
Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya menjelang rilis data inflasi malam ini dan juga antisipasi debat capres kedua menjelang pemilu AS di bulan November mendatang. Data inflasi CPI malam ini diperkirakan akan semakin memastikan Fed hanya akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps. Data inflasi CPI yang akan dirilis pukul 19:30 WIB malam ini diperkirakan masih stabil di angka 0.2% sama seperti bulan lalu dan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan juga sama stabil seperti bulan sebelumnya 0.2%. Namun jika dibandingkan dengan periode setahun yang lalu terjadi penurunan dari 2.9% menjadi 2.6% meskipun Core CPI-nya masih stabil sama seperti periode sebelumnya 3.2%. Dengan inflasi yang semakin mendekati target Fed 2% memvalidasi pernyataan Ketua Fed - Jerome Powell pada akhir Agustus lalu dalam simposium Jackson Hole di Wyoming yang menegaskan sudah waktunya bagi Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter. Dengan inflasi yang semakin menurun maka fokus Fed beralih pada sektor tenaga kerja dengan data yang akhir-akhir ini menunjukkan pelambatan yang harus segera diatasi salah satunya yaitu dengan menurunkan suku bunga acuan Fed. Pertemuan moneter FOMC sendiri dijadwalkan pada pekan depan dengan agenda akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dengan peluang yang cukup stabil yaitu sebanyak 71% menurut CME's FedWatch tool. Sedangkan menurut LSEG peluangnya tidak jauh berbeda yaitu sebanyak 67%, meskipun tidak tertutup kemungkinan pemangkasan lebih besar dengan 50 bps namun peluangnya terus menurun. Sementara itu debat kedua capres AS menjelang pemilu di bulan November mendatang yang sebenarnya debat pertama antara Donald Trump dan Kamala Haris, setelah capres dari Partai Demokrat sebelumnya Joe Biden mengundurkan diri dari pencalonan Presiden pemilu mendatang. Pasar lebih cenderung memilih Trump karena kebijakan ekonomi yang pro kepentingan industri termasuk janji penurunan pajak dan juga dukungan atas kebijakan strong dolar. Meskipun secara umum dalam beberapa polling suara Kamala mengungguli Trump. Debat selama 90 menit ini masih berlangsung saat tulisan ini diturunkan.
Yen rebound terhadap dolar seiring dengan kembali terjadinya pengalihan aset ke safe haven menjelang data inflasi CPI di AS malam nanti. Selain itu juga adanya kekhawatiran setelah Fed menaikkan batas kecukupan modal perbankan sebanyak 9% yang diumumkan oleh Gubernur Fed - Michael Barr semalam yang juga menjadi alasan Swiss Franc menguat. Selain karena Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan akan segera menaikkan kembali suku bunga acuannya setelah data inflasi yang sudah dirilis menunjukkan indikasi terus cenderung naik. Data ekonomi juga semakin menunjukkan hal tersebut, meski pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan di kuartal 2 menjadi 0.7% yang lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 0.8%. Namun tekanan harga dari data GDP menunjukkan terjadinya kenaikan menjadi 3.2% dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 3.0%. Kepastian akan rencana kenaikan ini akan dibahas dalam pertemuan moneter BOJ pekan depan setelah pertemuan FOMC. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro melemah meskipun mata uang dolar mengalami koreksi terhadap mata uang utama dunia. Perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan esok hari mendahului pertemuan FOMC. Diperkiraan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuan untuk kedua kali setelah pertemuan moneter di bulan Juni lalu. Data inflasi di Jerman sesuai perkiraan relatif masih stagnan -0.1% sama seperti periode sebelumnya, sementara data Industrial Production di Italia menurun drastis dari +0.5% menjadi -0.9% yang jauh lebih jelek dari perkiraan hanya turun -0.2%. Dengan kondisi ekonomi di kawasan ini yang terus menerus menurun membuat ekspektasi akan perlunya ECB bertindak. Tidak ini saja tapi ECB juga diperkirakan masih akan menurunkan suku bunga pada pertemuan moneter selanjutnya di bulan Desember mendatang. Selain itu kondisi politik di kawasan ini juga menjadi kekhawatiran utama terutama di Prancis dan Jerman dengan oposisi yang semakin kuat komposisi di parlemen. Hari ini tidak ada data penting di kawasan ini.
Poundsterling menguat terhadap dolar dan Euro seiring dengan data di sektor tenaga kerja yang cenderung positif. Data Klaim Pengangguran turun tajam dengan hanya terjadi penambahan sebanyak 23.7K yang jauh di bawah perkiraan 95.5K dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 135K menjadi hanya 102.3K. Dan tingkat pengangguran juga ikut turun dari 4.2% menjadi 4.1% sesuai perkiraan. Meskipun upah rata-rata justru menurun menjadi 4.0% yang lebih rendah dari perkiraan 4.1% namun data periode sebelumnya direvisi membaik dari 4.5% menjadi 4.6%. Data di sektor tenaga kerja ini relatif masih baik sehingga tidak menjadi kekhawatiran Bank Sentral Inggris (BOE) untuk segera memangkas suku bunga lagi dalam waktu dekat ini. Terlebih karena BOE baru saja  memangkas sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan Agustus lalu. Dan Gubernur BOE - Andrew Bailey dan Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill sepakat bahwa belum waktunya BOE untuk memangkas suku bunga lebih lanjut. Perbedaan ekspektasi antara BOE yang akan mempertahankan suku bunga acuan dan Fed bersama ECB yang segera memangkas suku bunga acuan menjadi sentimen positif untuk mata uang GBP. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP dan data industrial/manufacturing production yang diperkirakan menurun.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



