Weekly Newsletter Ed. 107

financial-center-2

Periode: 27 Juni - 1 Juli 2022

What to Expect from OIL?

Harga minyak mengalami turbulensi dan diperdagangkan dalam kisaran intraday yang lebar. Di hari akhir, baik WTI maupun Brent berakhir hampir tidak berubah untuk hari kedua berturut-turut. Penundaan tak terduga dari kumpulan data Inventaris Minyak Mentah AS karena masalah teknis kemungkinan memainkan peran utama yang membuat penutupan netral karena data tersebut adalah salah satu yang paling dipantau secara ketat di bidang energi global.

Melihat grafik berjangka masing-masing, baik Brent maupun WTI masih sangat berlawanan, menunjukkan bahwa pasokan minyak yang cepat tetap seketat sebelumnya, bahkan saat harga di seluruh grafik turun. Meningkatnya kekhawatiran resesi tampaknya mendorong tekanan jual dari posisi “long” spekulatif yang berat di kedua kontrak, bahkan seperti di dunia nyata, ketatnya energi sama nyatanya dengan sebelumnya.

Gambaran teknikal WTI jauh lebih soft, pasca ditutup di bawah garis support 2022 di 106.30 dan DMA 100 di 105.50 per barel. Gagalnya penembusan di low mingguan 101.50 dapat memicu kapitulasi oleh spekulatif buyer yang menggerakkan WTI di bawah $100 per barel.

Laporan data minyak yang paling dicermati di dunia tidak dirilis minggu lalu karena masalah listrik. Harga minyak naik lebih tinggi di hari Jumat dan membatalkan penurunan di awal pekan lalu. Perkiraan awal menunjukkan peningkatan stok minyak mentah terbesar dalam 4 bulan terakhir. EIA berharap untuk menjelaskan lebih banyak tentang hal tersebut di hari Senin. (marketpulse, oilprice)

(Lagi) Perkiraan Resesi AS Bisa Lebih Cepat!

Deutsche Bank mengatakan ekonomi AS menuju resesi lebih cepat dari perkiraan bank sebelumnyam dan ini akan mendorong pengangguran hampir 2 poin persentase. Sejak Federal Reserve menaikkan suku bunga 75 basis poin minggu lalu, analis Wall Street mulai menurunkan perkiraan mereka untuk ekonomi AS.

Deutsche Bank Yang Pertama Memprediksi Resesi AS

Deutsche Bank adalah bank besar pertama yang memprediksi resesi AS di bulan April. Hal ini kemudian diikuti oleh yang lainnya seperti Nomura, dan lebih banyak analis sejak saat itu yang mengatakan penurunan ekonomi yang parah dan berkelanjutan adalah kemungkinan yang berbeda.

Jalur kenaikan agresif oleh Fed berarti ekonomi akan melambat lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, kata ekonom Deutsche Bank dalam sebuah catatan kepada klien yang diterbitkan hari Jumat dan terlihat oleh Insider di hari Selasa.

Ekonomi AS Menyusut

Ekonomi AS diperkirakan akan menyusut pada tingkat tahunan sebesar 3.1% di Q3 2023, lalu kemudian sebesar 0.4% di Q4 menurt Deutsche Bank. Secara keseluruhan, bank Jerman memperkirakan ekonomi AS akan melambat, dan tumbuh hanya 0.7% saja di 2023, dibandingkan dengan 2022.

“Lebih dari dua bulan lalu, kami memperkirakan bahwa ekonomi AS akan mengarah ke resesi di akhir tahun 2023,” menurut tim Deutsche, yang dipimpin oleh kepala ekonom AS Matthew Luzzetti.

“Sejak saat itu, The Fed telah melakukan jalur kenaikan yang lebih agresif, kondisi keuangan yang menguat tajam, dan data ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang jelas.”

