Data Dari University of Michigan dan GDP di Inggris Jadi Fokus Pasar Malam Ini

hero-finance-hub

Dolar relatif bergerak variatif terhadap mata uang lainnya setelah sehari sebelumnya melemah terhadap semua mata uang paska data inflasi yang menunjukkan tanda-tanda mereda. Sehingga Fed diperkirakan tidak perlu melakukan kenaikan suku bunga acuan yang agresif. Meski demikian menurut pejabat Fed, inflasi relatif masih tinggi yaitu 8.5% dan tanda-tanda mereda baru dari 1 data CPI tersebut sehingga Fed dirasakan masih perlu menaikkan suku bunga guna menekan hingga target Fed yang hanya 2%. Spekulasi di pasar memangkas prakiraan kenaikan suku bunga acuan Fed berikutnya dari 75 bps menjadi hanya 50 bps dengan peluang mencapai 58% pada pertemuan di bulan September mendatang. Terlebih didukung oleh data inflasi dari sisi produsen PPI yang dirilis tadi malam yang juga menunjukkan penurunan dari +1.1% menjadi -0.5% lebih rendah dari perkiraan turun hanya ke +0.2%.  Begitu juga dengan data Core yang turun ke 0.2% lebih rendah dari perkiraan sama seperti sebelumnya 0.4%. Meski data ini tidak menjadi pertimbangan bagi Fed namun ini menggambarkan tanda-tanda inflasi mulai mereda. Hal ini sejalan dengan langkah moneter Fed menaikkan suku bunga acuan sehingga inflasi kembali turun sesuai dengan yang diharapkan. Sementara kekhawatiran akan ancaman resesi juga turut mereda seiring dengan meredanya inflasi ini. Sedangkan di sektor tenaga kerja relatif masih mixed dengan laporan mingguan klaim pengangguran yang meningkat yang menandakan masih rentannya sektor ini, meski laporan NFP pekan lalu sangat solid. Hari ini akan dirilis data dari University of Michigan berupa ekspektasi inflasi dan sentimen konsumen.

Euro berlanjut menguat tidak hanya terhadap dolar namun juga terhadap GBP. Selain oleh potensi ancaman krisis energi akibat pasokan yang dipangkas oleh Rusia, faktor politik ikut mendominasi  sentimen di pasar. Gejolak politik di Italia menyebabkan downgrade peringkat negara Italia oleh Moody’s. Menyusul pemerintah Jerman sedang membahas paket stimulus jilid ketiga, dengan masih terjadi perdebatan antara koalisi dalam pemerintahan. Antara Partai FDP dan Partai Hijau masih terjadi perbedaan pandangan dengan target harus diselesaikan diakhir bulan ini dan akan siap diterapkan di awal bulan September mendatang. Sementara menyusutnya level air sungai Rhine juga berpotensi menjadi kendala ekonomi yang cukup signifikan bagi perekonomian di Jerman. Hari ini akan dirilis data industrial production untuk Uni Eropa secara keseluruhan dan data neraca perdagangan di Itali serta data inflasi di Prancis.

Poundsterling melemah terhadap dolar dan Euro menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi GDP malam ini. Dengan perkiraan kondisi ekonomi semakin memburuk dengan pertumbuhan bulan lalu menurun dari 0.5% menjadi -1.2%. Begitu pula dengan pertumbuhan dari kuartal sebelumnya menurun dari 0.8% menjadi -0.2%. Rencana pemerintah Inggris menerapkan pemadaman listrik terencana semakin menggambarkan sulitnya kondisi ekonomi di negara ini. Sementara kandidat perdana menteri yang baru, yang saat ini menjabat sebagai menlu – Liz Truss berencana memberikan kewanangan penuh kepada menteri energi untuk memanfaatkan regulator keuangan untuk kepentingan kebutuhan energi negara ini. Gubernur BOE – Andrew Bailey menanggapi dengan mengatakan pelemahan independensi regulator keuangan akan melemahkan reformasi yang sudah berjalan. Sementara Ketua ahli ekonomi Huw Pill mengatakan BOE sanggup mengambil keputusan moneter yang sulit dibandingkan dengan keputusan pemerintah yang didasari oleh politik yang sesaat. Selain data GDP resmi dan dari NIESR juga akan dirilis data Neraca Pedagangan, Industrial/Manufaktur production dan sentimen bisnis.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now