Weekly Newsletter Ed. 108

nfp-week

Periode: 4 - 8 Juli 2022

What to Expect from OIL?

Harga minyak bergerak lebih tinggi di tengah gangguan pasokan. Pergerakan ini memangkas kenaikan selama beberapa hari terakhir. OPEC+ memilih untuk meningkatkan produksi sebesar 648K lagi di bulan Agustus tapi tidak berkomentar lebih dari itu. Ada ketidakpastian menyelimuti sisi pasokan kembali. Tapi bukan berarti kelompok tersebut telah memenuhi janji-janji sebelumnya. Presiden Biden kemungkinan bisa meyakinkan Arab Saudi dan lainnya untuk memanfaatkan kapasitas cadangan yang mereka miliki selama perjalanannya ke Timur Tengah bulan ini meskipun upaya sebelumnya belum menampakkan hasil.

Pemadaman di Libya sebagai force majeure terjadi di pelabuhan Es Sider dan Ras Lanuf, dan ladang minyak El Feel, yang berarti ekspor telah turun sekitar dua pertiga dibandingkan dengan biasanya. Sementara di Norwegia, aksi mogok minggu depan diperkirakan bisa menekan produksi sekitar 4%. Pasar yang ketat akan tetap ada dan satu-satunya kasus nyata untuk penurunan harga yang signifikan sayangnya adalah resesi yang bisa diharapkan.

(marketpulse)

Kata Powell Resesi Sangat Mungkin, World Bank Beri Peringatan

Di acara ECB Forum kemarin, ada pernyataan dari Ketua Fed Jerome Powell yang cukup menyita perhatian para pelaku pasar. Beberapa menilai ada risiko bank sentral AS akan melangkah terlalu jauh dengan siklus kenaikan suku bunganya saat memerangi inflasi, tapi menurut Powell risiko yang lebih besar adalah gagal memulihkan stabilitas harga.

Stabilitas Harga Lebih Penting

Bagi Powell risiko dalam melakukan kebijakan moneter yang terlalu jauh diyakini pasti ada. Tapi jelas kesalahan yang lebih besar adalah gagal dalam memulihkan stabilitas harga. Powell menjelaskan bahwa ancaman berat yang harus dihindari adalah transisi yang lebih permanen dari rezim inflasi rendah ke tinggi. 

Peralihan Rezim dan Berpacu dengan Waktu

AS memiliki rezim inflasi yang rendah selama bertahun-tahun. Lingkungan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada yang memperhatikan inflasi karena dianggap tidak terlalu penting. Dan saat terjadi lonjakan inflasi yang besar, The Fed dapat mengabaikannya karena biasanya hanya bersifat sementara.

Tapi saat ini, dengan serangkaian guncangan dan jam yang terus berdetak, tugas Fed untuk segera mengendalikan inflasi. Jika tidak, hal tersebut bisa menjadi terlalu mengakar.

“Memang menjadi rasional bagi orang untuk lebih memperhatikan. Dan waktu terus berjalan pada berapa lama Anda akan tetap berada dalam rezim inflasi rendah di mana sebagian besar perubahan inflasi bersifat idiosinkratik dibandingkan dengan secara luas di seluruh makroekonomi”, kata Powell. Risikonya adalah Anda mulai beralih ke rezim inflasi yang lebih tinggi. Dan tugas Fed adalah mencegah hal tersebut terjadi. Kami tidak akan mengizinkan transisi dari lingkungan inflasi rendah ke lingkungan inflasi tinggi.”

Peringatan World Bank

Kepala Bank Dunia berpikir kemungkinan perlu waktu bertahun-tahun untuk mengendalikan harga karena AS dan ekonomi lainnya menghadapi tingkat inflasi yang tidak terlihat dalam beberapa dekade. David Malpass di CBS’s Face the Nation Sunday mengatakan mungkin butuh dua tahun untuk menurunkan inflasi kembali.

Rekor inflasi dan kelangkaan komoditas utama seperti minyak, pupuk, dan gandum berarti akan sangat sulit bagi beberapa negara untuk mengindari resesi, tambah Malpass.

Pasca Fed merencanakan serangkaian kenaikan suku bunga agresif untuk membawa harga kembali ke tingkat yang wajar, Bank Dunia khawatir bahwa kenaikan suku bunga di negara maju dapat menyeret ekonomi dunia ke bawah. Malpass menyarankan agar Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell kurangi fokus pada kenaikan suku bunga dan mulai menggunakan regulasi bank sentral untuk menjinakkan inflasi.

Resesi AS Belum Terjadi, Tapi Tidak Mustahil

Untuk saat ini, Bank Dunia tidak memproyeksikan resesi di AS. Awal bulan ini, Bank Dunia memperkirakan bahwa AS tidak akan menuju resesi, dengan pertumbuhan GDP diperkirakan 2.5% untuk 2022. Bank Dunia juga memperkirakan bawha pertumbuhan global akan melambat menjadi 2.9%, turun 1.2 poin persentase dari perkiraan mereka yang dirilis Januari, dan turun 2.8 poin persentase dari perkiraan 2021 mereka sebesar 5.7% pertumbuhan GDP global. Tapi Malpass mengakui bahwa resesi di AS tidak mustahil, dan mengatakan dia tidak setuju dengan perkiraan yang menempatkan risiko resesi di AS setinggi 50%. Sementara dalam sidang Senat di hari Rabu, Powell mencatat bahwa resesi “tentu saja merupakan kemungkinan”. Survei para ekonom mengatakan 66% peluang AS jatuh ke resesi di 2023. (kitco, yahoo, fortune)

