
Dolar masih cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan untuk kesekian kalinya sebanyak 25 bps sesuai perkiraan pasar. ECB tetap membuka peluang akan melanjutkan pemangkasan pada pertemuan moneter berikutnya yang akan datang. Sehari sebelumnya, Fed mempertahankan suku bunga acuannya dan masih belum berencana untuk kembali melanjutkan pemangkasan dalam waktu dekat ini. Data ekonomi berupa pertumbuhan ekonomi GDP mengalami penurunan 2,3% pada kuartal ini, lebih rendah dari perkiraan 2,7%. Meskipun data periode kuartal sebelumnya direvisi meningkat dari 2,8% menjadi 3,1%. Dengan indeks harga yang menjadi indikasi inflasi meningkat dari 1,9% menjadi 2,2% yang lebih rendah dari perkiraan naik hingga 2,5%. Hal ini menandakan meski pertumbuhan ekonomi masih meningkat, namun angka inflasi juga meningkat di atas target Fed. Sedangkan data di sektor tenaga kerja berupa laporan mingguan klaim pengangguran mengalami penurunan dari 223K menjadi 207K yang lebih baik dari perkiraan sedikit meningkat 224K. Dengan Fed masih dalam mode wait-and-see, data ini tidak banyak berpengaruh pada ekspektasi akan perubahan langkah Fed selanjutnya. Setelah Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya dan tetap menargetkan inflasi 2%, walau juga mengindikasikan potensi inflasi kembali meningkat. Perubahan kebijakan moneter diperkirakan baru akan terjadi pada pertemuan moneter di bulan April atau Mei yang akan datang. Fokus pasar akan kembali tertuju pada agenda ekonomi Presiden Trump berupa kenaikan tarif impor sebesar 25% terhadap Mexico dan Kanada dan masih menunggu kebijakan terhadap negara lainnya terutama terhadap China dan Uni Eropa. Kebijakan Trump kemungkinan akan ditandatangani secara resmi pada hari Sabtu esok hari. Kenaikan tarif ini menjadi sentimen negatif terhadap mata uang negara yang bersangkutan sehingga mata uang dolar menguat. Hari ini akan dirilis data indikator inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) dengan perkiraan mengalami kenaikan dari 0,1% menjadi 0,2% dengan indeks biaya tenaga kerja (Employment Cost Indeks) juga mengalami peningkatan dari 0,8% menjadi 0,9%. Selain itu ada juga data personal income/spending dan juga pidato dari Gubernur Fed – Michelle Bowman.
Yen bergerak menguat meski mata uang dolar juga menguat seiring dengan komentar dari Wakil Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Ryozo Himino yang kembali menegaskan kelanjutan kenaikan suku bunga acuan jika ekonomi dan inflasi berjalan sesuai dengan prakiraan BOJ. Dalam nota pertemuan moneter BOJ pekan lalu yang baru dirilis sehari sebelumnya juga terindikasi pendapat dari sejumlah pejabat BOJ akan perlunya untuk terus menaikkan suku bunga guna menahan laju inflasi yang terus meningkat. Setelah pekan lalu BOJ menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps menjadikan suku bunga di Jepang naik 0,5% yang merupakan level tertinggi dalam 17 tahun terakhir atau sejak tahun 2008 yang lalu. Data inflasi berupa Tokyo CPI yang dirilis pagi ini menunjukkan inflasi meningkat dari 2,4% menjadi 2,5% sesuai perkiraan. Sementara data tingkat pengangguran mengalami penurunan menjadi 2,4% yang lebih baik dari perkiraan stabil 2,5% sama seperti periode sebelumnya. Sedangkan data Retail Sales juga membaik dari 2,8% menjadi 3,7% yang melampaui perkiraan hanya naik 3,4%.
Euro juga melemah terhadap dolar seiring dengan Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dari 3,0% menjadi 2,75% sesuai perkiraan dan masih berencana untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan selanjutnya. ECB menyinggung pertumbuhan ekonomi yang terus melemah dalam kuartal terakhir tahun lalu dari 0,4% menjadi 0,0% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0,1%, sehingga menjadikan terjadinya penurunan dalam 2 tahun terakhir berturut-turut. Namun ECB masih optimis bahwa inflasi meskipun terus meningkat, namun masih dalam kendali walau ada kekhawatiran akan perubahan perdagangan global. ECB diperkirakan masih akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 3 kali lagi dalam tahun ini. Ditambah kekhawatiran akan kenaikan tarif impor dari AS yang menjadikan Uni Eropa sebagai target karena neraca perdagangan yang dinilai tidak seimbang. Hari ini akan dirilis data ekonomi berupa inflasi CPI di Jerman dan Prancis serta data Pengangguran di Jerman.
Poundsterling juga melemah terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Inggris (BOE) mengikuti langkah ECB dan BOC untuk memangkas suku bunga acuannya. Inflasi yang masih tinggi dan juga defisit anggaran masih menjadi pemicu perlunya BOE memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan. Sejumlah rancangan untuk memacu perekonomian sudah diajukan oleh Menteri Keuangan - Rachel Reeves pada hari Rabu lalu, namun sejauh ini reaksi pasar masih belum positif. Tingginya harga minyak mentah, suku bunga yang tinggi dan kemungkinan kenaikan pajak serta upah minimum membuat pelaku usaha menjadi pesimis. Hari ini hanya ada data dari sektor perumahan berupa indeks harga perumahan.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



