
Dolar berlanjut mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya di tengah terjadinya simpang siurnya berita seputar agenda kenaikan tarif impor yang akan diterapkan oleh pemerintahan AS yang baru. Media Washington Post memberitakan staf ahli Trump sedang menggodok rencana kenaikan tarif yang merata terhadap semua mitra dagang AS, namun hanya pada sejumlah sektor yang dirasa perlu untuk kepentingan ekonomi dan keamanan nasional AS. Berita ini menghilangkan kekhawatiran akan agenda ekonomi yang agresif dan memberikan kelonggaran yang dibutuhkan mitra dagang AS. Berita ini membuat mata uang selain dolar rebound terlebih setelah beberapa pekan terus tertekan hingga mendekati level terendah. Sementara itu penguatan mata uang Kanada juga mendukung terkoreksinya mata uang dolar setelah Perdana Menteri - Justin Trudeau mengumumkan akan mengundurkan diri bulan depan sekaligus turun dari jabatan pimpinan Partai Liberal yang berkuasa dalam 9 tahun terakhir. Trudeau mundur menyusul semakin berkurangnya kepercayaan partai yang dipimpinnya dalam polling akibat kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat. Meski demikian Trudeau masih akan menjabat posisi saat ini hingga penggantinya terpilih nanti. Namun belakangan Trump melalui platform sosial media miliknya Truth Social, menepis berita tersebut dengan mengatakan hal tersebut adalah contoh berita bohong. Dengan penolakan berita tersebut oleh Trump pribadi membuat koreksi mata uang dolar tertahan. Data ekonomi di AS yang dirilis semalam juga melemah dengan data factory order mengalami penurunan tajam -0.4 yang lebih rendah dari perkiraan -0.3. Meskipun data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.2% menjadi 0.5%. Hari ini fokus pasar akan tertuju pada data PMI sektor jasa dari ISM dan neraca perdagangan, serta yang mungkin lebih penting laporan di sektor tenaga kerja berupa tersedianya lowongan kerja dari JOLTS.
Yen kembali melemah meski sempat rebound terhadap dolar seiring kabar dari Washington Post yang disebut di atas. Namun penguatan Yen tidak bertahan lama selain karena bantahan dari Trump sendiri perihal berita tersebut. Namun juga karena tidak ada komentar dari pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) yang mengkhawatirkan pelemahan mata uang Yen lebih lanjut maupun sentimen dari pasar yang mendukung penguatan mata uang Yen. Bank Sentral Jepang (BOJ) meski diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuannya, namun kemungkinan tidak dalam waktu dekat ini dengan masih menunggu agenda ekonomi AS yang baru terhadap Jepang dirilis dan juga perubahan struktur upah yang baru. BOJ juga memulai mengurangi neraca keuangannya dengan membatasi pembelian obligasi sesuai dengan keputusan yang diambil pada pertemuan moneter di bulan Desember lalu. Dengan pengurangan pembelian tersebut, BOJ hanya memiliki ruang gerak yang terbatas termasuk untuk mengatur pergerakan mata uang Yen.
Euro rebound cukup signifikan terhadap dolar meski di akhir sesi perdagangan mulai menurun lagi. Meski demikian Euro naik dengan kenaikan terbanyak dalam sehari sejak 2 Agustus tahun lalu. Fundamental ekonomi menunjukkan inflasi di Jerman naik tajam dari -0.2% menjadi +0.4% sedikit lebih tinggi dari perkiraan naik +0.3%. Sedangkan data PMI di sektor jasa juga meningkat walau sedikit menjadi 51.6 dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 51.4. Sedangkan data kepercayaan investor dari Sentix menunjukkan sedikit menurun -17.7 sesuai perkiraan dari periode sebelumnya -17.5. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI untuk Uni Eropa secara keseluruhan yang akan menjadi pedoman bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menentukan langkah moneter selanjutnya dan juga data tingkat pengangguran.
Poundsterling juga rebound terhadap dolar mengikuti koreksi mata uang dolar akibat berita di atas. Dan penurunan setelah dibantah oleh Trump hanya tertahan sedikit, meskipun data ekonomi juga menurun. Data PMI di sektor jasa di Inggris sedikit mengalami penurunan menjadi 51.1 yang lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 51.4. PHK di sektor ini mengalami peningkatan terbanyak dalam 4 tahun terakhir menurut data tersebut. Rencana anggaran dengan menaikkan pajak yang dicadangkan menteri keuangan Inggris sepertinya mulai berdampak pada perusahaan-perusahaan sehingga perlu melakukan PHK. Belum lagi nanti ada kenaikan tarif impor dari pemerintah AS yang akan lebih menekan laba eksportir di Inggris nantinya. Hari ini ada data PMI di sektor konstruksi.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



