Weekly Newsletter Ed. 97

ECB

Periode: 18 - 22 Apr 2022

What to Expect from OIL?

Harga minyak sedikit lebih rendah di hari Kamis setelah rally kuat dalam dua hari sebelumnya. Tekanan di bawah $100 tidak berlangsung lama karena China sedikit  melonggarkan pembatasan Covid sehingga menghapus setidaknya 1 risiko penurunan utama untuk harga. Rilis cadangan IEA yang sudah diperhitungkan, hal ini membuat risiko kenaikan tetap ada karena OPEC tetap berkomitmen pada sekutu utamanya dan tidak dapat mencapai kuota yang telah ditetapkan.

Ini berarti bisa membuat harga Brent tetap di kisaran $100 – 120 untuk saat ini, dan WTI di kisaran $95 – $ 115. Prospek bergabungnya Finlandia dan Swedia dengan aliansi NATO tidak mungkin meredakan ketegangan antara Rusia dan Barat yang selanjutnya bisa meluas ke pasar minyak.

Uni Eropa telah menyusun proposal untuk embargo impor minyak Rusia sebagai tanggapan terbaru terhadap perang di Ukraina. Hal ini ditulis oleh NY Times, mengutip pejabat dan diplomat Brussels. Embargo kemungkinan besar akan diperkenalkan secara bertahap, mirip dengan embargo batubara Rusia yang direncanakan untuk dimulai per Agustus 2022, untuk memberi waktu kepada importir untuk menemukan pemasok alternatif. Pejabat pemerintah Ukraina telah berulang kali menyerukan embargo penuh Uni Eropa pada pasokan energi Rusia. Anggota UE telah membahas meskipun fakta bahwa sanksi tidak langsung yang menargetkan sektor keuangan Rusia pun telah berkontribusi pada harga energi yang lebih tinggi di Eropa. (marketpulse, oilprice)

ECB ‘Terbelakang’ di G7, Pelemahan Euro Berlanjut?

EURUSD membalikkan kenaikan di awal dan berbalik negatif setelah keputusan bank sentral Eropa (ECB) di hari Kamis lalu tentang kebijakan moneter. ECB mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diantisipasi secara luas dan juga meratifikasi bahwa Program Pembelian Aset (APP) akan berakhir pada kuartal ketiga.

EURUSD Sentuh Level Terendah 2 Tahun

Pada konferensi pers, Presiden ECB Christine Lagarde mencatat bahwa risiko terhadap prospek inflasi mengarah ke atas dalam waktu dekat dan telah meningkat belakangan ini. Euro melemah sebagai reaksi spontan karena ekspektasi investor pada pendekatan yang lebih hawkish dari bank sentral. EURUSD merosot dan tembus di bawah level terendah Maret hingga mencapai level terendah dalam 2 tahun di 1.0757.

Pasar mengharapkan beberapa sinyal hawkish dari ECB di hari Kamis kemarin karena mereka berusaha mengatasi lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi.

Suku Bunga ECB “Terbelakang” dibanding Fed dan BOE

Bank sentral memang menetapkan jalur yang lebih tegas menuju normalisasi, tapi kenaikan pertama kemungkinan memakan waktu berbulan-bulan dan mungkin tidak akan terjadi hingga 2023.

Pasar Mata Uang memiliki tema yang lebih terpadu, yaitu penguatan dolar AS. Semua mata uang dari negara G7 bergerak lebih rendah terhadap dolar yang telah membuat indeks dolar bergerak lebih tinggi dari 100. Yang terlemah adalah EURUSD yang turun -1% ke level terendah baru 2022 di bawah 1.08 dan EURGBP yang tembus di bawah 0.83. ECB gagal memenuhi ekspektasi hawkish dan menggarisbawahi seberapa jauh posisi bank dalam jalurnya menuju normalisasi dibandingkan dengan mayoritas bank sentral lainnya di G7.

ECB “Berjalan” Pelan

Ekonomi Eropa dalam kondisi rapuh karena perang Rusia dengan Ukraina dan krisis energi. Namun, mereka harus terlihat mengatasi inflasi sehingga pasar mengharapkan beberapa retorika hawkish. Faktanya, pasar obligasi sudah memperkirakan pengetatan 120 bps (1.20%) dalam 12 bulan ke depan, yang tampaknya terlalu hawkish sebelum pertemuan dan hampir pasti over-hawkish saat ini.

