Pergerakan Emas Cenderung Stabil Pasca Inflasi

(© zentilia/stock.adobe.com)

Harga tembaga sedikit meningkat pada Senin pagi. Data ekonomi menunjukkan China terus mengakumulasi Logam merah meskipun terjadi perlambatan di sektor manufaktur, sementara Emas tetap stabil menjelang data inflasi utama AS yang akan dirilis pekan ini.

Harga Tembaga meningkat tipis 0,2 persen di USD3,556. Sementara impor keseluruhan China tumbuh lebih lambat pada bulan Juli, data bea cukai menunjukkan laju pembelian tembaga negara itu tetap stabil.

Tembaga dan produk tembaga yang diimpor ke negara itu menyentuh 463.693,9 ton pada Juli, dibandingkan dengan 424.280,04 ton tahun lalu, Reuters melaporkan.

Data ini kontras dengan tren yang menunjukkan penurunan aktivitas manufaktur China. Tetapi China mencatat rekor surplus penjualan pada Juli, didukung oleh ekspor yang kuat karena permintaan luar negeri untuk barang-barang manufakturnya tetap kuat.

Harga tembaga telah mengalami penurunan sejak pekan lalu, di mana sejumlah pembacaan aktivitas industri yang melemah dari seluruh dunia mendorong kekhawatiran atas permintaan yang lesu. Aktivitas pabrik China tanpa diduga berkontraksi pada bulan Juli. Tetapi tren ini dapat berubah dalam beberapa bulan mendatang karena banyak bagian negara keluar dari pembatasan terkait COVID.

Angka ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan juga menopang Dolar, menekan sebagian besar harga logam. Pembacaan tersebut melihat investor meningkatkan ekspektasinya terhadap peningkatan suku bunga besar oleh Federal Reserve bulan depan.

Fokus kini beralih ke data inflasi utama AS, yang akan dirilis pada hari Rabu, untuk mencari isyarat lanjutan mengenai kebijakan moneter. Angka yang lebih kuat dari perkiraan kemungkinan akan memaksa The Fed meningkatkan suku bunga pinjaman besar – langkah yang akan merugikan harga logam.

Di antara logam mulia, harga Emas tetap stabil meski Dolar meningkat, akibat tumbuhnya kekhawatiran atas resesi global. Logam kuning diuntungkan dari peningkatan permintaan safe haven minggu lalu, karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China.

Emas Spot sebagian besar tidak berubah di sekitar USD1.775/oz, sementara Emas berjangka stabil di bawah USD1.900. Permintaan Emas diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang oleh ketidakpastian atas skala menaiknya suku bunga AS.

Platinum menurun 0,8 persen, sementara Perak bergerak turun 0,3 persen. Lebih lanjut, Nikel berjangka ditutup meningkat 1,18 persen di 22.480,00 hingga penjualan Sabtu, Timah menurun 0,38 persen ke 24.456,00 di ICE London pada penutupan Jumat.

Lainnya, Karet menyentuh 152,80 pada penutupan Jumat di Singapura, Batubara Newcastle

 di ICE London berakhir di level 362,00, dan Kakao AS merosot 1,88 persen di 2.306,00.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now