Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya dipicu oleh langkah moneter Bank Sentral Kanada (BOC) yang agresif dengan memangkas pemangkasan suku bunga acuan sebanyak 50 bps. Meski sudah sesuai dengan perkiraan namun karena hal tersebut merupakan langkah agresif untuk pertama kali dalam lebih dari 4 tahun terakhir dan menjadi pertanda memasukinya era inflasi rendah yang diperkirakan akan merambah secara global. Sementara kondisi ekonomi di AS yang masih solid menahan langkah Fed untuk memangkas suku bunga acuan berikutnya setidaknya tidak akan seagresif sebelumnya. Bahkan spekulasi Fed akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter berikutnya semakin meningkat. Dengan demikian perbedaan tingkat suku bunga acuan di AS dengan negara lain semakin melebar dan menjadi sentimen positif untuk mata uang dolar. Sejumlah pejabat Fed sudah mulai memberikan narasi bahwa Fed perlu berhati-hati dalam mengambil langkah moneter berikutnya. Dalam laporan Beige Book yang dirilis semalam menunjukkan kondisi ekonomi di 12 negara bagian di AS masih belum banyak berubah sejak bulan lalu dengan sejumlah penambahan lapangan kerja yang terisi cenderung meningkat sehingga semakin memperkuat argumen Fed tidak perlu lagi agresif dalam memangkas suku bunga acuannya. Selain itu peluang Donald Trump kembali menjadi Presiden AS dalam pemilu di bulan November juga berpotensi mencegah Fed memangkas suku bunga acuan seiring dengan peluang inflasi kembali meningkat dengan agenda ekonomi yang akan diambil oleh Trump nanti. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa, dengan fokus pasar akan tertuju pada sektor jasa karena memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.
Yen melemah terhadap dolar hingga mendekati level 153 untuk pertama kali dalam 3 bulan terakhir atau sejak 31 Juli lalu ketika Bank Sentral Jepang (BOJ) meninggalkan kebijakan ultra longgarnya dan merubah fokus pada inflasi seperti bank sentral lainnya. Peluang hilangnya mayoritas Partai Liberal Demokrat (LDP) yang berkuasa saat ini pada pemilu parlemen di akhir pekan ini menjadi sentimen negatif di pasar. Jika LDP kehilangan mayoritas, peluang berkoalisi dengan partai Komeito hanya akan menciptakan koalisi minoritas yang membatasi Perdana Menteri - Shigeru Ishiba dan akan mengoyang stabilitas politik di Jepang yang akan mempersulit gerak BOJ dalam menjalankan mandat moneternya. Sejauh ini belum ada keterangan dari pejabat otoritas keuangan dengan melemahnya mata uang Yen saat ini.
Euro terus melemah terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuannya meski belum lama ini sudah memangkas suku bunganya. Inflasi yang sudah di bawah target ECB 2% dikhawatirkan akan berdampak buruk pada aktifitas ekonomi. Terlebih dengan peluang kembalinya Trump menjadi Presiden AS berikutnya yang akan memberlakukan kenaikan tarif impor. Goldman Sachs memperkirakan mata uang Euro akan turun lagi sebanyak 10% jika Trump memberlakukan kenaikan tarif impor terhadap produk dari Uni Eropa. Meski demikian Presiden ECB - Christine Lagarde dalam pidato kemarin mengatakan ECB akan berhati-hati dalam mengambil keputusan moneter berikutnya dan masih akan memperhatikan data-data ekonomi yang akan dirilis berikutnya. Sedangkan Ketua Ahli Ekonomi ECB - Philip Lane menyampaikan kekhawatiran akan melemahnya data-data ekonomi akan berdampak pada pemulihan ekonomi di kawasan ini. Namun masih cukup optimis bahwa pemulihan ekonomi akan terus berjalan. Data ekonomi juga tidak mendukung dengan kepercayaan konsumen yang masih stagnan -13 sama seperti periode sebelumnya yang lebih rendah dari perkiraan sedikit membaik. Hari ini akan dirilis data PMI sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling masih cenderung melemah dengan penguatan mata uang dolar dan juga karena meningkatnya peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk memangkas suku bunga acuannya dalam waktu dekat ini. Gubernur BOE - Andrew Bailey dalam pidato semalam mengatakan inflasi sudah semakin menurun dan peluang memasuki disinflasi lebih cepat dari perkiraan. Dengan asumsi inflasi sudah mencapai target 2% maka ruang bagi BOE untuk memangkas suku bunga acuan akan semakin terbuka. Bailey dijadwalkan masih akan memberikan pidato lewat tengah malam nanti. Hari ini akan dirilis data PMI sektor manufaktur dan jasa.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



