Menyusul Fed, Hari Ini BOJ, SNB dan BOE Dijadwalkan Mengadakan Pertemuan Moneter

pic5

Dolar semakin menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya pasca kenaikan suku bunga acuan Fed sebanyak 75 bps dalam pertemuan moneter FOMC dini hari tadi. Fed juga mengindikasikan masih akan terus menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter selanjutnya hingga inflasi mencapai target 2%. Sesuai dengan perkiraan pasar Fed menaikkan suku bunga acuan sebanyak 75bps dari 2.50% menjadi 3.25%. Ini merupakan kenaikan 75 bps untuk ke 3 kali setelah kenaikan yang sama pada pertemuan moneter di bulan Juni dan Juli lalu. Dot plot proyeksi kenaikan suku bunga acuan Fed juga menunjukkan suku bunga acuan masih akan naik hingga 4.4% di akhir tahun ini dengan menyisakan 2 kali pertemuan moneter di bulan November dan Desember sehingga masih terbuka peluang kenaikan 75 bps berikutnya di salah satu pertemuan moneter tersebut. Suku bunga acuan masih akan terus naik di tahun 2023 mendatang dan kemungkinan Fed baru akan mulai melonggarkan kebijakan moneter mulai tahun 2024 yang akan datang. Ketua Fed – Jerome Powell dalam konferensi pers mengatakan dia dan pejabat Fed lainnya sepakat untuk terus berjuang untuk menurunkan inflasi. Kenaikan suku bunga ini bukannya tanpa konsekuensi, Powell menambahkan langkah moneter yang akan diambil Fed bukannya tanpa resiko, peluang meningkatnya pengangguran di sektor tenaga kerja dan lesunya sektor perumahan yang terkena dampak langsung dari kenaikan suku bunga ini menjadi perhatian utama. Sehingga dalam proyeksi ekonomi, Fed menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi GDP dengan proyeksi inflasi  PCE masih akan terus naik dan berakibat angka pengangguran diperkirakan juga akan naik. Meski proyeksi ekonomi mengalami downgrade namun reaksi pasar tetap positif dengan peluang Fed masih akan agresif dengan kenaikan suku bunga acuan yang akan datang. Mata uang dolar yang sebelumnya sudah menguat sebelum pengumuman hasil pertemuan FOMC dikarenakan pengalihan ke aset safe haven setelah Presiden Rusia – Valimir Putin mengerahkan 300ribu pasukan cadangannya ke Ukraina. Ketegangan geopolitik selalu membuat mata uang dolar menguat karena menjadi mata uang yang paling likuid di segala situasi. Setelah Federal Reserve, hari ini sejumlah bank sentral akan mengadakan pertemuan moneter seperti Bank Sentral Jepang (BOJ), Bank Sentral Swiss (SNB) dan Bank Sentral Inggris (BOE). Dari AS sendiri akan dirilis laporan mingguan klaim pengangguran, data neraca berjalan dan data Leading Index dari CBI.

Euro turun tajam terhadap dolar hingga level terendah dalam 20 tahun terakhir, seiring dengan potensi perekonomian yang semakin memburuk akibat perang di Ukraina yang diperkirakan semakin memanas. Setelah Presiden Putin mengerahkan 300 ribu pasukan tambahan dari Rusia di medan perang Ukraina. Sementara Eropa sendiri juga menghadapi krisis energi di musim dingin kali ini yang masih belum sepenuhnya teratasi. Ancaman resesi semakin besar dengan perang di Ukraina yang berkepanjangan. Sementara itu langkah moneter dari Fed yang lebih agresif dari Bank Sentral Eropa juga menjadi sentimen buruk untuk mata uang Euro. Hari ini ECB akan menerbitkan buletin ekonomi yang akan memberikan gambaran kondisi ekonomi di negara-negara anggota Uni Eropa. Selain itu, data Kepercayaan Konsumen juga akan dirilis hari ini.

Poundsterling kembali menembus level terendah dalam 37 tahun terakhir terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Inggris (BOE) malam ini. Pelemahan mata uang GBP dipicu oleh ketegangan geopolitik di Ukraina yang akan semakin mempersulit ekonomi di Eropa secara umum dan juga langkah moneter Fed yang masih agresif menaikkan suku bunga acuan. Malam ini BOE diperkirakan akan menaikan suku bunga acuan dengan kenaikan yang lebih besar dari sebelumnya yaitu 50 bps  atau bahkan 75 bps seiring dengan inflasi yang tidak juga menunjukkan tanda-tanda menurun. BOE dalam pertemuan moneter sebelumnya juga sudah memperkirakan akan terjadinya resesi di akhir tahun ini sehingga kondisi ekonomi saat ini yang sulit juga sudah dipertimbangkan sebaik-baiknya oleh BOE. Sementara itu pasar juga masih menunggu pengumuman kebijakan fiskal pemerintahan di bawah PM – Liz Truss yang akan disampaikan oleh Menteri Keuangan – Kwasi Kwarteng. Data ekonomi yang akan dirilis berupa kepercayaan konsumen dari GfK.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now