Weekly Newsletter Ed. 113

red-hot-inflation

Periode: 8 - 12 Agustus 2022

What to Expect from OIL?

Harga minyak berakhir pada catatan yang positif setelah seminggu dipenuhi oleh kekhawatiran resesi global yang menghancurkan prospek permintaan minyak mentah. Laporan NFP yang kuat adalah berita yang disambut baik bagi ekonomi AS dan juga membantu minyak mengurangi beberapa penurunan di minggu lalu.

Eropa juga mencatat data produksi industri yang lebih baik dari perkiraan dari Jerman dan Prancis. Terlepas dari segala kekhawatiran yang tertuju pada perlambatan ekonomi global, pasar minyak masih cukup ketat.

Kenaikan dolar dan meningkatnya risiko bahwa Fed kemungkinan perlu lebih agresif dengan pengetatan kebijakan moneter membuat beberapa trader sektor energi gelisah. Arab Saudi dan UEA menghemat kapasitas minyak darurat mereka sehingga tekanan ke bawah lebih lanjut kemungkinan relatif terbatas. Pasar minyak tetap ketat dan jika pantulan yang terjadi di hari Jumat berhasil bertahan, maka harga minyak diperkirakan bisa stabil di atas level $90. (marketpulse)

Faktor Penggerak Pasar Saham dan Emas, Inflasi Makin “Seram”?

Munculnya permintaan baru terhadap dolar AS kemungkinan dapat menghapus tekanan yang diciptakan oleh ECB, BOE dan juga bank sentral lainnya terhadap mata uang AS. Minggu lalu menjadi salah satu minggu yang sepenuhnya milik bullish bagi pasar saham. Dalam semua sesi perdagangan minggu lalu, bearish memang berusaha keras untuk membuat tekanan tapi setiap kali ditekan, setiap kali itu juga kenaikan berhasil memulihkan. Meskipun besarnya kenaikan mingguan relatif kecil, tapi arahnya tetap positif.

Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu teratas dan bisa mendikte pasar saham minggu depan :

Data Inflasi AS

Data Inflasi akan mengatur arah pasar global untuk beberapa minggu ke depan. Jika angkanya dirilis lebih buruk dari yang diharapkan, maka kita dapat melihat volatilitas karena Fed AS diperkirakan akan terus di sisi hawkish. Sementara di sisi berlawanan, jika inflasi mereda di AS, maka kita akan dapat melihat konfirmasi bahwa Fed dapat sedikit longgar di paruh kedua tahun ini. – Sonam Sirvastava, Pendiri Wright Research.

Indeks Dolar

Dolar telah pulih dari level support 105 dan berpotensi memberi tekanan pada pasar ekuitas global. Pembelian baru dalam dolar AS dapat menghapus tekanan yang diciptakan oleh ECB, BOE maupun bank sentral lainnya terhadap mata uang AS – Anuj Gupta, Wakil Presiden-Riset di IIFL Securities

Isu AS-China-Taiwan

Ketegangan baru antara AS-China–Taiwan juga telah menyebabkan kekhawatiran bagi pasar. Oleh karena itu, perkembangan krisis geopolitik  akan menjadi pemicu besar bagi pasar – Sonam Srivastava dari Wright Research.

Fed Speaker

Kita akan mendengar pernyataan dari 2 pejabat penting Fed minggu depan yang akan menyoroti jalur kebijakan moneter ke depan. Setiap kalimat ber-nada hawkish dari pejabat Fed dalam pidatonya akan memicu pembelian baru dalam dolar AS dan memicu aksi jual di pasar ekuitas – Anuj Gupta, IIFL Securities.

Harga Emas Di antara Ketegangan Geopolitik dan NFP Yang Kuat

Karena meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan juga dampak dari eskalasi ketegangan AS-China, harga emas berhasil melonjak minggu lalu ke level tertinggi 1 bulan. Tapi kemudian harga berakhir di $1774 per ounce setelah nyaris menguji level $1800. Menurut para ahli di pasar komoditas, outlook secara keseluruhan untuk harga emas adalah positif tapi profit taking pasca rebound index dolar kemungkinan ditunggu secara luas dan spot emas diharapkan bergerak di kisaran $1750 – $1720 per ounce. Ini berarti area 1750-an akan menjadi level yang cukup baik untuk menjadi area buy bagi investor emas.

Pakar di Religare mengatakan bahwa komentar hawkish dari pejabat utama Fed minggu depan mendorong taruhan untuk kenaikan suku bunga yang lebih tajam tahun ini dan mendorong minat beli dolar pada tingkat yang lebih rendah. Sorotan utama lainnya adalah keputusan suku bunga BOE di mana mereka menaikkan suku bunga utama sebesar 50 bps menjadi 1.75%, yang tertinggi sejak Desember 2008. Bank sentral memberikan sinyal suramnya ekonomi Inggris di balik harga energi yang tinggi dan mengindikasikan tekanan harga yang meningkat sepanjang kuartal terakhir tahun ini dan sebagian besar di 2023. Hal ini tentunya mendukung minat terhadap emas dari investor yang mencari perlindungan di emas sebagai safe haven.

