Penggerak utama tentunya data ekonomi AS yang mayoritas dirilis melemah. Klaim pengangguran mingguan dirilis 238K, lebih tinggi dari ekspektasi 235K, meskipun tercatat turun jika dibanding minggu sebelumnya 242K. Tapi angka ini cukup untuk menunjukkan tren pengangguran yang meningkat seperti ulasan kami di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial kemarin.
Indeks manufaktur Philadelphia Fed juga menunjukkan penurunan yang signifikan. Indeks dirilis +1.3, lebih rendah dari ekspektasi +5.0, dan juga cenderung turun drastis dari periode sebelumnya +4.5. Dan sektor perumahan menunjukkan penurunan di 1.277M, lebih rendah dari ekspektasi 1.370M, dan turun dibanding sebelumnya 1.360M. Bahkan angka housing starts tadi malam tercatat sebagai angka terburuk sejak pandemi meskipun bukan hal yang mengejutkan. Komponen lain menunjukkan sentiment pembangun rumah yang lemah dan juga harga kayu yang merosot akibat melemahnya permintaan sebagai dampak dari suku bunga yang tinggi.
Keputusan SNB untuk kembali memangkas suku bunga 25 bps juga menjadi faktor pendukung lain. Dengan demikian SNB sudah 2 kali melakukan pemangkasan suku bunga di 2024 (21 Maret 2024 dan 20 Juni 2024) sehingga hal ini berpotensi memberi tekanan pada Federal Reserve di pertemuan mendatang, meskipun kunci utama untuk kebijakan suku bunga yang lebih cepat adalah inflasi dan juga data ekonomi AS yang diharapkan menunjukkan penurunan lebih cepat dari perkiraan.
Emas juga terdorong naik setelah laporan dari World Gold Council (WGC) yang dirilis minggu ini yang menunjukkan hasil survey bahwa 29% bank sentral berencana menambah kepemilikan emasnya di tahun depan. Angka ini merupakan lonjakan terbanyak sejak survei yang dimulai tahun 2018.
Harga emas sempat turun sebelumnya setelah data bulan Mei menunjukkan bahwa PBOC menahan diri untuk tidak membeli emas pasca pembelian besar-besaran di tahun sebelumnya hingga Q1-2024. Namun rumor menyebut bahwa PBOC belum selesai dalam pembeliannya dan mereka berencana membeli kembali secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
Ada beberapa faktor yang perlu dicermati di akhir pekan yang berpotensi menjadi penggerak sentimen jangka pendek.
Pertama dari Eropa. Perkembangan terbaru Partai sayap kanan National Rally memimpin putaran pertama pemilihan Parlemen Prancis dengan 220-250 kursi, sementara kubu Sentris pendukung Macron berada di posisi ketiga dengan 95-130 kursi. Sedangkan posisi kedua dikuasai Koalisi sayap kiri Front Populer Baru dengan 135-165 kursi. Posisi Presiden Prancis Emmanuel Macron terancam jelang pilpres 30 Juni mendatang. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian politik di Eropa sehingga emas berpotensi dilirik sebagai safe haven bersama CHF maupun USD.
Kedua adalah adanya kekhawatiran intervensi yang mungkin dilakukan oleh BOJ atas perintah Kementerian Keuangan Jepang. Mata uang yen lanjut melemah setelah BOJ gagal memberi keyakinan pada pasar. Terbaru, kondisi ini semakin kontras dengan kebijakan SNB yang justru memangkas suku bunga. Inflasi Jepang yang rendah dan imbal hasil Treasury yang juga turun semakin mendorong pelemahan yen terhadap dolar.
Saat ini baik BOJ maupun Kementerian Keuangan silih berganti memberikan pernyataan yang sering disebut-sebut sebagai “intervensi verbal”. Menteri Keuangan Suzuki mengatakan akan berkomunikasi dengan AS dan negara-negara G7 untuk masalah ini. Jika mendapat “persetujuan dari AS maupun G7, maka potensi “intervensi” yang sesungguhnya bisa menekan dolar, menguatkan yen, sehingga bisa berdampak pada kenaikan emas secara tidak langsung.
Dan kabar ketiga adalah geopolitik, di mana Israel maupun Hamas berpeluang kembali memanas. Tapi rumor ini masih harus dikonfirmasi lebih lanjut. Namun konflik di Semenanjung Korea kemungkinan sedikit memanas karena kabar menyebut tentara Korea Utara kembali menyeberang ke perbatasan Korea Selatan untuk ketiga kalinya di bulan ini. Pasukan Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan. Meski tidak ditemukan gejala konflik yang memanas, tapi perlu diwaspadai kondisi apapun di akhir pekan terkait hal tersebut.
Pasar akan mencermati data PMI Services dan Manufacture AS, Inggris maupun zona Eropa. Tapi tentu penggerak sentimen utama bagi emas adalah data ekonomi AS.
