Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan prospek akan langkah Fed untuk memangkas suku bunga acuan semakin terkikis. Dengan semakin mendekati pemilu di AS pada 5 November mendatang siapapun yang terpilih akan berpotensi menaikkan inflasi dengan rencana anggaran yang meningkat dari sebelumnya. Terlebih lagi jika mantan presiden - Donald Trump terpilih kembali memimpin bisa dipastikan akan dapat memicu kenaikan inflasi dengan sejumlah agenda ekonominya termasuk memberlakukan lagi perang dagang dengan menaikkan tarif import bagi mitra dagang AS. Dan ekspektasi akan Trump memenangkan pemilu kali ini semakin meningkat, meskipun dalam polling rivalnya dari Partai Republik - Kamala Harris masih sedikit mengungguli. Dengan ekspektasi tersebut, maka kemungkinan peluang Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan semakin besar sehingga otomatis peluang Fed kembali memangkas suku bunga lagi semakin menurun. Peluang Fed memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps semakin menurun menjadi 89.6% dan sisanya 10.4% diperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini menurut CME's FedWatch Tool. Dengan meningkatnya peluang Fed untuk mempertahankan suku bunga saat ini semakin memperlebar jaraknya dengan suku bunga di negara lain yang sudah lebih agresif memangkas suku bunganya. Dan ini menjadi sentimen positif untuk mata uang dolar. Sejumlah pejabat Fed juga berpendapat bahwa Fed perlu lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga acuan dan dipastikan akan dilakukan secara bertahap. Fundamental ekonomi di AS mendukung dolar untuk menguat seiring dengan kondisi ekonomi di AS yang lebih baik dari negara dan kawasan lainnya di dunia saat ini. Laporan perkembangan ekonomi di 12 negara bagian di AS dari Fed berupa Beige Book yang akan dirilis malam ini akan memperjelas argumen tersebut. Hari ini Bank Sentral Kanada dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter dengan perkiraan akan kembali memangkas suku bunga acuannya sebanyak 50 bps
Yen melemah terhadap dolar hingga diatas level 151 yang merupakan level tertinggi sejak 31 Juli lalu. Di akhir pekan ini akan diadakan pemilihan umum parlemen di Jepang dengan peluang akan hilangnya mayoritas partai LDP yang berpotensi hilangnya dukungan terhadap Perdana Menteri - Shigeru Ishiba yang baru beberapa bulan menjabat. Partai LDP harus mencari koalisi baru untuk tetap mempertahankan mayoritas dengan mengorbankan sejumlah kepentingan dalam negosiasi nantinya. Hasil pemilu ini bisa jadi akan berpengaruh terhadap kebijakan moneter dari Bank Sentral Jepang (BOJ) yang akan datang. BOJ baru saja mengubah kebijakan moneternya memasuki era baru yang lebih fokus pada inflasi dengan meninggalkan kebijakan suku bunga negatif sebelumnya.
Euro semakin melemah terhadap dolar seiring dengan peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. ECB pekan lalu sudah memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps untuk ketiga kalinya dalam tahun ini dan sejumlah pejabat ECB memperingatkan bahwa inflasi beresiko turun tajam hingga di bawah target 2% namun ECB masih perlu untuk melakukan pemangkasan berikutnya. Pejabat ECB sekaligus Gubernur Bank Sentral Slovakia - Peter Kazimir Senin lalu mengatakan masih perlu sejumlah bukti bahwa inflasi sudah mencapai target yang diinginkan ECB. Hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dan juga pidato dari Presiden ECB - Christine Lagarde
Poundsterling juga melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 2 bulan terakhir. Data Hutang Publik di Inggris meningkat membayangi rencana anggaran pertama dari Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves pekan depan. Hutang Sektor Publik meningkat dari 13.0B menjadi 16.6B yang lebih rendah dari perkiraan naik 17.4B. Kenaikan data ini akan menjadi salah satu faktor yang menyerap rencana anggaran pemerintah Inggris yang akan diumumkan pekan depan. Diperkirakan anggaran tersebut akan berkurang dari anggaran sebelumnya yang akan memperlambat perekonomian sehingga memaksa Bank Sentral Inggris (BOE) untuk memangkas suku bunga acuannya. Malam ini Gubernur BOE - Andrew Bailey dijadwalkan akan memberikan pidato dan akan dicermati apakah pernyataan kesiapan BOE untuk kembali memangkas suku bunga masih berlaku
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



