Weekly Newsletter Ed. 110

gold-and-inflation

Periode: 18 - 22 Juli 2022

What to Expect from OIL?

Harga minyak mentah melonjak setelah laporan retail sales AS yang mengesankan. Data ini mengingatkan betapa kuatnya ekonomi AS. Di sisi lain, perjalanan Presiden Biden ke Timur Tengah tampaknya tidak akan menyebabkan peningkatan pasokan minyak.

Pasar minyak sempat turun di awal pekan kemarin karena kekhawatiran kehancuran permintaan karena kekhawatiran resesi yang membayangi pasar. Jadi, dengan data retail sales AS dan sentimen konsumen Michigan yang dirilis hari Jumat kemarin, membantu membatalkan sebagian kekhawatiran tersebut.

Data ekonomi China yang melemah dan kemungkinan membaiknya situasi COVID akan membuat prospek permintaan minyak mentah mereka menjadi tanda tanya besar.

Yang menambah outlook pasar minyak menjadi rumit adalah kebangkitan kembali produksi Libya. Akan ada banyak bagian yang mencari tahu apa yang akan mendorong pergerakan besar minyak berikutnya, tapi saat ini tampaknya pasar masih terlalu ketat sehingga sulit menembus di bawah level $90.

(marketpulse)

Emas “Rontok” Dekati Historis, Inflasi Tetap Tinggi, Waktunya Beli Emas?

Logam Mulia yang sempat rally di paruh pertama kalender 2022 sudah kehilangan tenaga. Bahkan terlihat semakin dalam penurunannya dalam beberapa minggu terakhir, nyaris tidak bertahan di level psikologis utama. Pakar pasar mengatakan kenaikan suku bunga di tengah tekanan inflasi telah merusak daya tarik logam safe haven tersebut.

Kenaikan Suku Bunga Fed dan Inflasi Tertinggi

Prithviraj Kothari, Direktur Manager Riddhi Siddhi Bullions (RSBL) mengatakan bahwa pengetatan moneter oleh Federal Reserve AS membebani harga emas yang telah diperdagankan pada posisi terendah multi-bulanan belakangan ini.

Kohtari mengatakan bahwa kenaikan inflasi dan angka CPI yang sentuh level tertinggi multi-dekade selama sekitar 1 tahun merupakan penyebab serius dari kekhawatiran dan kini telah memicu agresi dalam laju kenaikan suku bunga Fed. “Namun, meningkatnya kekhawatiran resesi akan mendukung Emas dalam jangka panjang.”

Penguatan Dolar Hambat Komoditas

Dolar yang lebih kuat selalu menjadi hambatan bagi harga komoditas, terutama emas karena harganya tinggi dan mahal bagi pengguna mata uang lainnya. NS Ramaswamy, Kepala Komoditas dari Ventura Securities mengatakan emas saat ini sangat terbebani oleh korelasi terbalik penguatan dolar. Hal ini membuat pasar mengabaikan korelasi langsung dari inflasi panas yang tinggi. Pelaku pasar melihat potensi kenaikan suku bunga 75 – 100 bps dari Federal Reserve AS di pertemuan Juli.

Ramaswamy yakin bahwa indeks dolar mulai mendekati puncaknya dan berharap uang mengalir kembali ke emas. Pelaku pasar percaya The Fed akan fokus pada kekhawatiran ekonomi AS dan menghentikan kenaikan suku bunga di Q4 2022 dan Q1 2023 dan ini akan menjadi waktu bagi emas untuk rally, berkat aliran dana yang meningkat.

Turun Dalam Waktu Dekat, Peluang Buy Emas ?

Secara teknis dalam waktu dekat emas bisa kembali turun dan ini akan menjadi peluang bagi investor jangka menengah hingga jangka panjang, kata Ramaswamy yang cenderung bullish terhadap emas dalam jangka menengah.

Inflasi Tetap Tinggi dan Performa Emas

Inflasi tetap pada tingkat historis yang tinggi dan sementara investor mengharapkan inflasi akhirnya mereda, ada beberapa alasan yang cukup kuat untuk menunjukkan inflasi tetap akan tinggi, yaitu, gangguan rantai pasokan terkait komoditas yang berkepanjangan akibat pandemi dan juga perang Ukraina; dan pasar tenaga kerja yang ketat yang menyebabkan kekhawatiran bahwa upah/biaya tenaga kerja dapat meningkat lebih lanjut.

Emas secara historis berkinerja cukup baik di tengah inflasi yang tinggi. Di tahun-tahun saat inflasi lebih tinggi dari 3%, harga emas meningkat rata-rata 14%, dan di periode di mana CPI AS rata-rata lebih dar 5% y/y, emas rata-rata naik hampir 25%. Saat ini CPI AS berada di 9.1%. Emas telah mengungguli komoditas lain dalam periode inflasi yang lebih tinggi, yang saat ini belum terjadi. Namun, analisa GOLD HUB menunjukkan bahwa emas tertinggal dari komoditas lain dalam periode inflasi yang dipimpin oleh komoditas, lalu mengejar dan berhasil mengungguli selama 12-18 bulan berikutnya.

