logo agrodana futures official
Buka Akun

Bank Sentral Kanada (BOC) Diperkirakan Akan Memangkas Suku Bunga Jumbo Malam Ini

  -  11-Dec-2024
central banks

Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya menjelang data inflasi CPI yang akan dirilis malam ini. Sebelumnya dolar terus menguat seiring dengan peluang sejumlah bank sentral negara lain yang berencana memangkas suku bunga acuannya masing-masing. Dan juga oleh pemerintah China yang meluncurkan stimulus ekonominya guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang melambat. Otoritas moneter China juga berencana mengubah kebijakan moneternya tahun depan dengan kebijakan yang lebih longgar dari saat ini yang cukup ketat. Ini merupakan perubahan kebijakan yang cukup drastis dalam lebih dari 10 tahun terakhir. Kemarin Bank Sentral Australia (RBA), meski tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter, namun mengisyaratkan inflasi kembali turun mendekati target. Sehingga diperkirakan langkah moneter RBA berikutnya adalah memangkas suku bunga. Bank Sentral Kanada (BOC) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter malam ini dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuan jumbo sebanyak 50 bps dari 3.75% menjadi 3.25%. Sedangkan Bank Sentral Eropa (ECB) hampir dapat dipastikan akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka esok hari. Kondisi fundamental ekonomi yang menurun ditambah dengan krisis kepemimpinan di kawasan ini serta kekhawatiran akan dikenakannya kenaikan tarif impor oleh pemerintah AS mendatang, semakin membebani prospek pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Kemudian ada Bank Sentral Swiss (SNB) yang juga dimungkinkan untuk memangkas suku bunga acuannya dengan ukuran jumbo juga pada pertemuan moneter di hari yang sama. Hari ini fokus investor akan tertuju pada data inflasi CPI dengan perkiraan untuk mendapatkan gambaran arah keputusan moneter Fed pekan depan. Inflasi CPI diperkirakan naik dari 0.2% menjadi 0.3% dan jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya inflasi juga masih naik dari 2.6% menjadi 2.7%. Meski inflasi kemungkinan kembali naik, namun ekspektasi akan langkah Fed untuk memangkas suku bunga acuan masih tinggi yaitu hampir 90% dengan pemangkasan sebanyak 25 bps. Geopolitik di Timur Tengah masih belum menentu pasca jatuhnya rezim Bashar Al Assad di Suriah.

Yen mulai tertahan seiring dengan mata uang dolar yang menguat terhadap lainnya. Meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan akan menaikkan kembali suku bunga acuan pada pertemuan moneter pekan depan. Dengan pertimbangan angka inflasi yang terus cenderung naik di atas 2% dan stimulus ekonomi yang beberapa waktu lalu diluncurkan yaitu senilai $141 miliar berpotensi meningkatkan angka inflasi lebih tinggi. Kondisi ekonomi juga memungkinkan untuk melakukan kenaikan suku bunga tersebut setelah angka pertumbuhan ekonomi GDP Q3 naik melampaui perkiraan.

Euro semakin melemah terhadap dolar mengantisipasi pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB). Data inflasi terakhir sebelum pertemuan moneter adalah data CPI di Jerman yang masih relatif stagnan dengan inflasi year-on-year 2.2% sama seperti periode sebelumnya. Selain kondisi ekonomi yang semakin menurun, kondisi politik di 2 negara utama juga sedang tidak stabil. Di Jerman menunggu jadwal pemilu dini menyusul mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Kanselir Olaf Scholz setelah beberapa waktu lalu memecat menteri keuangannya. Dan di Prancis terjadi hal yang sama dengan pengunduran diri Perdana Menteri - Michel Barnier setelah mendapat mosi tidak percaya dari parlemen Eropa. Presiden Emmanuel Macron tidak juga segera menunjuk penggantinya yang membuat stabilitas politik di kedua negara ini menjadi goyah yang akan menjadi sentimen negatif bagi investor.

Poundsterling sedikit terangkat terhadap dolar disebabkan oleh cross rate dengan Euro yang terus menguat. Fundamental ekonomi di Inggris relatif yang lebih stabil dan lebih baik dibandingkan wilayah tetangganya Uni Eropa, memungkinan bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pekan depan. Namun tidak menutup kemungkinan untuk kembali memangkas suku bunga acuannya juga, guna mengantisipasi diberlakukannya kenaikan tarif impor di masa kepemimpinan Presiden Trump mendatang. Kekhawatiran tersebut akan membayangi industri di Inggris yang mengandalkan ekspor. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis di Inggris.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down