Dolar sedikit terkoreksi terhadap sejumlah mata uang lainnya paska rilis data ekonomi di AS yang cenderung melemah. Data GDP di AS mengalami penurunan cukup signifikan dari 3.4% menjadi 1.3% sesuai perkiraan namun GDP Price indeksnya naik dari 1.7% menjadi 3.1% sesuai dengan perkiraan juga. Sementara data lain berupa laporan mingguan klaim pengangguran mengalami penurunan menjadi 233K yang lebih baik dari perkiraan namun data periode sebelumnya direvisi sedikit meningkat dari 238K menjadi 239K. Sehingga rata-rata dalam 4 pekan terakhir mengalami kenaikan dari 233K menjadi 236K. Dengan semakin bertambahnya klaim pengangguran menunjukkan tanda-tanda sektor tenaga kerja mulai menurun. Sedangkan data Durable Goods Order turun tajam +0.1% walau tidak sampai seburuk perkiraan turun hingga -0.1% dan data periode sebelumnya juga mengalami revisi tajam dari +0.7% menjadi hanya +0.2%. Begitu pula dengan data Core-nya yang tidak menyertakan komponen dari sektor otomotif mengalami penurunan dari 0.4% menjadi -0.1% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.2%. Data-data ini membuat peluang Fed perlu untuk menurunkan suku bunga acuan menjadi lebih terbuka. Namun tentu saja data terpenting berupa indikator inflasi lebih utama dalam pengambilan keputusan Fed. Hari ini akan dirilis data indikator inflasi dari sisi personal yaitu PCE dengan perkiraan akan mengalami penurunan dari 2.7% menjadi 2.6% dan data Core PCE turun dari 2.8% menjadi 2.6%. Data ini semakin mendekati target Fed 2% yang juga memberikan ruang bagi Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya lebih leluasa. Meski demikian pejabat Fed masih belum terlalu optimis akan hal tersebut. Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic semalam mengatakan keyakinannya hanya akan ada 1 kali pemangkasan suku bunga acuan dan akan dilakukan pada kuartal 4 nanti. Tentu saja hal ini tidak sesuai dengan ekspektasi pasar yang mengharapkan suku bunga acuan akan dilakukan pada akhir kuartal 3 tahun ini atau lebih tepatnya di bulan September mendatang. Pagi ini perhatian pasar juga akan tertuju pada debat capres di AS antara petahan Presiden Joe Biden melawan rivalnya lamanya capres dari Partai Republik - Donald Trump yang dijadwalkan akan dimulai pada pukul 09:00 WIB dan akan berlangsung selama 90 menit. Sedangkan data PCE akan dirilis pada pukul 19:30 WIB.
Yen terus melemah terhadap mata uang dolar hingga kembali menembus rekor baru mencapai level tertinggi dalam 38 tahun terakhir. Situasi di pasar masih dibayangi oleh kekhawatiran akan langkah drastis yang mungkin akan dilakukan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menjaga volatilitas nilai tukar mata uang Yen. Menteri Keuangan Jepang dan pejabat yang terkait semakin gencar mengeluarkan komentar akan kesiapan untuk bertindak tersebut. Yen sudah mengalami depresiasi sebanyak 12% sepanjang tahun ini seiring dengan perbedaan tingkat suku bunga acuan di Jepang dibandingkan dengan di AS yang menjadi daya tarik bagi pelaku transaksi carry trade. Dimana pelaku pasar meminjam mata uang dengan imbal hasil rendah untuk berinvestasi pada mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi. Data ekonomi berupa inflasi di Tokyo mengalami kenaikan dari 1.9% menjadi 2.1% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 2.0%. Dengan data inflasi yang terus naik membuka peluang bagi BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya yang dapat mendukung penguatan mata uang Yen. Namun pertemuan moneter BOJ yang masih cukup jauh membuat data tersebut kurang mendapat respon di pasar.
Euro sedikit menguat terhadap dolar namun masih cenderung tertekan menjelang pemilu di Prancis yang dijadwalkan di akhir pekan ini. Dalam polling terakhir menunjukkan peluang Presiden Macron semakin menipis, namun dengan tidak akan terjadinya pertukaran kepemimpinan segera setelah pemilu memungkinkan tidak akan membuat perubahan terlalu drastis dan hanya akan berjalan secara bertahap. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI di Prancis, Spanyol dan Italia serta dari sektor pengangguran di Jerman. Jika inflasi terus menurun maka Bank Sentral Eropa (ECB) akan melanjutkan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang akan datang. Hal ini juga ditegaskan oleh anggota Dewan ECB - Olli Rehn dalam wawancara dengan Bloomberg mengatakan ECB sewajarnya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 2 kali di tahun ini.
Poundsterling juga sempat bergerak menguat terhadap dolar meski belum terlalu signifikan. Dalam laporan stabilitas finansial yang dirilis Bank Sentral Inggris (BOE) masih belum menunjukkan perubahan yang signifikan dari kuartal sebelumnya, namun tanda-tanda potensi pemulihan ekonomi cenderung meningkat. Inggris juga menghadap pemilu di hari Rabu pekan depan dengan peluang oposisi Partai Buruh akan menang dan akan mengambil alih pemerintahan untuk pertama kali dalam 14 tahun terakhir. Dan ini menjadi sentimen positif karena Partai Buruh diharapkan akan membuat stabilitas fiskal dan politik di Inggris lebih stabil serta hubungan dagang lebih baik dengan Uni Eropa. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP dengan perkiraan meningkat tajam.



