
Dolar rebound terhadap mata uang lainnya seiring dengan pelemahan mata uang Eropa setelah sejumlah bank sentral di sekitar kawasan ini bergerak menurunkan suku bunga acuannya. Sehari sebelumnya dolar tertekan karena Fed masih mempertahankan suku bunga acuan dan tidak akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya dalam waktu dekat ini. Ketua Fed - Jerome Powell secara tegas mengatakan Fed tidak perlu terburu-buru mengingat dampak dari agenda kenaikan tarif impor yang dicermati masih belum terjadi. Kebijakan kenaikan tarif baru akan efektif dilakukan pada awal bulan April mendatang. Pasar memperkirakan Fed baru akan menaikkan suku bunga acuan paling cepat pada bulan September dan kemungkinan bisa lebih mundur lagi seiring dengan seberapa keras perlawanan mitra dagang AS dalam menyikapi kenaikan tarif impor ini. Sehingga dalam proyeksi Fed terhadap pertumbuhan ekonomi di AS hingga akhir tahun ini direvisi menurun dari 2.1% menjadi hanya 1.7%. Dengan proyeksi inflasi yang meningkat dari 2.5% menjadi 2.7%. Walaupun di sektor tenaga kerja diproyeksikan masih lumayan menguat dari 4.3% menjadi 4.4%. Sehingga proyeksi suku bunga acuan masih memungkinkan untuk turun 2 kali masing-masing sebanyak 25 bps. Data ekonomi yang dirilis semalam berupa klaim pengangguran hanya meningkat sedikit dari 221K menjadi 223K yang sedikit di bawah perkiraan, namun masih menandakan kondisi sektor tenaga kerja yang relatif cukup stabil. Indeks manufaktur di negara bagian Philadelphia meski menurun dari 18.1 menjadi 12.5 namun tidak seburuk perkiraan turun hingga 8.8. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis, namun pasar masih menunggu jikalau ada aksi terbaru dari Presiden Trump.
Yen hanya melemah tipis terhadap dolar setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) mendahului Fed dalam menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Dengan alasan yang sama juga karena masih menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS terhadap ekonomi secara global. Dengan tidak terburu-buru mengambil langkah moneter diharapkan akan mengoptimalkan keputusan yang akan diambil di masa mendatang. Indikasi inflasi agak menurun dengan data inflasi Core CPI Jepang sedikit menurun dari 3.2% menjadi 3.0% walau tidak sebanyak perkiraan 2.9%. Meski demikian BOJ masih tetap berencana untuk menaikkan suku bunga acuannya seiring dengan sektor tenaga kerja yang kuat karena upah diperkirakan akan meningkat pesat dalam waktu dekat ini sehingga berpotensi mendongkrak inflasi.
Euro terus tertekan terhadap dolar seiring dengan kekhawatiran akan perang dagang AS dengan Uni Eropa. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dalam pidato semalam mengatakan kenaikan tarif dari AS sebanyak 25% akan memperlambat pertumbuhan ekonomi sebanyak 0.3% di tahun pertama dan akan terus meningkat sebanyak 0.5% jika terjadi perlawanan. Di sisi lain setelah Jerman mendapat lampu hijau untuk menjalankan stimulus fiskal senilai €500 juta, pejabat Uni Eropa - Robert Holzmann mengusulkan Uni Eropa ikut menganggarkan €800 juta untuk pertahanan dan mendukung Ukraina seiring dengan ditariknya dukungan militer AS. Sementara itu Sentral Bank Swiss (SNB) mendahului memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps kemarin dengan pertimbangan mengurangi beban akibat perang dagang secara global. Sedangkan Bank Sentral Swedia masih tetap mempertahankan suku bunga acuannya.
Poundsterling juga menguat terhadap dolar pasca Bank Sentral Inggris (BOE) tetap mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan dan juga menepis anggapan bahwa BOE siap sedia memangkas suku bunga menjelang ketidakpastian ekonomi global dan ekonomi Inggris khususnya. Dalam hasil voting 8 suara banding 1 suara memilih memangkas 25 bps melampaui perkiraan analis pasar memperkirakan hasil voting 7-2. Dalam konferensi pers Gubernur BOE - Andrew Bailey menyampaikan hal yang menjadi kekhawatiran yang sama terhadap dampak agenda kenaikan tarif AS. Terlebih akan rencana pemerintah Inggris yang berencana menaikkan suku bunga acuannya menambah tekanan akan inflasi kembali naik. Spekulasi akan langkah BOE untuk memangkas suku bunga acuan semakin berkurang hingga peluangnya di bawah 50%. Data di sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran mengalami peningkatan dan indeks upah rata-rata mengalami penurunan meskipun tingkat pengangguran relatif masih stabil.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures



