logo agrodana futures official
Buka Akun

Data Pertumbuhan Ekonomi GDP dan Inflasi Mikro PCE Akan Jadi Fokus Pasar Malam Ini

  -  30-Apr-2025

Dolar sedikit terangkat terhadap mata uang lainnya seiring dengan adanya sinyal akan rencana pemerintahan Presiden Trump untuk mengurangi kenaikan tarif impor kendaraan pada produsen mobil domestik dan juga tercapainya negosiasi dengan satu mitra dagang AS serta prospek mitra lainnya yang segera akan menyusul. Presiden Trump melalui eksekutif order berencana mengurangi tarif terhadap produk otomotif terutama suku cadang dan bahan baku setelah mendengarkan keluhan dari produsen kendaraan domestik di AS. Menteri Perdagangan - Howard Lutnick menyampaikan bahwa pemerintah AS sudah mencapai kesepakatan final dengan satu mitra dagangnya dan menunggu persetujuan sebelum diumumkan secara publik. Sedangkan Menteri Keuangan – Scott Bessent juga mengatakan pemerintah sudah mencapai perundingan yang lebih mendalam pada negosiasi kenaikan tarif impor dengan prospek terdekat akan tercapai dengan India dan Korea Selatan. Bessent menambahkan setidaknya ada 17 mitra dagang yang sedang bernegosiasi dan diharapkan akan dapat diselesaikan dalam beberapa pekan mendatang. Sementara perundingan dagang antara AS versus China masih belum ada perkembangan yang berarti. Bessent mengatakan seiring dengan waktu, pemerintah China akan menyadari bahwa kenaikan tarif impor tidak bersifat permanen dan ada kemungkinan China akan kehilangan 10 juta lapangan kerja akibat kenaikan tarif impor ini. China sendiri sudah mulai melunak setelah memberikan kelonggaran terhadap sejumlah produk AS dari kenaikan tarif impor sebanyak 125% diantaranya produk ethane, farmasi, semikonduktor dan produk2 untuk keperluan ruang angkasa. Mata uang dolar juga mendapat dukungan menguat menjelang tutup buku perusahaan di akhir bulan ini dengan meningkatnya permintaan guna menyeimbangkan neraca keuangan. Data ekonomi yang dirilis semalam justru tidak mendukung penguatan mata uang dolar dengan data kepercayaan konsumen merosot tajam hingga level terendah dalam 5 tahun terakhir dengan indeks hanya mencapai 86.0 lebih rendah dari perkiraan turun 89.0 meskipun data periode sebelumnya direvisi membaik dari 92.9 menjadi 93.9. Begitu pula dengan data tersedianya lowongan kerja mengalami sedikit penurunan menjadi hanya 7.19M yang juga lebih rendah dari perkiraan 7.40M dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 7.57M menjadi 7.48M. Hari ini akan dirilis data penting berupa pertumbuhan ekonomi GDP dan juga indikator inflasi PCE serta personal income/spending yang menjadi acuan bagi Fed untuk menentukan kebijakan moneternya. Selain itu ada juga data dari sektor tenaga kerja berupa terisinya lapangan kerja swasta ADP dan indeks manufaktur negara bagian Chicago.

Yen ikut terkoreksi seiring dengan pulihnya mata uang dolar, selain itu kemarin Jepang libur merayakan Showa Day. Bank Sentral Jepang (BOJ) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pada hari Kamis ini dengan perkiraan tidak akan menaikkan dan masih akan mempertahankan suku bunga acuan untuk sementara waktu menunggu kejelasan dampak kenaikan tarif impor AS terhadap ekonomi secara global. Sementara perundingan dagang dengan AS masih belum final dan akan dilanjutkan dengan pertemuan dua menteri keuangan pekan depan. Data ekonomi yang dirilis pagi ini menunjukkan kondisi ekonomi masih mixed dengan data Retail Sales bulan lalu mengalami penurunan menjadi -1.2% lebih buruk dari perkiraan -0.2% dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 0.5% menjadi 0.4%. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama setahun lalu justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi 3.1% meski tidak sebanyak perkiraan 3.3% dan data periode sebelumnya direvisi sedikit menurun dari 1.4% menjadi 1.3%. Sedangkan data industrial production mengalami penurunan.

Euro juga mengalami koreksi terhadap mata uang dolar meski secara bulan ini masih terhitung menguat dengan kenaikan terbanyak sejak November tahun 2022 yang lalu. Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) sekaligus Gubernur Bank Sentral Italia - Piero Cipollone memberikan peringatan kenaikan tarif impor berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi dan juga menaikkan inflasi yang bisa berakibat sama seperti resesi. Polarisasi ekonomi global juga dikhawatirkan akan menjadi kendala pertumbuhan ekonomi secara global dengan perubahan arah laju modal dan bahkan bisa menggeser status mata uang dolar dari asset safe haven. Untuk itu ECB harus segera menurunkan suku bunga acuannya lebih lanjut pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Juni mendatang. Data ekonomi berupa kepercayaan konsumen di Jerman meningkat -20.6 yang lebih baik dari perkiraan -28.0 dan data periode sebelumnya direvisi sedikit lebih baik dari -24.5 menjadi -24.3. Hari ini ada data pertumbuhan ekonomi GDP dan data inflasi di Prancis dan Jerman serta data inflasi untuk Uni Eropa secara keseluruhan. Di Jerman juga akan dirilis data Retail Sales.

Poundsterling menurun dari hari sebelumnya terhadap dolar, namun belum jauh dari level tertinggi dalam 3 tahun terakhir. Menteri Keuangan - Rachel Reeves menekankan untuk meningkatkan hubungan dagang dengan tetangga terdekatnya, yaitu Uni Eropa. Inggris tidak terlalu risau dengan agenda kenaikan tarif impor AS karena neraca perdagangan AS mengalami surplus dibandingan dengan negara lainnya. Bahkan pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) – Megan Green mengatakan kenaikan tarif impor AS justru akan menekan turun inflasi dan bukan sebaliknya sehingga suku bunga acuan berpeluang untuk diturunkan dan satu-satunya kendala adalah adanya rencana kenaikan pajak pendapatan. BOE diperkirakan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan lebih lama lagi. Hari ini tidak ada data penting, hanya data dari sektor perumahan.


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down