Data non farm payrolls AS bulan Juli menunjukkan peningkatan hanya 114K pekerjaan. Data ini jauh di bawah ekspektasi 175K. Sementara bulan sebelumnya direvisi turun dari 206K menjadi 179K. Di sisi lain, tingkat pengangguran naik dari 4.1% menjadi 4.3%. Angka partisipasi angkatan kerja sedikit meningkat menjadi 62.7% dan penghasilan rata-rata tumbuh lebih rendah di 0.2% m/m, lebih rendah dari ekspektasi 0.3%. Sementara basis tahunan meningkat 3.6%.
Terlepas dari adanya Badai Beryl, tidak ada dampak yang terlihat berimbas pada data ketenagakerjaan maupun pengangguran nasional, meskipun PHK sementara meningkat 249K menjadi 1.1 juta. Data tersebut memberi indikasi bahwa kenaikan pengangguran mungkin tidak separah yang terlihat.
Di sisi lain, data yang lemah tentunya memberi lampu hijau untuk Fed di mana minggu lalu mereka seharusnya sudah mulai memangkas, tapi justru malah memilih untuk mempertahankan suku bunga. Namun, Fed dalam pengumumannya tetap membiarkan pintu terbuka untuk pemangkasan bulan September.
Imbal hasil Treasury tenor 10-tahun turun 95,2 bps dari level tertingginya di minggu yang berakhir pada 22 April dan dolar pun ikut melemah.
Awalnya pasar dengan tenang menyambut data ekonomi yang lemah sebagai sinyal untuk pemangkasan bulan September. Pasar memperkirakan peluang pemangkasan 25 bps di bulan September dengan probabilitas 70%, sementara hanya 30% saja peluang pemangkasan 50 bps. Pasca data NFP dan unemployment rate, market mulai memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga yang lebih agresif, 50 bps di bulan September dengan peluang 80%.
Pasar berbalik dengan penurunan tajam di pasar ekuitas yang dipicu oleh kekhawatiran terjadinya resesi akibat lonjakan tingkat pengangguran. Berdasarkan Aturan SAHM, kenaikan 0.5 poin persentase memicu yang disebut sebagai indikasi terjadinya resesi. Meski pencetus dari “Aturan SAHAM” tersebut (Claudia Sahm) tidak melihat adanya resesi saat ini, tapi menurutnya risikonya meningkat.

Goldman Sachs saat ini melihat peluang 3 kali pemangkasan dari Fed sebesar 25 bps masing-masing di pertemuan yang tersisa tahun ini. Sebelum data NFP Juli dirilis, GS memperkirakan hanya 2 kali pemangkasan. Ekonom GS mengatakan laporan pekerjaan hari Jumat mengindikasikan pelemahan kondisi pasar tenaga kerja yang melampaui jumlah yang diharapkan. Namun, setelah data dirilis para ekonom melihat kemungkinan pemangkasan 50 bps di bulan September jika laporan pekerjaan di bulan Agustus (rilis September) kembali melemah.
Sementara Citigroup memperkirakan pemangkasan suku bunga 50 bps dari Fed di bulan September dan November. Ini merupakan prediksi yang sangat agresif dan kemungkinan berpotensi menekan imbal hasil Treasury dan pasar saham. Sedangkan emas, seharusnya akan relatif positif saat potensi pemangkasan yang agresif berpeluang terjadi.
Di sisi lain, beberapa pejabat Fed seperti Barkin dan Goolsbee mengomentari secara terpisah data pekerjaan Juli. Menurut Barkin dirinya tidak siap untuk mendorong diskusi untuk pemangkasan 50 bps. Barkin menambahkan bahwa angka 114K NFP masih ‘beralasan’. Sementara Goolsbee memberi isyarat bahwa jika inflasi dan pasar pekerjaan terus lanjutkan pendinginan, maka Fed seharusnya memangkas suku bunga.
Data ISM services di jam 21.00 WIB akan menjadi figur utama data ekonomi yang diperhatikan pasar. Meski terdapat 2 versi data yang akan dirilis, yaitu dari S&P Global dan ISM, tapi kami lebih merekomendasikan untuk mencermati data versi ISM.
Jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka emas berpeluang kembali turun. Tapi jika data dirilis lebih lemah, maka emas berpeluang lanjut naik.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick ditutup spinning tops yang berarti bahwa market masih dalam tahap “wait and see”. Meski sempat terjadi penurunan yang cepat hingga 2410, tapi pasar kembali mendorong dengan cepat harga untuk kembali ditutup di zona 2442. Sementara pagi ini, harga juga sempat kembali tertekan cepat sampai 2413 dan berhasil kembali naik hingga 2450.
Area resistance 2483-2485 menjadi area paling menentukan. Data ekonomi AS yang relatif lebih lemah menjadi jaminan untuk semakin terbukanya pemangkasan suku bunga Fed di bulan September, seperti yang disampaikan Powell di FOMC Juli. Penurunan diperkirakan bersifat sementara karena adanya aksi profit taking di pasar emas untuk menutupi kerugian yang terjadi di pasar ekuitas/saham.