(businessinsider, kitco)

Weekly Technical Outlook

FOREX

EURUSD: Ada dua pandangan dari sisi Weekly terkait dengan penutupan candle di minggu kemarin. Jika melihat dari formasi 2 candle terakhir, maka kita bisa simpulkan itu sebagai Bearish Engulfing. Tapi jika kita libatkan kemunculannya di dalam zona support psikologis, maka kita bisa simpulkan sebagai Last Engulfing Bottom. Bedanya adalah Bearish Engulfing akan memberi dampak penurunan di minggu depan, sementara Last Engulfing Bottom berpotensi memberi ruang bagi pantulan naik yang sempat tertunda di minggu ini. Support 1.0348 akan menjadi penentunya. Jika harga terus menekan hingga tembus di bawah 1.0348, maka Bearish Engulfing berpeluang menekan lebih dalam, mulai mengancam level parity 1.0000 dalam waktu dekat. Tapi jika tetap efektif menahan, maka pantulan naik bisa membuka ruang kembalinya level 1.0500 dalam waktu dekat, sekaligus mengamankan ekspektasi kenaikan suku bunga ECB di pertemuan bulan Juli 2 minggu mendatang.

Resistance :  1.0545, 1.0658, 1.0786

Support :  1.0352, 1.0165, 1.0000

Outlook :  Neutral to Bullish

INDEKS SAHAM ASIA

Hang Seng: Daily masih memberi harapan kenaikan untuk terjadi setidaknya di awal pembukaan hari Senin. Tapi secara Weekly ada ancaman serius dari pola candle shooting star yang memungkinkan untuk menekan turun. Apalagi jika berita negatif muncul dari China sehingga membuat tekanan jual semakin dalam. Namun, jika dibandingkan dengan kondisi internal di mana kebijakan tetap longgar, maka HANG SENG bisa kembali survive di akhir pekan depan. Waspada jika penurunan tembus di bawah 20750!

Resistance :  21880, 21948, 22543

Support : 21593, 21214, 20841

Outlook : Bearish

NIKKEI: Dark Cloud Cover memprotek kenaikan sebelumnya sehingga Nikkei berpotensi kembali dalam tekanan turun. Kondisi ini sedikit bertentangan dengan kenaikan jangka pendek yang mungkin terjadi di H4 ataupun Daily. Ekspektasi penurunan di bawah 25550 masih bisa terjadi dan mengancam Nikkei secara keseluruhan. Tapi jika naik di atas 27000, maka peluang rally bisa berlanjut setidaknya ke 27400.

Resistance :  26490, 26889, 27145

Support : 26123, 25765, 25550

Outlook : Bearish

CFD

Dow Jones: Daily memiliki kesempatan untuk lanjutkan kenaikan di awal pembukaan Senin. Munculnya candle bullish dipantulan terakhir hari Jumat membuka formasi Bullish Engufling untuk mendominasi. Tapi resistance trendline di daily chart 31770 akan menghadang jalur kenaikan tersebut. Jika tidak berhasil tembus, maka peluang bearish kembali mengancam, terutama dikarenakan kemunculan candle Hanging Man di grafik Weekly. Penurunan di bawah 30500 akan membuka ruang bagi tekanan jual lebih lanjut, dan mendukung kembali sentimen pasar terhadap kekhawatiran resesi akibat siklus kenaikan suku bunga Fed yang terlalu agresif. FOMC Minutes kemungkinan akan tetap mempertegas rencana kenaikan agresif tersebut sehingga Dow dan juga mayoritas Wall Street berada kembali dalam ancaman bearish. Di sisi lain, jika kenaikan Daily berhasil melewati 31770, maka ada harapan untuk kembali naik, tapi FR 61.8% Daily di 31894 akan menjadi penentu akhir apakah kenaikan ini bisa berlanjut atau justru kembali dalam tekanan.  

Resistance :  31463, 31894, 32132

Support :  30954, 30480, 30205

Outlook : Bearish

CRUDE OIL: Piercing Pattern di Daily menjadi harapan untuk kembalinya bullish di atas 110. Tapi kondisi ini agak sedikit mengkhawatirkan karena posisi bearish masih membayangi selama kenaikan tidak mampu melebihi resistance trendline yang ada pada Daily chart. Harapan bisa didukung lebih baik jika Weekly mampu mendominasi pergerakan sepanjang minggu depan. Munculnya Inverted Hammer di Weekly menjadi pendukung bagi kondisi bullish tersebut. Tapi secara keseluruhan, kondisi bullish maupun bearish sebenarnya masih relatif berimbang. Jika kekhawatiran resesi bisa diredam, maka gangguan pasokan seharusnya bisa mendorong kenaikan lebih tinggi, dan 115/116 bisa saja ditembus. Tapi jika kekhawatiran resesi kembali menghantui, maka demand berpotensi terganggu, dan ini menjadi sinyal tekanan kembali di bawah 104/105.

Resistance : 109.71, 111.21, 115.00

Support : 105.83, 103.23, 98.21

Outlook : Bullish

FOREXLATESTEND OF LAST WEEK3-MONTHS AGO1-YEAR AGO
GBPUSD1.20901.22751.25741.3901
EURUSD1.04241.05541.05431.1872
USDJPY135.16135.20129.83109.65
AUDUSD0.68100.69410.70600.7343
COMMODITIES
XAUUSD1807.001825.601897.401813.50
CLSCID108.35107.05104.2273.78
INDEKS SAHAM
DJI310473146732396834860
HSI21744215932198625895
NKI26200267702697527520
KSP305.00312.30355.05423.95
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now