Minyak Mengalami Penurunan Tertekan Penguatan Dolar dan Kekhawatiran Permintaan

images

Harga minyak menurun lebih dari tiga persen pada akhir penjualan Jumat pagi, tertekan penguatan Dolar AS dan tindakan penguncian COVID-19 baru di China menambah kekhawatiran bahwa inflasi yang tinggi dan peningkatan suku bunga akan mengurangi permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman di bulan Oktober kehilangan 2,95 Dolar AS atau 3,4 persen, menjadi menetap di 86,62 Dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman di bulan November menurun 3,29 Dolar atau 3,5 persen, menjadi ditutup pada 92,37 Dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

Kekhawatiran bahwa ekonomi global yang melambat akan mengurangi permintaan bahan bakar terus membebani pasar.

Aktivitas pabrik Asia menurun pada bulan Agustus karena pembatasan nol-COVID China dan tekanan biaya terus merugikan bisnis, sebuah survei menunjukkan pada Kamis, mempersuram prospek pemulihan rapuh di kawasan itu.

Pusat teknologi China Selatan, Shenzhen, memperketat pembatasan COVID-19 karena kasus terus melonjak. Acara besar dan hiburan dalam ruangan ditangguhkan selama tiga hari di distrik terpadat di kota itu, Baoan.

Peningkatan tajam dalam Dolar AS juga menghadirkan hambatan. Indeks Dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,93 persen menjadi 109,6940 pada akhir penjualan Kamis (1/9/2022). Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.

Indeks Dolar menyentuh level tertinggi 20 tahun setelah data AS menunjukkan ekonomi yang kuat, memberi Federal Reserve lebih banyak ruang untuk meningkatkan suku bunga. Greenback yang lebih kuat membuat minyak yang dihargakan dalam Dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“China melakukan putaran penguncian COVID lainnya di terminal ekspor utama,” kata Dennis Kissler, wakil presiden senior penjualan di BOK Financial seperti dikutip Reuters, yang bersama dengan “Dolar AS yang sangat kuat menyebabkan likuidasi dana lebih lanjut dalam minyak mentah berjangka,”

Pedagang juga mencerna data stok bahan bakar AS. Badan Informasi Energi AS melaporkan Rabu bahwa persediaan minyak mentah negara itu menurun 3,4 juta barel selama pekan yang berakhir 26 Agustus. Analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan penurunan 1,8 juta barel dalam pasokan minyak mentah AS.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now