Di H4, Fibonacci retracement (FR) ditarik dari bottom 2369.46 (FR 100%) ke puncak 2477.56 (FR 0%). Saat ini di sesi Asia, harga sempat uji kembali area orange dan juga “Golden Area” yang berada di antara FR 61.8% 2410 – FR 50% 2423, dan sejauh ini berhasil kembali mendorong harga naik hingga dekati FR 23.6% 2452.05. Jika konsisten naik dan tembus di atas 2452, maka bullish berpotensi berlanjut. Namun, resistance psikologis akan berada di zona 24775/2477 sebelum berhadapan dengan all time high 2483.55.
Jika FR 61.8% tetap tidak ditembus, maka tren utama masih tetap bullish. Dan bullish akan jauh lebih kuat jika FR 0% berhasil ditembus, yang berarti juga menandakan potensi kelanjutan trend naik.
Sebaliknya, jika FR 61.8% 2410.75 ditembus, maka emas berpeluang terkoreksi turun dan target terdekat diperkirakan memicu penurunan hingga kisaran 2394/2396. Dan jika tekanan turun lebih kuat, maka area 2369 dan juga support psikologis 2352/2353 akan berpotensi dilirik.

Per jam 10.55 WIB, harga berada di 2451.62, dengan high di 2452.46 dan low 2413.86. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2383.20 sampai ke puncak 2477.56 (FR 0%). Penurunan sempat terjadi hingga 2413.86, tapi kemudian berbalik naik dengan cepat hingga kembali memasuki zona 2450-an.
Secara keseluruhan, opsi buy tetap terbuka, di mana “good demand area” yang juga berdekatan dengan Golden Area masih tetap efektif. Bahkan cenderung membuka peluang membentuk pola double bottom, dan saat ini harga berhasil tembus neckline 2447. Dengan demikian, kenaikan diperkirakan berpotensi berlanjut. Target utama dari pol aini secara teknis akan mengincar kisaran 2480-2483. Namun, resistance FR 23.6% di 2455.29 akan menjadi area wajib tembus lebih dulu! Jika ya, maka lanjut pertahankan posisi buy dengan potensi target terdekat 2465, terjauh 2483.
Opsi alternatif bisa juga follow buy jika FR 0% 2477.56 berhasil ditembus, dengan peluang kenaikan mendekati 2483-2485 atau bersiap dengan potensi mulai memasuki zona 2500-an.
Sebaliknya, waspadai penurunan jika tembus support 2410 atau jika data ekonomi AS dirilis mengejutkan jauh lebih kuat dari perkiraan.
Opsi SELL bisa dilakukan jika:
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2425.00 – 2427.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2439.00 ($12 - $14)
(bisa follow/pertahankan BUY jika tembus 2447.55 (FR 0%),
Target terdekat 2455, terjauh 2470, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2419.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2418)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2410.00 – 2412.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2398.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2416.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2418)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