Data yang melemah adalah yang dicari untuk mendukung pemangkasan suku bunga Fed lebih cepat. Ini berarti PMI diharapkan menunjukkan penurunan atau lebih rendah dibanding ekspektasi sehingga emas memiliki kesempatan untuk lanjutkan kenaikan.
Sebaliknya, jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi (menguat), maka emas berpotensi kembali terkoreksi turun, menyebabkan bullish kembali terhambat.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick ditutup bullish dengan real body putih yang cukup panjang sehingga memperkuat potensi kenaikan lanjutan. Hal ini juga mendukung pola kenaikan yang terlihat pada candle Weekly. Dan jika penutupan minggu ini diakhiri dengan bullish, maka peluang rally minggu depan kembali terbuka. Di sisi lain, bullish kali ini harus berhadapan dengan resistance penting lainnya. Area 2385-2387 merupakan level tertinggi 2 minggu lalu (High 7 Juni 2024 di 2387.45), berpotensi menjadi resistance kuat, sekaligus target utama untuk saat ini. Jika ditembus, maka semakin terbuka untuk kenaikan lebih lanjut dekati zona 2400-an kembali. Sebaliknya, jika kenaikan gagal lanjut, maka zona support 2338-2342 menjadi support yang harus diwaspadai. Tidak diharapkan penurunan di bawah zona 2325 secara teknis, kecuali jika sentimen berubah menjadi negatif akibat data ekonomi AS yang terlalu kuat di malam hari.

Di H4, berjalan sesuai skenario yang diharapkan dalam 2 hari terakhir. Ascending Triangle berhasil mendorong harga naik sentuh 2365. Fibonacci Retracement (FR) terbaru ditarik dari bottom 2306.48 (FR 100%) sampai puncak 2365.34 (FR 0%). Penurunan jangka pendek diharapkan tertahan di kisaran FR 23.6% 2351.45 yang terdekat, atau FR 38.2% 2342.86, dan FR 50% 2335.91. Penurunan ini bisa juga dimanfaatkan untuk SELL sebagai target penurunan jangka pendek.
Namun demikian, yang paling aman adalah tetap mengincar BUY, dengan opsi area FR 38.2% maupun FR 50% yang menurut kami lebih ideal dibandingkan area FR 23.6%. Sementara SL sebaiknya ditempatkan di bawah FR 61.8% untuk mengantisipasi perubahan trend (reversal trend) yang dikonfirmasi saat terjadi penembusan FR 61.8% 2328.96.
Anda bisa switch strategi menjadi SELL jika harga gagal tembus di atas resistance 2374 atau jika harga tembus FR 61.8% 2328. Tapi target penurunan diperkirakan relatif terbatas mengingat sentimen emas yang saat ini positif atau cenderung naik.
Selama tidak terjadi penurunan di bawah 2300-2306, maka peluang kenaikan akan tetap dominan meskipun potensi profit taking di akhir pekan juga berpotensi membayangi.

Per jam 10.10 WIB, harga berada di 2358.89, dengan high di 2364.57 dan low 2356.83. Ekspektasi skenario penurunan terjadi lebih dulu mengingat kondisi overbought sehingga profit taking di sesi Asia maupun Eropa diharapkan bisa membuat emas terkoreksi lebih dulu.
Meski demikian area penurunan cenderung terbatas dan diharapkan support 2353 maupun 2343 tidak ditembus. Area buy idealnya dilakukan dekat support, dan stop loss di tempatkan di bawah Support. Ini berarti opsi buy di dekat 2353 (misal 2355-2357) bisa dilakukan, dengan SL di bawah 2353. Atau opsi buy paling ideal di dekat support 2343 (misal 2345-2348) dengan SL di bawah 2343. Penurunan di bawah 2343 bisa dianggap perubahan tren turun dalam jangka pendek, dan target penurunan melirik zona support 2328-2331.
Di sisi lain, kenaikan juga harus mewaspadai 2374 dan 2387. Keduanya merupakan support terdekat, dan area support kuat bisa muncul kisaran 2387 (high 7 Juni 2024). Jika tidak terjadi penembusan 2387, maka peluang koreksi turun bisa kembali terjadi dan berpeluang sebagai profit taking dekati akhir pekan. Opsi sell bisa saja dipertimbangkan dekat zona 2387 tersebut dengan SL di tempatkan di atas 2387, dengan potensi target terdekat 2374-2377.
Meski demikian, opsi SELL akan relatif berisiko untuk saat ini mengingat data ekonomi AS yang lemah beberapa hari terakhir dan juga sentimen geopolitik maupun politik di akhir pekan yang bisa saja mendukung safe haven.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat Support
Entry: 2326.00 – 2328.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2340.00 ($12 - $14)
(bisa follow/pertahankan BUY jika tembus 2336,
Target terdekat 2345, terjauh 2360, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2320.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2316)
Switch to SELL lebih ideal jika tembus 2313!
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Entry : 2284.00 – 2286.00
(area alternatif cek di keterangan artikel)
Target/Reward: 2298.00 ($12 - $14)
(pertahankan jika tembus 2303)
Stop Loss: 2278.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2277)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



