Fokus Pasar Masih Akan Tertuju Pada Komentar Dari Pejabat Fed Malam Ini

fed-meeting

Dolar bergerak menguat terhadap hampir semua mata uang lainnya seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 di China yang berpotensi menunda penghapusan kebijakan zero covid yang akan kembali memicu potensi terjadinya inflasi berkelanjutan. Pemerintah China mengumumkan terjadinya kenaikan kasus pasien covid-19 sehingga menutup pusat bisnis dan sekolah serta mengetatkan pembatasan keluar masuk Beijing dan secara nasional. Meningkatnya kasus ini dikhawatirkan akan menunda rencana pemerintah China untuk melonggarkan kebijakan yang serta merta akan membatasi arus barang dan jasa secara global yang akan kembali mengakibatkan terjadinya keterbatasan pasokan dunia dan memicu kenaikan harga karena kelangkaan bahan produksi. Hal ini menjadikan mata uang dolar sebagai safe haven kembali. Selain itu komentar dari Gubernur Fed San Fransisco – Mary Daly juga mendukung penguatan dolar dengan mengatakan suku bunga acuan Fed bisa terus naik melampaui angka 5% jika inflasi masih belum juga bergerak turun, meskipun bukan itu yang diharapkan. Daly yang selama ini cenderung dovish mengatakan meski tanda-tanda inflasi mulai mereda, namun terlalu dini untuk menyebutnya sebagai titik balik. Perihal pertemuan moneter di bulan Desember mendatang, Daly masih belum menentukan seberapa banyak kenaikan suku bunga acuan yang akan diambil. Sementara beberapa pejabat Fed membuka peluang kenaikan suku bunga acuan yang tidak se-agresif dari kenaikan sebelumnya dengan memperpanjang periode kenaikannya. Hari ini akan dirilis data indeks manufaktur negara bagian Richmond dan sejumlah pidato dari pejabat Fed diantaranya Gubernur Fed Cleveland – Loretta Mester, Gubernur Fed Kansas City – Esther George dan Gubernur Fed St. Loius – James Bullard.

Euro semakin tertekan turun dibawah level 1.03 selain karena penguatan mata uang dolar namun juga oleh data inflasi di Jerman yang turun drastis. Data inflasi dari sisi produsen PPI mengalami penurunan ke -4.2% dari periode bulan lalu +2.3% yang jauh dibawah perkiraan turun turun ke +0.9%. Ini merupakan penurunan negatif pertama kali sejak Mei 2020 lalu. Sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama setahun yang lalu terjadi penurunan ke 34.5% dari periode sebelumnya 45.8%. Hal ini terjadi seiring dengan penurunan harga energi seperti listrik dan BBM. Data ini juga mulai menunjukkan tanda-tanda inflasi mulai mereda dan bisa menjadi patokan bagi Bank Sentral Eropa untuk tidak lagi secara agresif menaikkan suku bunga acuan meski data ini hanya untuk Jerman. Sebelumnya sejumlah pejabat ECB termasuk Presiden Lagarde mengkhawatirkan peluang terjadinya pelambatan ekonomi jika suku bunga acuan terus dinaikkan. Dan mulai mempertimbangkan instrumen moneter lainnya yaitu dengan mengurangi neraca keuangan yang dinamakan Quantitative Tightening. Hari ini akan dirilis data neraca berjalan dan kepercayaan konsumen.

Poundsterling juga melemah terhadap dolar meski sedikit menguat terhadap Euro menjelang data hutang sektor publik yang akan dirilis hari ini. Rancangan anggaran yang diumumkan oleh Menteri Keuangan – Jeremy Hunt pekan lalu dengan meningkatkan pajak dan mengurangi anggaran sektor publik meski disambut baik oleh IMF sebagai langkah yang tepat dalam kondisi ekonomi saat ini. Dengan inflasi yang mencapai rekor tertinggi dalam 41 tahun terakhir dan menyetuh 2 digit langkah membuat kondisi ekonomi mengalami resesi. Dengan pajak yang dinaikkan dan pemotongan anggaran publik serta peluang kenaikan suku bunga acuan ditengah kondisi ekonomi yang mengalami resesi hal ini akan semakin mengurangi daya tarik investasi di Inggris. Sejumlah pengamat ekonomi menganjurkan pemerintah untuk segera menyelesaikan perbedaan pendapat dengan Uni Eropa sehingga diharapkan aktifitas ekonomi akan kembali meningkat.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now