Di sisi lain, bank setidaknya memperkuat jalur untuk kenaikan suku bunga karena mereka mengumumkan pembelian aset bersih (net asset purchase) akan berakhir di Q3. Laju pengurangan tetap tidak berubah pada 40 miliar Euro per bulan April, 30 miliar Euro di bulan Mei, dan 20 miliar Euro di bulan Juni. Hanya ancaman resesi yang dalam atau penurunan inflasi yang cepat (saat ini nampaknya tidak mungkin) yang akan menggangu jadwal pengurangan (taper) QE tersebut.

Penekanan dari konferensi pers Lagarde

Konferensi pers menggarisbawahi bahwa kenaikan suku bunga hanya akan terjadi setelah pembelian aset selesai dan hal ini bisa terjadi “beberapa saat kemudian”. Presiden Lagarde menjelaskan ini berarti antara satu minggu hingga beberapa bulan setelah pembelian aset selesai. Lagarde juga mengatakan akhir pembelian aset bisa terjadi pada bulan apapun di Q3. Hal ini berarti ECB dapat terus menunda kenaikan suku bunga hingga 2023. Awalnya, ECB berpotensi menaikkannya di bulan Juli, tapi tampaknya sekarang sangat tidak mungkin.

Hal ini menjadi berita buruk bagi Euro dan reaksi setelah pertemuan ECB tersebut mengungkap semua itu. EURUSD terjun melewati level terendah bulan Maret ke 1.075. Pasar memperkirakan sejumlah kenaikan di tahun ini dan nampaknya harus kembali menyesuaikan pasca ECB Meeting kemarin. Jadi, Euro berpotensi tetap lebih rendah dibandingkan USD maupun GBP? (investing, exchangerates)

Weekly Technical Outlook

Memasuki minggu ke 3 bulan April, market Inggris dan Eropa teta dalam fase libur di awal pekan, menyisakan AS dan beberapa pasar Asia. China akan merilis rangkaian data penting termasuk ekspektasi kebijakan stimulus untuk mengatasi perlambatan ekonominya karena kebijakan Zero Covid yang diembannya. Shanghai tetap dalam lockdown, sehingga market memperkirakan pemangkasan RRR di minggu depan (tentatif) bisa menjadi langah awal untuk stimulus ekonomi yang dijanjikan Pemerintah China. Fed’s speaker kembali mendapat sorotan dan kali ini market mencoba mencermati mana yang akan menunjukkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS, dan apakah akan menghambat agresifitas Fed di akhir tahun ini. Sementara di sisi data ekonomi memang ekonomi AS masih menunjukkan soliditas yang meyakinkan sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga agresif di pertemuan mendatang semakin menguat.

Posisi teknikal masih dipengaruhi pula oleh kemungkinan reversal dari efek fundamental. Yang paling bullish saat ini di sisi teknikal dan fundamental adalah komoditi Minyak. Sementara Emas berada di tingkatan sedikit lebih rendah dari potensi yang dimiliki Oil. Sementara mata uang Pound berpeluang naik karena ekspektasi suku bunga, karena teknikal menunjukkan pola spinning tops. Untuk Hang Seng akan dipiu oleh ekspektasi stimulus, sementara teknikal kami melihat peluang wave c di grafik Weekly bisa mendorong naik. Dan Nikkei akan tergantung pada sentimen di Wall Street. Sementara Euro akan menjadi mata uang paling lemah di minggu depan. (*)

FOREX

EURUSD: Downtren nampak masih bertahan pasca keputusan ECB yang mempertahankan suku bunga, dan dalam presscon tidak ada sinyal kenaikan suku bunga lebih cepat. Ini juga berarti Daily Bearish Flag berpotensi lanjutkan tekanan hingga target utama kami di 1.03. Tapi Support terdekat 1.06 berpotensi memberi perlawanan, terutama level terendah di bulan Maret 2020, 1.0635. Tidak adanya data ekonomi di minggu depan yang terlalu besar pun bisa menjadi indikasi penurunan bertahap bisa berlanjut. Pantulan diperkirakan hanya berlangsung terbatas, dan penguatan dolar akan menjadi salah satu pemicu.

