Fed Powell Mengakui Potensi Resesi Akibat Siklus Kenaikan Suku Bunga

agrodana-chart-trading

Dolar cenderung melemah terhadap mata uang lainnya paska pidato dari Ketua Fed – Jerome Powell semalam meningkatnya kekhawatiran akan ekonomi di AS akan memasuki resesi. Kekhawatiran ini tercermin pada yield obligasi 10 tahun pemerintah AS yang turun 7 bps menjadi 3.2%. Powell mengatakan suku bunga yang tinggi akan membebani ekonomi AS namun tetap harus dilakukan untuk meredakan inflasi. Fed tidak merekayasa terjadinya resesi untuk menekan inflasi tapi sudah menjadi komitmen Fed untuk menekan inflasi dalam kendali meskipun beresiko memperlambat ekonomi. Pekan lalu Fed menaikkan suku bunga 75 bps dan masih berencana akan menaikkan suku bunga lebih lanjut. Kenaikan yang tajam ini dikhawatirkan akan mengarah pada resesi dan berdampak buruk pada sektor tenaga kerja. Namun Powell menepis hal tersebut dengan mengatakan siklus kenaikan suku bunga sudah diperhitungkan yang disesuaikan dengan perkembangan outlook ekonomi. Meski demikian Powell tidak mengakomodasi kenaikan suku bunga 100 bps dan hanya mendukung kenaikan 75 bps pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Juli mendatang. Pejabat Fed lainnya mayoritas juga mendukung pernyataan Powell tersebut dengan memilih 2 pilihan kenaikan suku bunga acuan sebanyak 50 bps atau 75 bps. Gubernur Fed Philadelphia – Patrick Harker semalam juga mengatakan pilihan tersebut tergantung pada data ekonomi terkini yang akan dirilis menjelang pertemuan tersebut. Sedangkan Gubernur Fed Chicago – Charles Evans juga sudah cukup puas dengan siklus kenaikan suku bunga yang akan dijalankan Fed meski ada resiko resesi tersebut. Hari ini Ketua Fed – Powell akan berpidato di hari kedua dan juga data PMI di sektor manufaktur dan jasa. Data mingguan klaim pengangguran juga akan menjadi perhatian pasar.

Euro terus menguat seiring dengan pelemahan dolar karena kekhawatiran akan resesi di AS. Walaupun fundamental ekonomi cenderung negatif dengan kepercayaan konsumen terus turun -24 yang lebih jelek dari perkiraan membaik -20 dari periode sebelumnya -21. Sentimen Euro cenderung positif setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) – Christine Lagarde secara tegas akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan Juli mendatang. Pejabat ECB lainnya juga sejak pertemuan moneter pekan lalu menyuarakan perlu segera menaikkan suku bunga acuan. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta buletin ekonomi dari ECB.

Poundsterling relatif tertahan terhadap dolar setelah rilis data inflasi CPI masih cenderung naik dan mencapai rekor tertinggi dalam 40 tahun terakhir di angka 9.1%. Dengan ini Bank Sentral masih akan terus menaikkan suku bunga acuan yang lebih tinggi seperti yang disarankan oleh Ketua Ahli ekonomi BOE – Huw Pill kemarin. Namun inflasi yang terus naik ini membuat kekhawatiran akan semakin memperlambat pertumbuhan ekonomi di Inggris yang sudah memburuk. Hari ini ada pemilu sela di beberapa wilayah di Inggris yaitu Tiverton, Honiton dan Wakefield akan menjadi sentimen di pasar. Hasil pemilu ini akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan pada Partai Konservatif secara umum dan khususnya terhadap kepemimpinan Perdana Menteri – Boris Johnson. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta data kepercayaan konsumen.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now