Selain Kenaikan Suku Bunga Acuan, Pasar Juga Akan Mencermati Proyeksi Ekonomi dan Pernyataan Ketua Fed

images

Dolar kembali menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya menjelang pengumuman hasil pertemuan moneter FOMC lewat tengah malam nanti. Diperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 75 bps untuk ketiga kalinya guna meredam inflasi yang masih cenderung naik. Dan masih terbuka kemungkinan menaikkan hingga 100 bps atau 1% walau peluangnya hanya 17%. Sektor tenaga kerja yang tetap solid semakin memudahkan langkah Fed untuk menaikkan suku bunga acuan lebih agresif lagi. Hal ini tercermin pada yield obligasi 10 tahun pemerintah AS yang naik hingga 3.992% yang merupakan level tertinggi sejak November 2007 lalu. Selain kenaikan suku bunga acuan, pasar juga akan mencermati proyeksi ekonomi termasuk prakiraan GDP, pengangguran, inflasi dan juga dot plot suku bunga acuan yang akan datang. Untuk melihat sejauh mana Fed akan menaikkan suku bunga acuan dan mulai kapan akan kembali melonggarkan kebijakan moneter yang ketat saat ini. Ekspektasi pasar Fed akan menurunkan suku bunga acuan setidaknya pada Desember tahun 2023 mendatang. Lebih jelasnya hal ini dapat tergambarkan pada dot plot yang akan dihasilkan dari pertemuan moneter malam ini. Masih ada satu lagi yang akan dicermati oleh pasar yaitu konferensi pers oleh Ketua Fed – Jerome Powell yang akan diadakan 30 menit setelah pertemuan moneter berakhir. Apakah Powell masih tegas menyatakan komitmen Fed untuk menekan inflasi seperti pada pertemuan Jackson Hole sebelumnya. Pernyataan Powell kali ini akan memberi petunjuk akan laju kenaikan suku bunga selanjutnya di bulan November atau Desember yang akan datang. Hasil pertemuan moneter FOMC akan diumumkan pada pukul 02:00 WIB dinihari nanti dan konferensi persnya akan dimulai pada pukul 02:30 WIB.

Euro kembali merosot dibawah parity terhadap dolar menjelang kenaikan suku bunga acuan Fed malam ini. Sementara Bank Sentral Swedia – RiksBank yang menaikkan suku bunga acuan sebanyak 100 bps dalam pertemuan moneter kemarin tidak cukup kuat mengangkat mata uang krona terhadap penguatan mata uang dolar. Hal ini tidak mengejutkan karena kawasan Eropa sedang menghadapi krisis energi yang menjadi sentimen negatif yang bahkan akan mempercepat terjadinya resesi di kawasan ini. Fundamental ekonomi juga masih negatif dengan neraca berjalan Uni Eropa mencapai level terendah dari surplus €4.2 miliar menjadi defisit €19.9 miliar yang jauh lebih buruk dari perkiraan naik €5.3B. Euro tidak berlanjut melemah hingga level terendahnya setelah pidato dari Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) – Christine Lagarde mengatakan perlu kenaikan suku bunga diatas normal untuk segera meredam inflasi yang sangat tinggi saat ini. Sebelumnya ECB sudah menaikkan suku bunga acuan 50 bps yang merupakan rekor kenaikan tertinggi selama ini, namun inflasi masih terus naik. Namun Lagarde tidak memberikan petunjuk kenaikan yang dimaksudkan hanya untuk pertemuan moneter Oktober mendatang dan untuk selanjutnya akan ditentukan dalam pertemuan demi pertemuan berikutnya. Hari ini tidak ada data ekonomi.

Poundsterling juga ikut terkoreksi tajam seiring penguatan mata uang dolar dengan ekspektasi akan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Inggris (BOE) esok hari setelah FOMC dan juga stimulus fiskal yang akan diumumkan oleh menteri keuangan Kwasi Kwarteng yang kemungkinan akan dilakukan setelah pertemuan moneter MPC – BOE. BOE  masih tidak dapat dipastikan apakah akan menaikkan suku bunga acauan sebanyak 50 bps atau 75 bps. Meski demikian masih ada kekhawatiran akan efektifitas langkah pemerintahan Inggris yang baru untuk memperbaiki ekonomi yang semakin sulit saat ini. Hari ini akan dirilis data hutang sektor publik dan Industrial Order Expectations dari CBI.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now