US Market Tutup Libur Thanksgiving, Pasar Eropa Juga Tidak Banyak Data

stocks3

Dolar berlanjut melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan nota minuta pertemuan moneter Fed bulan lalu yang menunjukkan sebagian besar anggota voting FOMC sepakat untuk menurunkan laju kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Hal ini semakin memperkuat argumen akan langkah Fed pada pertemuan moneter selanjutnya tidak akan lagi se-agresif sebelumnya setelah 4 kali kenaikan 75 bps pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kenaikan yang cukup tinggi dalam jangka waktu terpendek dalam sejarah Fed. Dalam nota tersebut pejabat Fed sudah cukup puas dengan kenaikan tersebut dan mulai mempertimbangkan untuk kenaikan yang lebih sedikit pada pertemuan berikutnya. Selain itu juga ada kekhawatiran jika suku bunga acuan terlalu cepat naik akan beresiko pada pertumbuhan ekonomi dan stabilitas finansial walaupun belum ada tanda-tanda perubahan inflasi yang signifikan. Data fundamental yang dirilis semalam juga cenderung negatif meski data Durable Goods Order mengalami peningkatan yang melampaui dari perkiraan dari periode bulan lalu, namun jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya terjadi penurunan ke level terendah dalam 2.5 tahun terakhir. Data PMI baik di sektor manufaktur maupun jasa semakin memburuk turun dibawah perkiraan. Data sektor tenaga kerja juga mulai menunjukkan penurunan dengan angka klaim pengangguran yang mulai meningkat. Sedangkan data dari University of Michigan menunjukkan peningkatan kepercayaan konsumen dan ekspektasi inflasi yang semakin menurun. Hari ini US Market tutup karena libur Thanksgiving. Di tempat lain Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) dalam pertemuan moneter kemarin kembali menaikkan suku bunga acuan masih tetap agresif dengan kenaikan 75 bps menjadi 4.25% sesuai perkiraan dan menjadikan anggota negara G10 dengan suku bunga acuan tertinggi.

Euro kembali menembus level 1.04 terhadap dolar setelah sempat tertekan hampir dibawah level 1.02 seiring dengan pelemahan dolar dan juga data aktivitas ekonomi yang meningkat di kawasan ini. Data PMI baik di sektor manufaktur dan jasa meningkat lebih baik dari perkiraan walaupun masih dibawah ambang 50 batas kontraksi. Namun proyeksinya cenderung naik sehingga merupakan pertanda baik bagi ekonomi di kawasan ini. Data yang sama juga meningkat untuk negara Jerman. Hari ini akan dirilis nota pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) bulan lalu yang akan memberikan petunjuk dari pandangan pejabat ECB akan kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan moneter berikutnya bulan depan. Selain itu juga akan dirilis data iklim bisnis dari IFO di Jerman

Poundsterling juga berlanjut menguat terhadap dolar dan Euro seiring dengan fundamental ekonomi di Inggris yang menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sama seperti di Uni Eropa, Data PMI baik di sektor manufaktur dan jasa meningkat lebih baik dari perkiraan walaupun masih dibawah ambang 50 batas kontraksi. Data PMI masih cenderung berada dikisaran level terbawah ditengah kondisi ekonomi di Inggris  yang sedang terpuruk karena resesi. Dengan kondisi seperti ini dan inflasi yang masih terus cenderung naik membuat Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan masih akan terus menaikan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Ahli Ekonomi – Huw Pill dalam pidato semalam. Meski peluang kenaikan suku bunga acuan berikutnya tidak akan seagresif sebelumnya dengan kenaikan hanya 50 bps. Hari ini akan dirilis data Industrial Order dari CBI dan juga pidato dari sejumlah pejabat BOE termasuk Huw Pill lagi, kemudian ada Wakil Gubernur BOE –  David Ramsden dan anggota eksternal BOE – Catherine Mann.

WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now