Intervensi Mata Uang Yen dan Kenaikan Suku Bunga Secara Global Menjadi Sorotan Pasar

images - 2020-09-14T130403.172

Dolar semakin menguat terhadap sejumlah mata uang kecuali terhadap Yen setelah otoritas keuangan Jepang melakukan intervensi untuk pertama kali dalam 24 tahun terakhir atau sejak tahun 1998 yang lalu. Wakil Menteri Keuangan untuk urusan Internasional – Masato Kanda dalam konferensi pers membenarkan langkah intervensi tersebut dengan mengatakan pemerintah Jepang terpaksa melakukan tindakan tegas tersebut. Sementara Menteri Keuangan – Shunichi Suzuki  menolak menyebutkan jumlah nominal angka intervensi tersebut dan juga tidak menyebutkan apakah intervensi ini atas persetujuan negara lain. Intervensi ini dilakukan beberapa jam setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) tetap pada pendirian dengan tidak mengubah suku bunga acuan dalam pertemuan moneter kemarin. Gubernur BOJ – Haruhiko Kuroda mengatakan BOJ dapat menunda kenaikan suku bunga acuan atau tanpa merubah kebijakan moneter untuk waktu yang lama. Meski demikian Kuroda tetap optimis akan pertumbuhan ekonomi di Jepang. Sentimen dolar sendiri masih positif dengan prospek langkah moneter Fed yang lebih agresif setelah kenaikan suku bunga acuan 75 bps untuk ke 3 kalinya dan masih terbuka peluang naik untuk yang ke 4 kali pada pertemuan moneter yang akan datang. Sementara pengalihan aset dolar sebagai safe haven terus meningkat seiring dengan ketegangan geopolitik di Ukraina setelah Rusia mengerahkan sebanyak 300 ribu prajurit cadangannya. Kekhawatiran semakin memburuknya situasi perang di Ukraina akan berdampak pada ekonomi di Eropa secara keseluruhan. Fundamental ekonomi domestik juga positif dengan laporan mingguan klaim pengangguran yang cukup baik dengan kenaikan ke 213K yang lebih baik dari perkiraan 220K dan data periode sebelumnya juga direvisi turun dari 213K menjadi hanya 208K. Sedangkan Defisit neraca keuangan semakin berkurang ke -251B yang lebih baik dari perkiraan -261B dan data periode sebelumnya juga direvisi lebih baik dari -291K menjadi -283B. Selain BOJ, Bank Sentral Swiss (SNB) juga menaikkan suku bunga acuan secara agresif dengan kenaikan 75 bps dari -0.25% menjadi +0.50% sekaligus mengakhiri era suku bunga negatif di daratan Eropa. Sebelumnya Swiss merupakan negara terakhir yang mempertahankan suku bunga negatif dengan tingkat suku bunga -0.75% sejak 2015 dan SNB mulai menaikkan suku bunga pada Juni lalu dengan kenaikan 50 bps untuk pertama kali setelah 15 tahun belum pernah berubah. Bank Sentral Norwegia (Norges Bank) juga menaikkan suku bunga acuan sebanyak 50 bps. Hari ini akan dirilis data ekonomi berupa PMI di sektor manufaktur dan jasa serta pidato dari Ketua Fed – Jerome Powell.

Euro masih cenderung tertekan terhadap dolar dengan prospek ekonomi yang mengkhawatirkan seiring dengan ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang semakin memanas. Selain itu krisis energi akibat dihentikannya pasokan minyak dan gas dari Rusia juga masih membayangi kawasan ini menjelang musim dingin sebentar lagi. Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) dalam buletin ekonominya masih membuka peluang akan kenaikan suku bunga acuan setelah kenaikan 75 bps sebelumnya pada pertemuan moneter pada 8 September lalu. Inflasi yang masih tinggi menjadi alasan utama langkah moneter ECB yang agresif ini dan masih akan dilakukan pada beberapa pertemuan moneter berikutnya. Langkah agresif ECB ini dikhawatirkan akan mempercepat terjadinya resesi di kawasan ini mengingat sejumlah hambatan ekonomi masih belum terpecahkan. Hari ini akan dirilis data ekonomi berupa PMI di sektor manufaktur dan jasa.

Poundsterling juga masih cenderung menurun terhadap dolar meski Bank Sentral Inggris (BOE) dalam pertemuan moneter kemarin kembali meniakkan suku bunga acuan sebanyak 50 bps dari 1.75% menjadi 2.25%. Ini merupakan kenaikan suku bunga tertinggi dalam 14 tahun terakhir dan kenaikan untuk ke 7 kalinya oleh BOE. Namun inflasi masih terus naik dan belum terlihat tanda-tanda akan menurun. Sementara kondisi ekonomi yang dihadapi hampir sama dengan negara Eropa lainnya dengan krisis energi yang menjadi kekhawatiran utama dan akan semakin mengarah pada terjadinya resesi di negara ini. Hari ini akan dirilis data ekonomi berupa PMI di sektor manufaktur dan jasa.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now