Dolar sedikit tertahan meski masih cenderung menguat terhadap mata uang lain seiring dengan data pertumbuhan ekonomi GDP yang mengalami penurunan. Pelaku pasar juga lebih berhati-hati menjelang data penting di sektor tenaga kerja dan juga pemilu di AS yang tinggal dalam hitungan beberapa hari ke depan. Data GDP kuartal lalu mengalami penurunan menjadi 2.8% yang lebih rendah dari perkiraan 3.0 meski data kuartal sebelumnya juga direvisi membaik dari 2.8% menjadi 3.0%. Meski demikian indeks harga dari data GDP tersebut mengalami penurunan menjadi 1.8% yang lebih rendah dari perkiraan 1.9% dan data periode sebelumnya direvisi naik dari 2.3% menjadi 2.5%. Data indeks harga ini dikaitkan dengan potensi inflasi yang kelihatan semakin cenderung menurun. Sedangkan di sektor tenaga kerja penambahan terisinya lapangan kerja swasta dari ADP meningkat tajam 233K, angka ini merupakan yang tertinggi dalam lebih dari 1 tahun terakhir. Jauh melampaui perkiraan 113K dan juga lebih baik dari periode sebelumnya yang direvisi meningkat dari 143K menjadi 153K. Data sektor tenaga kerja ini sangat-sangat di luar perkiraan mengingat AS dilanda 2 badai besar yang semestinya berdampak banyak pada sektor tenaga kerja. Data ini sekaligus menghilangkan kekhawatiran akan melemahnya sektor ini paska rilis data dari JOLTS sehari sebelumnya. Dan diharapkan akan berlaku hal yang sama dengan data terpenting sektor tenaga kerja yaitu Non-Farm Payroll yang baru akan dirilis esok malam. Pada intinya ekonomi di AS masih solid seperti yang diperkirakan selama ini sehingga tidak ada perubahan ekspektasi dari yang sudah ada termasuk antisipasi kebijakan moneter yang akan diambil oleh Fed pada pertemuan FOMC mendatang. Sementara itu dengan hasil polling pilpres di AS yang semakin sengit antara Donald Trump versus Kamala Harris membuat pelaku pasar sedikit menahan diri. Meski pelaku pasar lebih cenderung menyukai Trump kembali memimpin karena kebijakannya yang pro nasionalis. Namun segala kemungkinan masih mungkin terjadi seperti halnya dalam beberapa pemilu sebelumnya. Hari ini masih ada data dari sektor tenaga kerja berupa data PHK dari Challenger dan juga data inflasi lainnya berupa Personal Cunsumption Expenditure (PCE) serta data personal income/spending.
Yen masih terus tertekan terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) hari ini. Hasil pemilu di akhir pekan lalu masih membayangi ketidakpastian dengan partai terbesar LDP kehilangan mayoritas suara untuk pertama kali sejak perang dunia lalu. Dengan ketidakpastian ini akan menghalangi BOJ untuk meneruskan langkah pengetatan moneter meski inflasi terus naik. BOJ diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini dan baru akan menaikkan suku bunga pada pertemuan selanjutnya di bulan Desember mendatang. Pasar menunggu hasil pertemuan tersebut terutama konferensi pers dari Gubernur BOJ - Kazuo Ueda paska berakhirnya pertemuan moneter hari ini. Pelaku pasar juga berhati-hati dengan kemungkinan langkah drastis berupa intervensi jika mata uang Yen melemah tajam paska pertemuan moneter hari ini. Meskipun peluang tersebut sangat kecil mengingat kondisi politik domestik Jepang dan belum pastinya hasil pilpres di AS.
Euro masih cenderung melemah terhadap dolar meskipun fundamental ekonomi mulai membaik di kawasan ini. Data preliminary GDP kuartal lalu meningkat 0.4% yang lebih baik dari perkiraan turun 0.2% meskipun data kuartal sebelumnya direvisi menurun dari 0.3% menjadi 0.2%. Data menunjukkan GDP di Jerman dan Prancis sebagai 2 negara dominan di kawasan Uni Eropa mengalami peningkatan di atas perkiraan. Sedangkan data inflasi di Jerman dan Spanyol juga meningkat, data inflasi untuk Uni Eropa keseluruhan baru akan dirilis malam hari nanti. Dengan data-data ini ekspektasi Bank Sentral Eropa (ECB) akan langkah pemangkasan suku bunga sedikit menurun.
Poundsterling melemah tajam terhadap dolar setelah Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves mengumumkan akan menaikkan pajak menjadi 32% dari sebelumnya 28% dan akan berlaku mulai April tahun 2025 mendatang pada rencana anggaran yang diumumkan semalam. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak tahun 1993 yang lalu. Kenaikan pajak ini diharapkan akan dapat menutupi hutang sektor publik di Inggris. Meski kenaikan ini hanya berlaku pada sejumlah pelaku bisnis terutama di bidang keuangan, namun kenaikan tersebut tidak disambut baik oleh pasar. Dan hal ini berpeluang menghalangi langkah Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Hari ini tidak ada data ekonomi penting yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