(livemint)

Weekly Technical Outlook

FOREX

EURUSD: Weekly candle ditutup oleh spinning tops, yang berarti pula indecision candle, atau bisa diartikan pula sebagai kondisi pasar yang sedang dalam fase “wait and see”. Ini dikarenakan kenaikan di 2 minggu terakhir tertahan di zona resistance 1.0300. Bahkan untuk 3 minggu beruntun, high tertahan di 1.0277, 1.0257 dan 1.0293 yang berada tipis dari zona resistance tersebut. Ekspektasi berikutnya berarti penurunan, meskipun penurunan selanjutnya justru akan ditentukan dari keberhasilan tekanan di bawah 1.0100 untuk menutup candle minggu depan dengan bearish, sehingga potensi penurunan lebih lanjut akan berjalan di minggu berikutnya. Tapi jika kenaikan yang berhasil mendominasi, hingga tembus di atas 1.0300, maka Euro akan menemukan dorongan penguatan hingga menantang target resistance berikutnya 1.0462 high dari candle weekly 4 minggu lalu, sebagai resistance kuat berikutnya. Tidak ada data seharusnya positif untuk Euro, tapi kendala di pasokan gas dan potensi penguatan dolar minggu depan mengancam euro.

Resistance :  1.0278, 1.0347, 1.0449

Support :   1.0129, 0.9951, 0.9621

Outlook :  Bearish

INDEKS SAHAM ASIA

Hang Seng: Kabar bagusnya adalah weekly candle ditutup oleh hammer dan seharusnya menguatkan peluang bullish minggu depan. Tapi Daily menunjukkan kenaikan tersebut hanya sebagai pullback pasca tembusnya support trendline 1 bulan lalu. Ketegangan China-Taiwan mungkin tidak berdampak panjang, tapi masih ada hambatan. Belum lagi dampak lainnya seperti kebijakan zero covid China dan masalah properti. Bullish akan sangat kuat jika mampu tembus di atas 20600, dan cenderung lemah jika tetap di bawah 20500.

Resistance :  20200, 20585, 20960

Support : 19877, 19633, 19470

Outlook : Bearish

NIKKEI: Secara candle, ya weekly memungkinkan untuk terjadinya lanjutan rally. Tapi kelangsungan rally akan bergantung dari data inflasi AS yang berpotensi membayangi Nasdaq dengan tekanan, sehingga jika Nasdaq tertekan, Nikkei berpeluang ikut serta amblas kembali di bawah zona 27800. Satu-satunya kunci untuk lanjutkan rally adalah tembus di atas 28400. Penurunan di bawah 27500 justru membuka ruang untuk tekanan lebih dalam.

Resistance :  28345, 28402, 28725  

Support : 27900, 27510, 27145

Outlook : Bearish

CFD

Dow Jones: Weekly candle berada tepat di bawah trendline resistance mingguan dan candle berbentuk pola bearish harami. Ini berarti skenario rejection di area trendline memang sudah terbentuk, dan selanjutnya kita seharusnya bisa melihat penurunan di minggu depan, sesuai dengan kegelisahan pasar yang kembali berhadapan dengan kekhawatiran resesi dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed di bulan September yang bisa lebih tinggi. Skenario penurunan berjalan sempurna jika data inflasi yang dirilis menunjukkan kejutan menguat, dan ini semakin memperkuat momentum rejection tersebut untuk memberi efek tekanan lebih dalam pada Wall Street, dan juga ekuitas global, termasuk Asia. Waspadai support 31668! Jika area ini ditembus, maka penurunan tak terelakkan, Sebaliknya, cermati pula resistance 33226 yang menjadi area wajib untuk bullish jika ingin berlanjut dan sangat kuat. Pemicu semuanya dipastikan pada data CPI AS dan juga pernyataan kunci dari para pejabat Fed yang akan menghiasi minggu depan. Semakin hawkish, semakin mengancam rally saham! “Bad News is Good News” untuk saham saat ini.

Resistance :  32954, 33226, 33691  

Support :  32402, 32188, 31668

Outlook : Bearish

CRUDE OIL: Pasar minyak masih ketat, dengan tingkat permintaan yang diperkirakan tumbuh di musim dingin, terutama potensi mendapat alihan permintaan konsumen gas Eropa ke minyak karena tingginya harga gas di Eropa saat ini. Tapi kekahwatiran resesi yang kembali mengemuka, terutama dengan data NFP yang kuat kemarin menjadi salah satu tantangan bagi bullish. Tekanan Weekly menunjukkan peluang tes support 85 lebih lanjut bisa membawa oil ke area kisaran 80/82, dan diharapkan zona ini menjadi area demand yang relatif lebih kokoh dibandingkan area sebelumnya 85/87. Short-term kemungkinan sulit untuk kembali naik di atas level 95, tapi medium term peluang untuk kembali di atas 100 masih bisa terjadi terutama kaitannya dengan ketatnya pasar minyak, akibat pasokan yang masih berpotensi mengalami gangguan.  

Resistance : 90.55, 93.53, 95.43

Support :  87.00, 85.03, 82.10

Outlook : Bearish

FOREXLATESTEND OF LAST WEEK3-MONTHS AGO1-YEAR AGO
GBPUSD1.20701.21781.25971.3758
EURUSD1.01801.02241.07311.1811
USDJPY134.96133.28128.68110.00
AUDUSD0.69150.69860.71720.7314
COMMODITIES
XAUUSD1774.701765.201837.201813.50
CLSCID88.5098.13115.2668.49
INDEKS SAHAM
DJI32713328073302835382
HSI20119200912138925753
NKI28120278702731028120
KSP327.50323.60354.30419.40
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now