkat AAA surat berharga AS ke dalam pengawasan negatif dengan peluang untuk mengalami downgrade. Hal serupa juga dilakukan oleh biro rating lainnya DBRS Morningstar, penurunan peringkat akan mempengaruhi triliunan dolar yang terakumulasi pada surat berharga yang beredar di pasar. Hari ini akan dirilis indikator inflasi lainnya yaitu Personal Consumption Expenditure (PCE), data Durable Goods Order, data neraca perdagangan, data personal income/spending dan survey dari University of Michigan perihal ekspektasi inflasi dan sentimen konsumen.

Euro berlanjut melemah terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya potensi terjadinya resesi di Jerman. Pertumbuhan ekonomi di negara terbesar di Uni Eropa ini turun ke teritori negatif dari 0.0% menjadi -0.3% untuk kuartal pertama tahun ini. Begitu pula dengan kepercayaan konsumen di Jerman mengalami penurunan dengan data iklim konsumen dari GfK turun ke -24.2 yang lebih rendah dari perkiraan -23.6 walaupun cukup meningkat dari periode sebelumnya -25.8. Sejumlah data ekonomi menandakan tingkat kepercayaan baik bisnis maupun konsumen di kawasan ini menunjukkan penurunan seiring dengan suku bunga acuan yang terus naik dan masih akan dilanjutkan oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Poundsterling juga masih berlanjut melemah meskipun Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuannya setelah data core inflasi yang dirilis sehari sebelumnya masih terus naik. Pejabat BOE – Jonathan Haskel dalam pidato semalam juga menyatakan masih perlunya BOE menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut jika memang inflasi masih belum juga turun. Sedangkan data Realized Sales turun drastis dari +5 menjadi -10 yang jauh dari perkiraan membaik ke +10. Kondisi ekonomi yang masih dalam resesi ditambah dengan suku bunga yang masih terus cenderung naik semakin menekan penjualan ritel di Inggris. Hari ini akan dirilis data Retail Sales yang akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai daya beli konsumen tersebut.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.