Hari Ini Pasar Akan Wait’n’See Menjelang Data Inflasi CPI di AS Esok Hari

Blue wavy particle background

Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya setelah melonjak cukup tajam paska laporan sektor tenaga kerja Non-Farm Payroll yang diluar perkiraan jauh lebih baik dari yang di prediksikan. Sekaligus meredakan kekhawatiran akan terjadinya resesi dan memperkuat peluang akan kenaikan suku bunga acuan Fed pada pertemuan moneter berikutnya. Koreksi terjadi menjelang data inflasi CPI di AS yang akan dirilis pada esok hari. Inflasi yang masih terus meningkat menjadi alasan utama Fed menaikkan suku bunga acuan dan data di sektor tenaga kerja menjadi indikasi seberapa besar dampak dari kenaikan suku bunga tersebut. Dengan sektor tenaga kerja yang masih cukup solid maka tinggal data inflasi esok hari yang akan menjadi pemicu apakah langkah moneter Fed berikutnya sama seperti pada 2 pertemuan moneter sebelumnya.  Sebelumnya Gubernur Fed – Michelle Bowman secara terbuka mendukung akan kenaikan suku bunga 75 bps dari pada 50 bps pada pertemuan moneter di bulan September mendatang. Ketua Fed – Jerome Powell juga mengindikasikan hal ini dalam konferensi pers pada pertemuan moneter pekan lalu. Jika angka inflasi esok hari masih menunjukkan kecenderung naik dan belum sedikitpun tanda-tanda mereda maka hampir dipastikan Fed akan menaikan suku bunga dengan 75 bps lagi pada pertemuan moneter berikutnya. Hari hanya ada data optimisme ekonomi dari IBD/TIPP

Euro relatif stagnan dan sedikit tertahan terhadap dolar dikarenakan biro peringkat Moody’s menurunkan rating negara Italia seiring dengan ketidakpastian akan kondisi politik paska turunnya Perdana Menteri – Mario Draghi. Moody’s menurunkan peringkat negara ini dari stabil menjadi negatif yang hanya 1 level peringkat diatas sampah. Sementara 2 biro peringkat lainnya yaitu S&P dan Fitch masih tetap memberi peringkat stabil. Pemilu di Italia sendiri baru akan dilaksanakan pada bulan depan. Selain persoalan politik, ancaman krisis energi  dan masih terkendalanya pasokan bahan baku serta pengetatan kebijakan moneter menjadi penyebab penurunan peringkat ini. Setelah kemarin data kepercayaan kosumen dari Sentix cukup positif dengan meningkat -25.2 dari periode sebelumnya -26.4 dan lebih baik dari perkiraan menurun -29.1. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Poundsterling juga bergerak menguat seiring dengan koreksi mata uang dolar meski fundamental ekonomi juga relatif positif dengan data Realized Sales yang meningkat +1.6% lebih baik dari perkiraan menurun -1.5% dan periode sebelumnya -1.3%. Pasar kembali mencerna keputusan Bank Sentral Inggris (BOE) dalam menaikan suku bunga yang terbanyak dalam sejarah Inggris sejak 1995, dan mencermati juga peluang data pertumbuhan ekonomi yang akan dirilis pada penghujung pekan ini. Akankah Inggris akan terperosok dalam resesi di akhir tahun ini dan baru akan bangkit pada tahun 2024 mendatang seperti yang disampaikan oleh Gubernur BOE paska pertemuan lalu. Sementara dari suksesi calon pemimpin Inggris pengganti Boris Johnson  mulai memberikan pandangannya akan kondisi ekonomi saat ini. Salah satunya Menteri Luar Negeri – Liz Truss yang mengkritik BOE dan akan mempertimbangkan untuk mereview ulang langkah kebijakan yang sudah diambil. Hari ini akan dirilis data sektor perumahan dan pidato dari Ketua Ahli ekonomi Huw Pill.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now