US Market Kembali Normal & Bank Sentral Australia (RBA) Akan Mengumumkan Hasil Pertemuan Moneternya

finance


Dolar sempat terkoreksi namun berakhir stabil terhadap mata uang lainnya seiring dengan liburnya pasar AS karena merayakan hari kemerdekaan 4 Juli. Permintaan akan safe haven tetap tinggi ikut termasuk dolar dikarenakan oleh kekhawatiran akan adanya potensi akan terjadinya resesi yang semakin meningkat. Hal ini tercermin dari yield obligasi 10 tahun pemerintah AS yang turun hingga 25 bps di akhir pekan lalu yang merupakan penurunan terbanyak sejak Maret 2020 lalu. Meski demikian Fed masih menilai ekonomi AS masih mampu menahan kenaikan suku bunga acuan yang direncanakan dan resiko resesi ini dapat dihindarkan. Hal ini diyakini didasarkan sektor tenaga kerja yang cukup stabil. Dengan logika tersedianya lapangan kerja di asosiasikan dengan pendapatan yang bertambah dan pendapatan dikaitkan dengan konsumsi barang dan jasa yang semakin meningkat. Dari laporan mingguan klaim pengangguran diperoleh moving average yang sudah menyentuh level terendah 3 bulan lalu dan sudah naik sebanyak 30%. Rata-rata penambahan lapangan kerja dari laporan Non-Farm Payroll (NFP) tumbuh sebanyak 488K setiap bulannya. Tapi perkiraan NFP jumat nanti diperkirakan hanya menambahkan 250K lapangan kerja yang merupakan penambahan terendah sejak akhir tahun 2020 lalu. Tentu saja target utama Fed adalah menekan inflasi yang masih terlalu tinggi dengan kenaikan suku bunga. Spekulasi akan kenaikan suku bunga acuan 75 bps pada pertemuan moneter di akhir bulan ini mencapai 85% dan masih akan terus menaikkan suku bunga hingga mencapai antara 3.25% sampai 3.50% di akhir tahun ini. Inflasi diperkirakan akan mereda baru kemudian Fed diperkirakan akan mulai memangkas kembali suku bunga di tahun 2023 mendatang. Untuk lebih jelasnya pasar masih menunggu rilis nota minuta pertemuan moneter FOMC di awal Juli lalu yang akan dirilis esok hari. Hari ini akan dirilis data Factory Order. Sementara itu pasar juga menunggu hasil pertemuan moneter dari Bank Sentral Australia (RBA) hari ini yang diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga lebih lanjut. Gubernur RBA – Philip Lowe menepis kenaikan agresif 75 bps dengan mengatakan pertemuan kali ini hanya mendiskusikan kenaikan 25 bps atau 50 bps.

Euro sempat bergerak menguat terhadap dolar sebelum akhirnya kembali ke level semula seiring dengan permintaan safe haven karena kekhawatiran akan resesi global. Ekonomi yang masih rentan masih menjadi sentimen negatif seiring dengan masih berlangsungnya perang di Ukraina yang menyebabkan tingginya harga energi dan bahan pangan. Namun inflasi yang mencapai rekor tertinggi akan membuat Bank Sentral Eropa perlu menaikkan suku bunga untuk pertama kali dalam 1 dekade terakhir. Laju kenaikan suku bunga antara Fed dan ECB dalam merespon tingginya inflasi yang berbeda membuat reaksi pasar juga berbeda. Dengan ECB hanya diharapkan akan menaikan suku bunga hanya 25 bps pada pertemuan moneter di 21 Juli nanti. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor jasa dan pidato dari sejumlah pejabat ECB.

Poundsterling juga sempat naik terhadap dolar maupun Euro oleh ekspektasi akan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) yang lebih optimis dengan kelanjutan kenaikan suku bunga di Inggris. Walaupun pertemuan moneter MPC – BOE baru akan dilaksanakan pada 4 Agustus mendatang dan BOE sudah menaikkan suku bunga sebanyak 5x sejak Desember tahun lalu. Spekulasi di pasar bahkan memperkirakan BOE akan melangkah lebih agresif dengan kenaikan 50 bps pada pertemuan moneter mendatang. Namun inflasi masih cenderung terus meningkat sehingga BOE diharapkan akan terus melanjutkan kenaikan meski ekonomi domestik Inggris mengalami pelambatan. Ketua Ahli ekonomi BOE – Huw Pill beberapa waktu lalu juga mendorong BOE untuk menaikkan suku bunga yang lebih agresif guna secepat mungkin menekan inflasi. Hal serupa juga disampaikan oleh sesama pejabat BOE – Catherine L Mann. Keduanya pekan ini akan berpidato pada waktu dan tempat berbeda, namun kedua komentar dari pejabat BOE ini akan dicermati oleh pasar untuk mengetahui peluang kenaikan 50 bps pada pertemuan di bulan Agustus mendatang. Fundamental ekonomi dan politik masih cenderung negatif untuk GBP dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi masih akan turun dan potensi konflik dengan Uni Eropa dan ancaman referendum independen Skotlandia akan memecahkan persatuan Inggris Raya. Hari ini Gubernur BOE – Andrew Bailey dijadwalkan akan berpidato dan juga data PMI sektor jasa. BOE juga akan merilis laporan stabilitas keuangan di Inggris hari ini.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now