Mirip Kejadian 1990-an dan 2000-an

Deutsche Bank memperkirakan bahwa saat ekonomi AS melambat, pengangguran akan meningkat secara tajam dari level 3.6%, di mana telah bertahan selama 3 bulan terakhir. Pengangguran diperkirakan akan mencapai puncaknya 5.5% di tahun 2024.

Luzzetti dan rekan-rekannya mengatakan situasi ini akan mirip dengan penurunan awal 1990-an dan 2000-an. Ada konsensus berkembang bahwa Fed harus tiba-tiba memperlambat ekonomi karena berupaya mengatasi inflasi.

Inflasi Di Pusaran Politik AS

Ada dua perhatian utama The Fed, Politis dan Publik, yaitu harga pangan dan energi. Politisi tahu bahwa mereka harus menurunkan inflasi menjelang pemilihan November dengan segala cara. Setelah inflasi menurun, pemerintahan yang berkuasa saat ini akan menyatakan kemenangan, dan The Fed akan berhenti menaikkan suku bunga. Saat itulah pemerintah mengakui resesi dan mengumumkan RUU Infrastruktur. Tujuannya adalah menghidupkan kembali ekonomi, sementara The Fed bertransisi ke sisi dovish dan mempertimbangkan penurunan suku bunga dari pengetatan yang berlebihan.

Strategi Jangka Menengah

Anda tentunya ingin terus mengurangi posisi “long” di pasar ekuitas yang berlebih saat mengambil posisi “short” di indeks seperti Nasdaq. Di situlah teknologi dan perusahaan kecil tetap dan paling terpengaruh oleh biaya pinjaman yang lebih tinggi. Di saat bersamaan, perusahaan dari tahun ke tahun akan menunjukkan penurunan yang signifikan saat laporan putaran pendapatan berikutnya keluar. Lalu, Anda akan menggunakan lonjakan suku bunga ini untuk membangun posisi buy di Emas dan Treasury AS

(businessinsider, kitco)

Weekly Technical Outlook

FOREX

EURUSD: Posisi Weekly ditutup dengan formasi Morning Star yang seharusnya mulai timing untuk naik. Tapi sayang posisi candle ketiga tidak cukup ideal untuk menjadi konfirmasi yang bullish kuat. Jadi, kenaikan diragukan bisa berlanjut lebih tinggi. Tapi fundamental akan fokus pada pernyataan dari Presiden ECB Christine Lagarde di Forum Bank Sentral. Jika Lagarde cukup hawkish untuk Juli dan jelaskan alur kenaikan suku bunga ECB, maka Euro bisa terdorong naik lebih dulu. Tapi jika pernyataan Lagarde tidak terlalu hawkish, maka Euro berpeluang kembali turun. Di sisi lain, teknikal cenderung berada di dekat support historical yang seharusnya tidak ditembus dalam waktu dekat, sehingga ekspektasi kami Euro akan terlihat berusaha keras naik tembus resistance lebih dulu. Tapi sayang, kenaikan kemungkinan akan terhalau di kisaran resistance 1.0769 sebagai neckline. Kalau bisa tembus, maka Double Bottom konfirm di Weekly. Tapi jika tidak, maka potensi penurunan bisa lebih dalam, terutama jika tembus support historical 1.0347.

Resistance :  1.0658, 1.0786, 1.0935   

Support :  1,0468, 1.0352, 1.0165

Outlook :  Bullish

INDEKS SAHAM ASIA

Hang Seng: Daily ditutup oleh Bullish candle, yang juga diperkuat oleh Bullish Candle di Weekly chart. Posisi ini akan menguntungkan bagi bullish jika resistance 21881 berhasil ditembus. Tapi data ekonomi China akan menjadi sorotan. Jika data cukup bagus, bullish semakin kuat. Jika data jelek, maka kondisi bisa berbalik 180 derajat menjadi bearish, dan waspadai jika sampai tembus di bawah 20593!

