logo agrodana futures official
Buka Akun

3 Strategi Identifikasi Support dan Resistance dan Penggunaannya Dalam Trading

  -  28-Aug-2024
support dan resistance trading forex 1024x450

Sebelum melakukan implementasi dari support dan resistance untuk trading kamu, kamu perlu lebih dahulu mengerti cara mengidentifikasi area support dan resistance. Ada 3 strategi dalam mengidentifikasi Support dan Resistance, yaitu dengan garis trend line, moving average, dan pivot points.

Salah satu metode yang paling sederhana untuk mengidentifikasi level support dan resistance adalah menggunakan garis trend.

Trendline adalah garis lurus yang menghubungkan dua atau lebih titik harga pada grafik dan digunakan untuk menunjukkan arah umum dari harga. Trendline bisa digunakan untuk mengidentifikasi tren naik, tren turun, atau tren datar (sideways). Dalam konteks support dan resistance, trendline membantu dalam menentukan level di mana harga cenderung memantul (bounce) atau menembus (breakout).

Untuk menggambar garis tren secara efektif, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Identifikasi Puncak dan Lembah
Cari titik tinggi (puncak) dan titik rendah (lembah) yang signifikan pada grafik harga. Idealnya, kamu harus mengidentifikasi setidaknya tiga puncak atau lembah untuk membuat garis trend yang dapat diandalkan.

2. Hubungkan Titik-titik
Untuk trend naik, hubungkan titik-titik rendah untuk menetapkan garis support. Untuk trend turun, hubungkan titik-titik tinggi untuk membentuk garis resistance. Semakin sering garis trend disentuh, semakin signifikan garis tersebut, meskipun dapat melemah setelah beberapa kali sentuhan.

3. Gunakan Data Historis
Analisis pergerakan harga historis untuk menemukan level support dan resistance sebelumnya. Ini dapat berfungsi sebagai titik referensi untuk aksi harga di masa depan.

Strategi Trading Menggunakan Support dan Resistance

Membeli / BUY dekat support: Ketika harga mendekati level support, kamu dapat mencari peluang beli, terutama jika harga menunjukkan tanda-tanda memantul kembali dari level ini. Sangat penting untuk menunggu konfirmasi, seperti pola candlestick bullish, sebelum membuat keputusan trading.

Menjual / SELL Dekat resistance: Sebaliknya, ketika harga mendekati level resistance, kamu mungkin mempertimbangkan untuk menjual atau melakukan short pada aset tersebut, terutama jika ada bukti penolakan harga di level ini, seperti pola candlestick bearish.

Stop Loss: Tempatkan order stop-loss sedikit di bawah level support saat membeli atau sedikit di atas level resistance saat menjual. Ini membantu meminimalkan potensi kerugian jika harga menembus level ini.

Take Profit: Tetapkan target take-profit berdasarkan aksi harga sebelumnya atau di level support atau resistance signifikan berikutnya. Strategi ini membantu mengunci keuntungan sebelum potensi pembalikan terjadi.

Support dan Resistance biasanya bersifat dinamis. Metode yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan indikator Moving average (MA). Berikut adalah cara menggunakan moving average untuk menentukan level support dan resistance:

1. Pilih Periode Moving Average yang Sesuai
Periode moving average yang digunakan akan mempengaruhi kekuatan level support dan resistance yang terbentuk. Umumnya, periode yang lebih panjang akan menghasilkan level support / resistance yang lebih kuat. Contohnya, MA 200 hari cenderung lebih akurat dibandingkan MA 20 hari.

2. Gambar Moving Average pada Grafik
Setelah memilih periode MA, gambar indikator tersebut pada grafik harga. MA akan membentuk garis yang mengikuti pergerakan harga rata-rata dalam periode tertentu.

3. Identifikasi Tren
Perhatikan arah tren yang sedang terbentuk berdasarkan posisi harga terhadap MA. Jika harga berada di atas MA, tren cenderung naik (uptrend). Sebaliknya, jika harga di bawah MA, tren cenderung turun (downtrend).

4. Tentukan Level Support dan Resistance
Dalam uptrend, MA akan bertindak sebagai level support. Harga cenderung memantul dari MA saat mendekati garis tersebut. Sebaliknya, dalam downtrend, MA akan menjadi resistance yang menahan kenaikan harga.

5. Konfirmasi dengan Indikator Lain
Untuk mengonfirmasi level support dan resistance dari MA, gunakan indikator lain seperti trendline, level Fibonacci, atau pola candlestick. Jika beberapa indikator menghasilkan level yang sama, maka level tersebut lebih dapat diandalkan.

Strategi Trading Menggunakan Support dan Resistance dari Moving Average (MA)

Buy on Dips: Dalam uptrend, tunggu harga menguji MA sebagai support sebelum membuka posisi BUY. Masuk saat harga memantul dari MA dengan volume yang meningkat.

Sell on Rallies: Dalam downtrend, tunggu harga menguji MA sebagai resistance sebelum membuka posisi short. Masuk saat harga ditolak MA dengan volume yang meningkat.

Breakout Trading: Tunggu harga menembus MA sebagai konfirmasi pembalikan tren. Masuk posisi sesuai arah tren baru, dengan stop loss di level MA yang ditinggalkan.

Trailing Stop: Gunakan MA sebagai trailing stop untuk mempertahankan posisi yang sedang menguntungkan. Pindahkan stop loss mengikuti MA sesuai arah tren.

Pivot Point adalah level harga yang dihitung dari harga tertinggi, terendah, dan penutupan dari periode sebelumnya. Level ini membantu trader mengidentifikasi potensi titik pembalikan harga dan area di mana harga mungkin mengalami kesulitan untuk bergerak lebih lanjut.

Untuk menghitung pivot point dan level support serta resistance, Anda dapat mengikuti rumus berikut:

Pivot Point (PP) = (High + Low + Close) / 3​

Resistance 1 (R1) = (2 × PP) − Low

Resistance 2 (R2) = PP + (High - Low)

Resistance 3 (R3) = High + 2 x (PP - Low)

Support 1 (S1) = (2 x PP) - High

Support 2 (S2) = PP - (High - Low)

Support 3 (S3) = Low - 2 x (High - PP)

Agrodana Futures memberikan fasilitas penghitungan Pivot Point setiap harinya di Aplikasi Agrodana News.

Strategi Trading Menggunakan Support dan Resistance dari PP

1. Identifikasi trend pasar
Jika harga berada di atas pivot point (PP), pasar dianggap naik (bullish) dan trader dapat mencari peluang beli.
Jika harga berada di bawah pivot point (PP), pasar dianggap turun (bearish) dan trader dapat mencari peluang jual

2. Tentukan level masuk dan keluar
Buy on Support: Jika harga mendekati level support (S1, S2, atau S3) dan menunjukkan tanda pembalikan, ini bisa menjadi sinyal untuk BUY.
Sell on Resistance: Jika harga mendekati level resistance (R1, R2, atau R3) dan menunjukkan tanda penolakan, ini bisa menjadi sinyal untuk SELL.

3. Lakukan konfirmasi dengan indikator teknikal lain, seperti volume perdagangan, pola candle stick, atau indikator momentum, untuk meningkatkan akurasi keputusan trading.


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down