Dolar bergerak variatif terhadap mata uang lainnya dengan range perdagangan yang cukup sempit seiring dengan pelaku pasar yang wait’n’see menungggu data inflasi CPI yang baru akan dirilis esok hari. Mata uang Yen melemah seiring dengan tutupnya bursa saham dan perbankan di Jepang kemarin karena libur nasional. Fokus pasar masih tertuju akan rencana pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu yang tidak lama lagi seiring dengan tanda-tanda pelambatan ekonomi di AS. Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan lebih agresif dari perkiraan semula dengan memangkas 50 bps menyusul data di sektor tenaga kerja yang dirilis beberapa waktu lalu. Tanda-tanda pelambatan ekonomi mulai terlihat dari data tersebut sehingga Fed perlu antisipasi agar tidak terlambat dan berpotensi menjadi resesi yang dikhawatirkan pasar belakangan ini. Meskipun sejumlah pejabat Fed menepis kekhawatiran tersebut dengan mengatakan hal ini merupakan naturalisasi ekonomi yang terjadi akibat suku bunga yang terus meningkat sejak lama. Selain sektor tenaga kerja, Fed juga mempertimbangkan inflasi yang menjadi mandat utamanya sehingga data CPI yang akan dirilis esok hari menjadi penting untuk mengambil keputusan moneter yang akan diambil pada pertemuan moneter bulan September mendatang. Meski hampir dapat dipastikan akan memangkas suku bunga acuan namun seberapa banyak Fed akan memangkas tergantung pada data inflasi ini. Sebelum data CPI, hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi produsen PPI yang diperkirakan masih stabil 0.2% namun data Core PPI diperkirakan mengalami penurunan dari 0.4% menjadi hanya 0.2%. Dengan sisi produsen yang menurun diharapkan akan terjadi hal yang sama dari sisi konsumen CPI yang lebih krusial esok hari. Jika inflasi masih stagnan maka diperkirakan Fed akan menurunkan suku bunga acuan hanya sebanyak 25 bps dan jika inflasi semakin menurun maka terbuka kemungkinan Fed akan lebih agresif dengan pemangkasan sebanyak 50 bps. Setelah peluang Fed memangkas 50 bps sempat mencapai 85% beberapa waktu lalu, seiring dengan meredanya kekhawatiran akan resesi peluang tersebut semakin menurun menjadi hanya 49% dan peluang memangkas sebanyak 25 bps kembali meningkat menjadi 51% menurut CME Group's Fed Watch Tool. Selain data CPI, data penting berikutnya adalah Retail Sales yang baru akan dirilis pada hari Kamis nanti.
Yen melemah terhadap dolar dengan tutupnya instansi perbankan dan bursa saham kemarin karena libur nasional. Hari ini bursa saham dan perbankan akan kembali beroperasi normal sehingga peluang mata uang Yen kembali menguat semakin terbuka. Meski beberapa hari terakhir lalu pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) menepis peluang untuk menaikkan kembali suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Namun dalam jangka panjang kemungkinan tersebut terbuka lebar dengan perubahan arah kebijakan BOJ yang menjadikan inflasi sebagai target seperti bank sentral dunia lainnya dari sebelumnya yang orthodox dengan terus mempertahankan suku bunga rendah. Perubahan ini mempersempit ruang gerak pelaku carry trade yang memanfaatkan perbedaan tingkat suku bunga antara Jepang dengan negara lainnya terutama AS dan Uni Eropa. Selain itu pemerintah Jepang juga tetap akan menggunakan instrumen intervensi terhadap pergerakan mata uang Yen yang tidak wajar jika berdampak negatif terhadap ekonomi. Fundamental ekonomi dari data inflasi dari sisi produsen PPI year-on-year di Jepang yang dirilis pagi ini kembali meningkat dari 2.9% menjadi 3.0% sesuai perkiraan. Selanjutnya akan dirilis data Machine Tools Order.
Euro bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan kondisi ekonomi yang meningkat di kawasan ini. Data indeks harga grosir di Uni Eropa meningkat tajam dari periode sebelumnya yang turun -0.3% menjadi +0.3% yang sekaligus melampaui perkiraan naik +0.2%. Namun pergerakan ini sepertinya akan tertahan dengan data ekonomi yang akan dirilis sore ini berupa data Sentimen Ekonomi dari ZEW untuk Jerman dan Uni Eropa secara keseluruhan. Diperkirakan sentimen ekonomi menurun dari 43.7 menjadi 35.4. Sebelum esok hari akan dirilis data penting lainnya yaitu data pertumbuhan ekonomi GDP.
Poundsterling cenderung flat terhadap dolar menjelang data di sektor tenaga kerja yang akan dirilis sore ini. Meski diperkirakan angka klaim pengangguran semakin berkurang, namun upah diperkirakan menurun dan tingkat pengangguran semakin meningkat. Tentu saja hal ini akan menjadi sentimen negatif terhadap ekonomi yang justru akan semakin memperkuat peluang bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan selanjutnya. BOE sendiri sudah melakukan pemangkasan untuk pertama kali pekan lalu. Gubernur BOE dan Ketua ahli ekonomi BOE sepakat bahwa inflasi masih belum cukup turun sehingga belum ada rencana untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga berikutnya. Pejabat BOE lainnya - Catherine Mann dalam dalam wawancara kemarin juga mengatakan tekanan inflasi dari sektor manufaktur dan jasa masih berpeluang untuk naik lagi serta tingkat upah yang cenderung turun juga berpeluang menjadi kendala ekonomi. Data penting berikutnya yang menjadi mandat utama BOE berupa data inflasi CPI baru akan dirilis esok hari dan juga data pertumbuhan ekonomi GDP pada hari Kamis nanti.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