Resistance :  21880, 21948, 22543

Support : 21214, 20841, 20570

Outlook : Bullish

NIKKEI: Arah Nikkei tetap bergantung juga dengan kondisi Nasdaq. Tapi jika dilihat alurnya, seharusnya kenaikan di Nikkei terbatas dengan posisi long black candle sebelumnya menunjukkan resistance 26889 yang menjadi tameng. Support 26100 akan menjadi pemicu untuk pola lanjutan penurunan. Pola besarnya adalah Double Top. Tapi untuk tembus neckline butuh perjalanan panjang hingga 25539. Penurunan panjang akan membuka peluang untuk hal tersebut. Apalagi jika Wall Street tetap dalam posisi kekhawatiran resesi yang lebih cepat.

Resistance :  26889, 27145, 27275

Support : 26490, 26123, 25765

Outlook : Bearish

CFD

Dow Jones: Bullish Engulfing muncul di grafik Weekly dan memberikan harapan kenaikan berkelanjutan. Resistance 32132 akan menjadi area wajib diawasi, tapi bukan satu-satunya resistance yang harus diwaspadai. Trendline berada di 33364 sebagai pemicu reversal bullish yang lebih kuat. Tapi jika kekhawatiran resesi kembali muncul, ini akan kembali menjadi kegagalan bagi bullish berlanjut. Sejauh ini pasar melihat keraguan pada Fed untuk melanjutkan program pengetatan moneternya. Dan alhasil membuat Dow terdorong naik dengan mudah. Penurunan di bawah 30000 akan membuka peluang bearish lebih leluasa dan mendominasi jauh lebih intens. Next Support 29482 akan menjadi titik kritis bagi bearish, dan sekali tembus akan membuat penurunan lebih tajam dan lebih cepat. Tapi pernyataan Powell di ECB Forum juga akan menjadi pemicu pergerakan, terutama jika kembali menyatakan keyakinannya terhadap ekonomi AS, dan kembali menegaskan kenaikan suku bunga agresif, maka Dow akan kembali berbalik turun dengan cepat. Jadi, waspada saat mendekati momen di mana Powell memberi pernyataan. Selain itu data GDP dan PCE juga menjadi salah satu indikasi kondisi ekonomi AS.

Resistance :  31894, 32132, 32428

Support :  30954, 30480, 30205

Outlook : Bullish

CRUDE OIL: Candle weekly ditutup oleh Hammer dan memberi harapan pembukaan senin untuk kembali naik di atas 110. Sayangnya kondisi ini masih harus dipastikan apakah sentimen bisa berlanjut lebih tinggi atau tidak. Dikhawatirkan kondisi market yang belum stabil dan kekhawatiran resesi membuat permintaan terganggu, dan minyak kembali turun. Di sisi lain, Daily membentuk pola formasi Morning star yang cukup menjanjikan bagi bullish. Itu sebabnya posisi bullish di hari Senin sangat wajar di sisi teknikal. Namun, di H4 kita masih memiliki pengawasan terhadap kondisi Elliott Wave yang kemungkinan masih bisa kembali rejection di resistance dan menguji kembali area support 102/103 dalam waktu dekat. Ketatnya pasokan dan gangguan demand karena kekhawatiran resesi masih menjadi tema di pasar minyak. Jadi, volatilitas diperkirakan masih akan tetap lebar smeinggu ke depan.

Resistance : 109.71, 111.21, 115.00

Support : 105.83, 103.23, 98.21

Outlook : Bullish

FOREXLATESTEND OF LAST WEEK3-MONTHS AGO1-YEAR AGO
GBPUSD1.22751.22191.31401.3831
EURUSD1.05541.04951.10691.1860
USDJPY135.20134.96121.70111.10
AUDUSD0.69410.69350.74850.7500
COMMODITIES
XAUUSD1825.601839.401937.301770.00
CLSCID107.05110.38101.1673.43
INDEKS SAHAM
DJI31467299333469634434
HSI21593209952198628627
NKI26770260102768528685
KSP312.30319.70365.70438.75
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now