Resistance :  1.0968, 1.1068, 1.1149    

Support :   1.0725, 1.0635, 1.0318

Outlook :  Bearish

INDEKS SAHAM ASIA

Hang Seng: Beberapa data penting akan menjadi acuan seberapa lambatnya ekonomi China, dan hal ini akan semakin mendorong ekspektasi terhadap bergulirnya stimulus ekonomi yang dijanjikan Pemerintah. Weekly candle ditutup Hammer dan jika estimasi benar, maka pantulan harusnya mulai terjadi untuk wave c dari elliott wave. Didukung juga oleh Daily candle yang ditutup bullish. Jadi, ekspektasi stimulus di minggu depan tampaknya akan mendorong rebound bagi Hang Seng. Tapi waspada jika tidak sesuai ekspektasi, maka tekanan akan berbalik hingga tembus di bawah 20500-an!

Resistance :  21779, 22336, 22742

Support : 21305, 20962, 20771

Outlook : Bullish

NIKKEI: Weekly ditutup oleh hanging man yang berarti membuka harapan kenaikan. Tapi Wall Street akan menjadi trade yang bagus untuk Nikkei. Artinya, jika Wall Street naik, Nikkei pun punya kesempatan yang sama. Jangka pendek, Bullish harus bisa tembus di atas 27500, jika gagal akan membuatnya kembali dalam tekanan.

Resistance : 27243, 27483, 27875

Support : 26900, 26785, 26452

Outlook : Bullish

CFD

Dow Jones: Posisi candle daily dan weekly tidak terlalu mendukung untuk kenaikan lanjutan. Weekly berada pada formasi Evening Star yang belum tuntas, dan minggu terakhir cenderung ditutup candle yang sama. Support 34000 menjadi anaman jika kembali ditembus. Sementara resistance 35000 akan menjadi pemicu paling baik untuk bullish. Jika laporan earnings positif, maka hal ini bisa membalikkan keadaan dan mendorong di atas 35000 kembali. Jangan lupakan kondisi geopolitik dan juga potensi kenaikan suku bunga agresif yang bisa menjadi negatif bagi saham.

Resistance :  34666, 34816, 35000

Support :  34286, 33980, 33673

Outlook : Bearish

CRUDE OIL: Morning Star muncul di grafik weekly dan membuka peluang kenaikan sebagai Wave 5 dari Elliott Wave. Daily juga berhasil ditutup bullish dan peluang Double Bottom semakin memiliki kesempatan yang besar, dengan neckline berada di area 115-an. Waspadai beberapa level resistance yang harus dilewati! Kabar tentang propsosal embargo minyak Rusia oleh Eropa akan menjadi pemicu yang cukup besar selain kabar pelonggaran di Shanghai. Jika urung terjadi, maka level 95 bisa kembali disentuh.

Resistance :  107.68, 112.05, 115.37

Support :  102.27, 100.44, 95.29,

Outlook : Bullish

FOREXLATESTEND OF LAST WEEK3-MONTHS AGO1-YEAR AGO
GBPUSD1.30721.30351.34461.3826
EURUSD1.08281.08751.12331.2019
USDJPY125.86124.27115.12109.27
AUDUSD0.74160.74580.70660.7716
COMMODITIES
XAUUSD1973.301945.301796.801768.10
CLSCID106.4797.8263.4688.12
INDEKS SAHAM
DJI34386346213491333807
HSI21520219252381828528
NKI27120270352712528830
KSP353.15356.30357.50421.90
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Email
Print
Telegram

Related Posts

Subscribe to our newsletter

Never miss daily news and analysis
Agrodana Futures

Bantu kami mengenal Anda lebih baik dengan melengkapi data berikut. Pertanyaan yang masuk Sabtu & Minggu akan dijawab pada hari Senin.

agrodana-newsletter-subscription
Don't Miss The Latest Analysis! Subscribe Now