logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar Terus Tertekan Menjelang Data Inflasi CPI Esok Hari

  -  10-Mar-2025
images 2020 09 14t130257.622

Dolar terus melemah seiring data di sektor tenaga kerja yang di bawah ambang batas dan pidato Ketua Fed yang semakin menegaskan tidak akan melanjutkan pemangkasan dalam waktu dekat ini. Laporan Non-Farm Payroll yang dirilis Jumat pekan lalu menunjukkan terjadinya penambahan terisinya lapangan kerja hanya sebanyak 151K yang di bawah perkiraan 159K dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 143K menjadi hanya 125K. Angka yang masih jauh dari ambang batas 200K yang bisa dikategorikan sektor ini menguat. Sedangkan upah rata-rata turun 0.3% sesuai perkiraan dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 0.5% menjadi 0.4%. Sementara tingkat pengangguran mengalami kenaikan 4.1% lebih tinggi dari perkiraan stabil 4.0%. Dengan data-data ini semestinya semakin membuka peluang bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunganya. Namun dalam pidatonya Ketua Fed mengatakan Fed akan sangat konservatif dan tidak akan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat ini karena menunggu indikasi ekonomi yang lebih jelas akibat dampak agenda ekonomi Presiden Trump. Hal senada yang pernah disampaikan pada testimoni di depan Kongress beberapa waktu lalu. Meski demikian ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan masih sama yaitu sebanyak 3 kali 25 bps sepanjang tahun ini menurut LSEG calculations. Dan paling awal pemangkasan baru akan dilakukan pada pertemuan moneter di bulan Juni mendatang. Pekan ini akan dirilis data inflasi dari sisi konsumen (CPI) dan dari sisi produsen (PPI) serta hasil survey dari University of Michigan berupa ekspektasi inflasi dan sentimen konsumen.

Yen masih cenderung menguat seiring dengan pelemahan mata uang dolar, meski peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini semakin memudar. Ketidakpastian akan kondisi ekonomi global akibat agenda kenaikan tarif impor yang dikenakan oleh AS terhadap mitra dagangnya dikhawatirkan akan menciptakan guncangan ekonomi global. Bahkan sejumlah ahli ekonomi memperkirakan skenario terburuknya yaitu AS akan mengarah menuju resesi jika agenda tersebut diterapkan pada semua mitra dagangnya. Dengan kekhawatiran tersebut maka rencana kenaikan suku bunga oleh BOJ kemungkinan akan ditunda lebih lama. Meskipun inflasi di Jepang terus naik semakin menjauh dari target 2%. Kekhawatiran yang disampaikan oleh Gubernur BOJ - Kazuo Ueda tersebut pasca pertemuan G-10 pekan lalu. Pekan ini akan dirilis data neraca keuangan, leading indicator dan data pertumbuhan ekonomi GDP di Jepang.

Euro terus menguat terhadap dolar hingga mencapai level tertinggi dalam 4 bulan terakhir seiring dengan reformasi kebijakan fiskal pemerintah Jerman. Pemerintah Jerman melakukan perubahan drastis kebijakan fiskalnya dari pembatasan anggaran sebelumnya dengan menganggarkan senilai €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini. Rencana ini menghapus kekhawatiran setelah Presiden AS menghentikan bantuan militer terhadap Ukraina. Stabilitas keamanan juga menjadi syarat yang diajukan oleh Presiden Trump untuk menghindari kenaikan tarif impor oleh AS. Pekan lalu Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan untuk kesekian kalinya. Dan juga menaikkan proyeksi inflasi dari sebelumnya 2.1% menjadi 2.3% yang membuat ekspektasi langkah ECB berikutnya pada bulan April nanti hanya akan mempertahankan suku bunga acuannya. Pekan ini ada data neraca perdagangan dan data inflasi di Jerman, kepercayaan investor dari Sentix, dan industrial production untuk Uni Eropa keseluruhan serta pidato dari Presiden ECB dan Gubernur Bank Sentral Jerman.

Poundsterling juga masih menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar oleh sentimen positif di daratan Eropa. Prospek perdamaian di Ukraina yang sebelumnya meredup akibat dihentikannya bantuan dari AS, kembali memberikan harapan setelah negara-negara di Eropa bersatu untuk membantu Ukraina. Selain itu rencana peningkatan anggaran militer untuk pertahanan yang ditingkatkan diharapkan akan meningkatkan stabilitas keamanan yang menjamin pertumbuhan ekonomi. Dengan neraca perdagangan yang seimbang dengan AS, Inggris berpeluang untuk terhindar dari agenda kenaikan tarif impor AS selain itu juga kebanyakan ekspor Inggris berada di sektor jasa. Meskipun demikian Inggris juga berencana meningkatkan anggaran militernya agar tercipta stabilitas keamanan di Eropa.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down