Pasar Sambut Rencana Kenaikan Suku Bunga Bank Sentral Eropa

aa4f0634-d053-4263-b01c-bfbfd36102e4_169

Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya disaat US Market tutup karena libur Juneteenth National Independence Day tadi malam. Pelemahan ini dipicu oleh rencana kenaikan suku bunga acuan di Uni Eropa yang disampaikan oleh Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) – Christine Lagarde. Meskipun sentimen terhadap dolar relatif masih positif dengan Gubernur Fed – Christopher Waller yang senada dengan Ketua Fed menepis peluang terjadinya resesi di AS, dengan mengatakan hal tersebut terlalu di besar-besarkan. Waller juga mengatakan adanya peluang kenaikan 75 bps berikutnya pada bulan Juli yang akan datang jika kondisi ekonomi sesuai yang diharapkan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Fed paska pertemuan moneter pekan lalu yang mengatakan akan menaikkan suku bunga secara expeditiously. Yang artinya Fed akan bertindak secepat mungkin selaras dengan fundamental ekonomi terbaru. Sementara Gubernur Fed Cleveland – Loretta Mester juga senada menyatakan di AS tidak akan terjadi resesi dengan kebijakan moneter yang dapat menghindari hal tersebut. Meskipun Mester mengakui pertumbuhan ekonomi melambat dibawah tren yang diharapkan Fed sehingga perlu menurunkan target GDP untuk tahun ini dan tahun depan. Federal Reserve cabang New York juga menurunkan laporan dari permodelan ekonomi yang menunjukkan peluang terjadinya soft landing dengan GDP selama 4 kuartal walau diturunkan namun relatif masih positif.  Gubernur Fed St. Louis – James Bullard juga mengakui bahwa inflasi masih cenderung naik dalam waktu yang lebih lama dari perkiraan. Hari ini akan dirilis data sektor perumahan dan juga pidato dari Gubernur Fed Cleveland juga dijadwalkan akan memberikan pidato malam ini. Sedangkan Ketua Fed – Jerome Powell akan memberikan testimoni di depan Senat esok hari.

Euro bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan optimisme akan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mencegah terjadinya fragmentasi. Hal ini harus dilakukan sebelum perubahan kebijakan moneter yaitu kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Juli mendatang. Presiden ECB – Christine Lagarde dalam pidato semalam secara jelas mengungkapkan rencana kenaikan suku bunga Uni Eropa sebanyak 25 bps. Inflasi diperkirakan masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu sehingga ECB masih akan melanjutkan dengan kenaikan berikutnya pada pertemuan moneter di bulan September yang akan datang. Sentimen positif lainnya adalah hilangnya kekhawatiran isu politik di Prancis setelah Presiden Emmanuel Macron berhasil mengamankan posisi mayoritas di parlemen setelah mendapat dukungan koalisi. Tentu saja kondisi ini menjadi sentimen positif untuk stabilitas di kawasan ini. Hari ini akan dirilis data neraca berjalan.

Poundsterling juga rebound terhadap dolar dipicu oleh komentar dari pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) yang mendukung kenaikkan suku bunga lebih banyak lagi. Anggota voting komite kebijakan moneter BOE – Catherine Mann kemarin mengatakan perlunya kenaikan suku bunga lebih tinggi dari saat ini dikarenakan pelemahan mata uang GBP turut berperan mendorong inflasi. BOE sendiri dalam pertemuan moneter pekan lalu menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps dan masih akan terus bertindak dengan kekuatan penuh jika diperlukan. Mann merupakan salah satu dari 3 suara voting kenaikan suku bunga 50 bps pada pertemuan tersebut. Spekulasi dipasar mengindikasikan kenaikan suku bunga 50 bps pada pertemuan moneter BOE selanjutnya pada bulan Agustus mendatang. Hari ini akan dirilis data Industrial Order Expectations dan pidato dari Ketua ahli ekonomi BOE – Huw Pill dan anngota voting MPC lainnya – Silvana Tenreyro.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now