(economictimes, goldhub)

Weekly Technical Outlook

FOREX

EURUSD: Daily berhasil rebound di hari Jumat dan ditutup Bullish. Ini berarti ada kesempatan memulai pekan depan dengan kenaikan lebih dulu sebelum kembali ke sisi fundamental yang berpeluang menekan kembali. Weekly candle juga mengisyaratkan adanya reversal atau hanya sekedar koreksi. Tapi jika dikaitkan dengan momentum yang muncul di zona support psikologis 1.0000, harusnya memang memberikan dukungan kenaikan, Terlebih ada dua event yang menjadi sorotan di tanggal 21 Juli, yaitu reaktivasi Nord Stream 1 dan pengumuman kebijakan ECB. Untuk ECB, potensi kenaikan suku bunga mungkin direspon positif tapi jika Nord Stream 1 gagal dibuka, maka semakin memperkuat kecurigaan Eropa terhadap aksi balasan Rusia akibat sanksi embargo minyak Rusia oleh Eropa. Tapi jika keduanya berjalan sinkron positif, maka kenaikan bisa dipastikan mendukung kondisi teknikal yang muncul dengan hammer di Weekly candle dan Bullish secara harian.

Resistance :  1.0175, 1.0278, 1.0347

Support :   0.995, 0.9621, 0.9442

Outlook :  Neutral to Bullish

INDEKS SAHAM ASIA

Hang Seng: Weekly ditutup dengan long black candle yang menandakan strong bearish masih membayangi Hang Seng. Posisinya semakin sulit jika harga kembali tembus di bawah 20000, yang berarti pola penurunan bisa jauh lebih dalam. Tapi jika berhasil bertahan, maka kita bisa mulai melihat upaya pembentukan pola inverse H&S di grafik Weekly. Tapi untuk bisa terjadi, dibutuhkan penutupan candle berupa reversal candle minggu depan. Daily chart bisa jadi panduan apakah kenaikan bisa terjadi secara bertahap. Tetap waspada dengan kabar Covid di China yang bisa mengakibatkan pengetatan pembatasan!

Resistance :  20525, 20841, 21214,

Support : 20000, 19877, 19633

Outlook : Bearish

NIKKEI: Daily chart cukup menjanjikan setelah kenaikan hari Jumat membuka peluang tembus resistance dari ascending triangle. Tapi kondisi ini bisa gagal jika tidak terjadi penembusan, dan Weekly candle yang berada di pola Hanging Man. Tembus di atas 27500 bisa berlanjut dengan pengujian resistance weekly 27956. Tapi turun di bawah 26200 kembali bearish.

Resistance :  27145, 27435, 27900

Support :26535,  26320, 26123

Outlook : Bullish

CFD

Dow Jones: Rebound di detik-detik akhir jelang penutupan hari Jumat membuka harapan terjadinya kenaikan lanjutan minggu depan, terlebih dengan masa “blackout” di mana tidak adanya Fed speaker sepanjang seminggu ke depan. Daily resistance 31252 tepat berada di ujung pembatas penutupan Jumat. Tapi untuk lebih aman, seharusnya FR 61.8% Daily di 31894 ditembus untuk membuka peluang kenaikan berlanjut. Jika gagal, maka kenaikan akan kembali terbebani dengan potensi rejection. Di sisi lain kenaikan juga cenderung terbantu oleh redanya isu kenaikan 100 bps dari Fed setelah inflasi yang cukup tinggi minggu lalu. Retail Sales memang dirilis di atas ekspektasi, tapi pasar menilai tidak cukup tinggi jika dibanding data bulan sebelumnya. Belum lagi pernyataan dari para pejabat Fed yang meskipun hawkish, tapi mereka enggan mendukung kenaikan terlampau besar karena bisa mengakibatkan ekonomi mandeg. Euphoria ini ditanggapi positif oleh pasar yang memegang risk asset seperti saham. Weekly kurang begitu meyakinkan untuk menjadi isyarat Bullish karena ditutup oleh hanging man, sehingga jikapun terjadi kenaikan, maka kami antisipasi kenaikan tertahan di kisaran 32100/32150an.

Resistance :  31463, 31894, 32132

Support :  30954, 30480, 30205

Outlook : Bullish

CRUDE OIL: Penutupan Jumat tidak terduga bullish, dan membuka potensi pengujian area 102/104 kembali yang sempat mengalami rejection 2 minggu lalu. Jika momentum ini bisa dimanfaatkan sepanjang minggu depan, seharusnya kita bisa kembali melihat kenaikan di atas 105/107 yang merupakan strong resistance dalam 1 bulan terakhir. Jika gagal tembus, tentunya bearish kembali ambil alih. Sementara penurunan diharapkan tetap bertahan di atas 90/91. Selama kekahwatiran resesi tidak terbukti, maka oil bisa tetap naik meskipun akan lebih kuat lagi jika didukung kembalinya China di pasar. Kebijakan lockdown di China yang masih berjalan membuat permintaan cenderung tertahan, tapi gangguan pasokan itu nyata dan sampai saat ini belum teratasi. Ditambah lagi dengan konflik Rusia dengan Ukraina yang melebar ke konflik Rusia vs Barat.  

Resistance : 99.59, 102.34, 106.80

Support :  95.14, 93.53, 90.55

Outlook : Bullish

FOREXLATESTEND OF LAST WEEK3-MONTHS AGO1-YEAR AGO
GBPUSD1.18571.20341.25741.3901
EURUSD1.00751.01861.05431.1872
USDJPY138.58136.06129.83109.65
AUDUSD0.67900.68570.70600.7343
COMMODITIES
XAUUSD1705.601741.201897.401813.50
CLSCID97.56104.80104.2273.78
INDEKS SAHAM
DJI312523134932396834860
HSI20280217252198625895
NKI26935267402697527520
KSP308.25310.40355.05423.95
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now