Dolar bergerak cukup mixed terhadap mata uang lainnya seiring dengan volume perdagangan cukup tipis karena berkurangnya pelaku pasar yang bertransaksi di antara libur Natal dan Tahun Baru yang akan datang. Dolar masih dibayangi oleh optimisme ekonomi di AS yang diharapkan dari agenda ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan juga kembali memicu inflasi kembali naik. Meski demikian, kebijakan ekonomi yang lebih longgar dan pengurangan pajak akan memicu pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Sementara berkurangnya ketersediaan tenaga kerja karena aturan imigrasi yang ketat akan meningkatkan upah dan juga kenaikan tarif impor diperkirakan akan mendorong inflasi kembali naik. Sehingga Fed dalam pertemuan moneter pekan lalu mengurangi proyeksi pemangkasan suku bunga acuan dari 4x menjadi hanya 2x di tahun 2025 mendatang dan tidak tertutup kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih lama lagi jika inflasi benar-benar naik jauh dari target Fed. Sementara di negara lain bank sentral tidak ada tekanan tersebut sehingga kemungkinan besar akan tetap menjalankan pelonggaran moneter guna memicu pertumbuhan ekonomi di negaranya. Terlihat dari prakiraan yang diberikan oleh pelaku pasar yang menunjukkan Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 38 bps atau tidak sebanyak 50 bps seperti yang diproyeksikan Fed tersebut diatas. Perbedaan suku bunga acuan akan semakin kembali melebar yang menjadi sentimen positif untuk mata uang dolar. Data Klaim pengangguran yang dirilis semalam menunjukkan terjadinya penurunan dari 220K menjadi 219K yang lebih baik dari perkiraan meningkat 223K. Data ini menunjukkan sektor tenaga kerja yang masih cukup kuat meski mulai ada kecenderungam melambat. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis.
Yen melemah terhadap dolar hingga sempat menyentuh level tertinggi pada 17 Juli lalu 158.09. Dengan Fed yang mengurangi pemangkasan pada tahun 2025 nanti dan Bank Sentral Jepang (BOJ) yang belum tentu akan segera menaikkan suku bunga acuan maka perbedaan suku bunga acuan ini akan menjadi daya tarik untuk pelaku carry trade. Pelemahan mata uang yen ini tidak terkecuali mendapat perhatian dari Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato yang mengatakan pemerintah Jepang tidak menyukai melemahnya Yen yang terlalu cepat di pasar uang yang tidak mencerminkan fundamental ekonomi. Hal ini menjadi indikasi otoritas keuangan siap bertindak untuk melakukan intervensi. Komentar yang sama juga disampaikan beberapa pekan lalu namun sejauh ini langkah tersebut dinilai terlalu riskan menjelang agenda ekonomi pemerintahan baru Presiden Trump yang akan datang. Data ekonomi yang dirilis hari ini berupa data inflasi Tokyo yang meski naik dari 2.2% menjadi 2.4% namun tidak lebih tinggi dari perkiraan 2.5%. Sementara tingkat penggangguran masih sama 2.5% seperti periode sebelumnya dan data Retail Sales meningkat tajam menjadi 2.8% dan lebh baik dari perkiraan naik 1.5% sementara data periode sebelumnya direvisi menurun dari 1.6% menjadi 1.3%. Data yang cukup mixed ini masih membutuhkan konfirmasi pada data ekonomi yang akan datang.
Euro bergerak menguat terhadap dolar setelah sempat melemah hingga level terendah sejak 22 november yang lalu. Meskipun sebagian besar wilayah di Uni Eropa masih libur merayakan Natal. Penguatan ini semata dikarenakan pengalihan aset ke mata uang Euro menjelang tutup buku akhir tahun. Tidak ada data ekonomi yang mendukung penguatan tersebut. Hari ini juga tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling cenderung melemah terhadap dolar meski sempat juga menguat diawal perdagangan. Penguatan ini didukung oleh langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang masih mempertahankan suku bunga acuan sehingga perbedaan suku bunga masih menjadi daya tarik menjelang ketidakpastian ekonomi global karena agenda ekonomi pemerintah AS yang baru nanti. Namun rencana anggaran pemerintah Inggris berupa kenaikan pajak dan juga peningkatan anggaran dan utang dikhawatirkan akan memperlambat laju ekonomi, sehingga akan menyeret ekonomi Inggris kembali menuju resesi. Hal ini membuat Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan akan segera menurunkan suku bunga acuan kembali terlebih setelah anggota voting untuk pemangkasan bertambah dari 1 orang menjadi 3 orang. Kemungikan besar jumlah voting akan semakin bertambah. Hari ini BOE akan merilis laporan kuartalan yang berisi perekembangan ekonomi untuk kuartal 3 lalu.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



