Rencana kenaikkan suku bunga acuan Fed masih menjadi penggerak pasar

Feature-article-banking-financial-services-industry-overview

Dolar terus cenderung menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan ekspektasi pasar akan langkah moneter Fed yang lebih agresif pada pertemuan moneter pekan depan. Optimisme ini semakin tinggi setelah rilis data sektor tenaga kerja yang cukup positif pekan lalu. Sehingga menjadi sentimen positif untuk mata uang dolar. Sebagian besar pejabat Fed termasuk Ketua-nya Jerome Powell sudah berkomitmen akan kenaikan 50 bps pada 2 pertemuan moneter di bulan ini dan bulan Juli mendatang. Sementara peluang untuk kenaikan 50 bps berikutnya di bulan September tetap terbuka dengan dukungan dari Gubernur Fed Cleveland – Loretta Mester. Sedangkan pejabat lainnya masih belum memberikan komentar peluang tersebut pada pertemuan moneter di bulan September yang akan datang. Semua tergantung dari angka inflasi yang diharapkan sudah mencapai puncaknya dan akan berangsur menurun seiring dengan kenaikan suku bunga acuan Fed. Pemulihan ekonomi secara global diharapkan berangsur membaik seiring dengan dihapuskannya lockdown di China serta normalisasi supply gas di beberapa wilayah di Uni Eropa. Selain itu komitmen OPEC+ untuk meningkatkan kapasitas produksi juga diharapkan akan kembali menekan harga minyak mentah yang meningkat tajam paska invasi Rusia di Ukraina. Dan diharapkan akan dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat sejalan dengan pemulihan global tersebut. Hari ini akan dirilis data defisit neraca perdagangan dengan perkiraan semakin berkurang. Dan juga pidato dari Menteri Keuangan – Janet Yellen.

Euro terus melemah terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) di hari Kamis nanti. Dengan agenda utama adalah mengakhiri stimulus moneter berupa program QE serta mempersiapkan kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan moneter berikutnya. Selain agenad tersebut diperkirakan ECB akan menurunkan target pertumbuhan ekonomi dan indikator ekonomi lainnya disebabkan oleh krisis energi akibat embargo minyak dan gas dari Rusia. Seiring dengan data fundamental ekonomi yang akhir-akhir ini cenderung menurun di kawasan ini. Sehingga  menjadi sentimen negatif untuk mata uang Euro. Setelah kemarin absen data ekonomi, hari ini akan dirilis data Factory Order di Jerman dan data kepercayaan investor di Uni Eropa dari Sentix.  

Poundsterling bergerak menguat terhadap dolar paska hasil voting mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Perdana Menteri – Boris Johnson justru semakin mengukuhkan posisinya. Dengan kemenangan sebanyak 211 dibandingkan dengan 148 suara sebaliknya. Mosi tidak percaya ini dilakukan secara internal diantara Partia Konservatif dimana PM Johsosn bernaung. Dengan dari sebagian besar anggota partainya, dikhawatirkan akan membuat PM Johnson akan bersikap lebih keras perihal negosiasi perbatasan Iralndia Utara dengan piihak Uni Eropa dan juga akan semakin melonggarkan stimulus fiskal untuk mendukung posisinya tersebut. Jika demikian maka hal ini justru akan menjadi sentimen negatif untuk mata uang GBP.  Data Retail Sales monitor dari BRC hanya sedikit lebih baik dari periode sebelumnya namun masih jauh meleset dari perkiraan. Data selanjutnya berupa PMI di sektor jasa akan dirilis malam ini.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now