Minyak Mengalami Penurunan, Ditopang Angka Inflasi AS

images

Harga Minyak menurun pada hari Kamis pagi, tetapi mempertahankan sebagian besar kelonjakan baru-baru ini setelah data inflasi AS lebih rendah dari perkiraan mendorong ekspektasi peningkatan suku bunga yang lebih kecil oleh Federal Reserve.


Harga Minyak acuan WTI AS mengalami Penurunan 0,22 persen di USD91,74 per barel, sementara Brent yang diperjualkan di Inggris menurun 0,16 persen di USD97,26 per barel. Kontrak berjangka AS telah reli 1,2 persen pada hari Rabu, sementara patokan Inggris telah meninggi 0,6 persen.


Harga melonjak dari posisi terbawah mingguan pada hari Rabu setelah indeks harga konsumen AS menunjukkan bahwa tekanan inflasi mereda pada bulan Juli – akibat dari serangkaian peningkatan suku bunga oleh Federal Reserve untuk menahan harga yang tinggi.


Indeks Dolar AS menurun setelah rilis data. Investor mulai memperkirakan peningkatan suku bunga 50 basis poin oleh Fed selama pertemuan September. Ekspektasi awal adalah untuk peningkatan 75 basis poin.


Laju pengetatan kebijakan moneter yang lebih lambat, ditambah dengan menurunnya inflasi diperkirakan akan mengurangi beberapa tekanan pada aktivitas ekonomi AS, yang dapat memacu pemulihan permintaan minyak mentah.


Namun dalam waktu dekat, Minyak kemungkinan menghadapi kelebihan pasokan di tengah berkurangnya permintaan di negara-negara ekonomi utama. Data pemerintah AS pada hari Rabu mengkonfirmasi bahwa persediaan minyak mentah tumbuh besar lebih dari yang diharapkan dalam seminggu terakhir, dan ini mengindikasikan bahwa permintaan tetap lemah.


Cadangan Minyak Meningkat 5,459 juta barel dalam seminggu hingga 5 Agustus, jauh di atas perkiraan analis untuk peningkatan 73.000 barel. Stok minyak mentah juga tanpa diduga mengalami kenaikan hampir lima juta barel pada minggu lalu.


Aktivitas pabrik yang melemah di China, seperti terlihat dari PMI yang lamban dan menurunnya inflasi harga produsen, juga menunjukkan permintaan minyak mentah di ekonomi terbesar kedua akan tetap melemah.


Data inflasi harga pabrik AS, yang dijadwalkan terbit pukul 19.30 WIB pada hari Kamis, akan menunjukkan apakah tekanan inflasi pada industri AS berkurang.


Angka tersebut diharapkan mencerminkan penurunan yang terlihat pada harga konsumen.
Lainnya, Karet mencapai 154,50 pada penutupan Senin di Singapura, Batubara Newcastle di ICE London berakhir di level 362,00 dalam penjualan Jumat lalu, dan Kakao AS mengalami kenaikan 2,39 persen ke 2.418,00 Kamis dini hari. Sedangkan Nikel Berjangka ditutup meningkat 4,24 persen di 22.437,00 hingga pukul 00.59 WIB dini hari tadi, Timah meningkat 0,53 persen ke 24.427,00 di ICE London pada penutupan Selasa

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now