
Dolar relatif stabil terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring dengan libur di AS semalam. Data Retail Sales yang sebelumnya menunjukkan menurunnya aktifitas ekonomi di sektor ritel berpotensi menekan inflasi yang masih sulit untuk turun dan membuka peluang Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga acuannya. Sehingga ekspektasi akan langkah Fed untuk mulai memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan September semakin meningkat hingga sebanyak 25 bps dengan peluang di kisaran 65% menurut CME FedWatch tool dan di kisaran 67% menurut data LSEG. Dengan masih terbuka kemungkinan akan 1 kali lagi pemangkasan berikutnya hingga akhir tahun. Goldman Sachs juga meyakini hal serupa dengan menyebutkan setelah September masih terdapat 3 bulan lagi dengan perkiraan inflasi akan semakin menurun seiring dengan aktifitas ekonomi yang turun lebih cepat sehingga Fed berpeluang untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga berikutnya. Meski pejabat Fed punya pandangan yang berbeda dengan eskpektasi pasar tersebut tercermin pada proyeksi suku bunga yang dirilis paska pertemuan moneter FOMC pekan lalu. Dengan pendapat yang paling optimis suku bunga acuan hanya akan dipangkas 1 kali hingga akhir tahun ini seperti pandangan dari Gubernur Fed Philadelphia - Patrick Harker. Sedangkan pendapat lainnya yang paling pesimis yaitu dari Gubernur Fed - Adriana Krugel masih tetap dipertahankan hingga akhir tahun untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan setelah mencapai kemajuan dalam menekan inflasi selama ini. Sementara pejabat Fed lainnya masih wait’n’see menunggu data ekonomi yang lebih banyak lagi untuk memastikan laju inflasi benar-benar sudah turun sesuai yang diharapkan. Hari ini akan dirilis laporan mingguan data klaim pengangguran, data indeks manufaktur negara bagian Philadelphia, data neraca keuangan dan data dari sektor perumahan.
Yen juga bergerak dalam range perdagangan yang sempit terhadap dolar. Pasar sepertinya tidak terlalu merespon ucapan Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda yang menyampaikan rencana memperketat kebijakan moneter dengan kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan moneter bulan depan. Karena sepertinya kenaikan tersebut masih tergantung kepada data-data ekonomi yang akan dirilis kemudian hingga menjelang pertemuan tersebut. Meskipun ada rencana tersebut namun diperkirakan kenaikannya juga tidak akan banyak seperti yang sudah dilakukan saat BOJ mengakhiri kebijakan ultra longgarnya beberapa waktu lalu. Sehingga perbedaan suku bunga tersebut dengan suku bunga di AS masih cukup signifikan sehingga masih dapat dimanfaatkan oleh pelaku carry trade. Hari ini tidak ada data ekonomi.
Euro bergerak flat terhadap mata uang dolar setelah sempat meyentuh level terendah dalam 1.5 bulan terakhir. Bank Sentral Eropa (ECB) menyatakan pelemahan mata uang Euro akibat krisis politik di Prancis tidak akan sampai mengancam stabilitas finansial di kawasan Uni Eropa secara keseluruhan. Terlebih krisis politik di Prancis relatif sudah mereda setelah rival Presiden - Macron dari partai Reli Nasional - Marine Le Pen mengatakan akan tetap menghormati institusi dan tidak akan meminta Macron segera mengundurkan diri dalam pemilu awal Juli mendatang. ECB kemarin berencana untuk melakukan tindakan disipliner terhadap bank sentral di Prancis, Italia dan 5 negara anggota Uni Eropa lainnya terkait dengan defisit anggaran yang melampaui batas. Hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi produsen PPI di Jerman dan buletin ekonomi dari ECB. Sementara Bank Sentral Swiss (SNB) diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuannya untuk kedua kalinya sejak bulan Maret lalu ada pertemuan moneter hari ini. Hasil pertemuan tersebut akan diumumkan pada pukul 14:30 WIB dan akan diikuti dengan konferensi pers dari Gubernur SNB - Thomas Jordan 30 menit kemudian.
Poundsterling sempat bergerak menguat terhadap dolar dan Euro paska data CPI di Inggris yang turun mencapai target 2% BOE. Data CPI di Inggris masih stabil 0.3% sama seperti periode sebelumnya sedikit meleset dari perkiraan naik 0.4%. Sedangkan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, bahan pangan, tembakau dan alkohol turun cukup signifikan dari 0.9% menjadi 0.5%. Sedangkan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya CPI juga menurun dari 2.3% menjadi 2.0% sesuai perkiraan mencapai target BOE. Dan data Core CPI-nya juga turun dari 3.9% menjadi 3.5% sesuai perkiraan. Dengan inflasi yang sudah mencapai target 2%, Bank Sentral Inggris (BOE) berpeluang untuk melakukan pemangkasan suku bunga, namun mengingat ini baru pertama kali dan masih ada potensi kembali naik dan Core CPI yang relatif masih tinggi maka diperkirakan BOE akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter MPC yang berakhir hari ini. Hasil pertemuan moneter tersebut akan diumumkan pada pukul 18:00 WIB. Pasar akan mencermati konferensi pers dari Gubernur BOE - Andrew Bailey paska pertemuan tersebut berakhir untuk mendapatkan petunjuk lebih jelas kapan BOE akan mulai memangkas suku bunga acuannya.



