Kekhawatiran kembali melanda pasar ekuitas. Kekhawatiran tentang pemotongan pajak AS dan juga kebijakan tarif Trump membuat pasar mengkhawatirkan kembali masalah inflasi. Puncaknya ditunjukkan dengan ekspektasi inflasi 5 tahun survei dari Universitas Michigan yang ternyata naik dari 3.2% menjadi 3.5%, level tertinggi selama 30 tahun. Praktis emas menjadi safe haven dari kekhawatiran inflasi tersebut. Flight to safety kali ini tidak berpihak pada dolar sehingga emas dengan leluasa naik.
Sementara pembicaraan dengan Ukraina masih berlanjut. Dan beberapa laporan mengindikasikan sepertinya perang akan segera berakhir.
Ada beberapa laporan yang menulis tentang perkembangan terbaru dari Ukraina dan Rusia. Reuters melaporkan bahwa Rusia kemungkinan setuju untuk menggunakan sebagian dari $300 miliar aset-aset negara yang dibekukan di Eropa untuk rekonstruksi di Ukraina. Tapi juga bersikeras bahwa sebagian dari uang tersebut dibelanjakan di 1/5 bagian dari negara yang dikendalikan oleh Rusia.
Dalam laporan terpisah, Axios menyebut bahwa para pejabat AS dan Ukraina terus bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan tentang mineral langka yang ada di Ukraina sebagai bagian pertukaran atas semua bantuan yang dikerahkan AS untuk Ukraina. Tapi laporan tidak menyebut tentang ketentuan-ketentuan dari kesepakatan tersebut.
Terlepas dari upaya Trump untuk mendamaikan Rusia-Ukraina yang sampai saat ini masih berproses, Trump mendapat kabar gembira bahwa Kurdistan di Irak mencapai kesepakatan dengan Irak untuk melanjutkan ekspor minyak setelah sempat terhenti selama 2 tahun. Tahap pertama ekspor 185K barel per hari, dikirim via Pelabuhan Ceyhan di Turki. Hal itu akan diputuskan dalam 24 jam ke depan. Trump menginginkan harga minyak turun sehingga inflasi ditekan dan suku bunga segera turun lebih rendah.
Dengan turunnya harga minyak maka sebagian tujuan yang diinginkan Trump bisa dianggap tercapai meskipun Rusia-Ukraina belum menemukan kepastian damai. Dengan minyak yang turun, maka ada kemungkinan suku bunga jangka panjang bisa ditekan sehingga emas relatif mendapatkan dukungan untuk dorongan naik di lingkungan suku bunga rendah yang kondusif.

Hal lain yang membuat emas berhasil rebound di hari Jumat adalah penurunan di pasar ekuitas yang cukup cepat. Hal ini dikarenakan beberapa kekhawatiran terkait pemotongan pajak di AS, kebijakan tarif Trump dan beberapa hal lainnya. Emas relatif diuntungkan dalam kondisi tersebut sebagai safe haven.
Tidak ada data ekonomi dari AS malam nanti sehingga perkembangan geopolitik, harga minyak dan kondisi pasar ekuitas bisa menjadi petunjuk Sementara data ekonomi akan tertuju pada GDP dan inflasi PCE yang akan dirilis di hari Kamis dan Jumat.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup doji untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, mengindikasikan pasar yang masih wait and see untuk pijakan berikutnya. Secara teknis, seharusnya kita sudah melihat koreksi tersebut sejak minggu lalu, tapi kondisi fundamental yang tidak mendukung membuat penurunan relatif singkat dan terbatas sehingga peluang bullish diperkirakan masih akan lebih kuat dibanding koreksi turun yang diharapkan.
Support terdekat berada di area 2918-2924 akan kembali menjadi rujukan area koreksi yang rasional, selanjutnya support psikologis 2900. Sedangkan support terjauh diperkirakan ada di 2876.93 (low 14 Feb 2025) atau area ungu kisaran 2878-2806 sebagai acuan. Sebaliknya kenaikan harus melewati 3 resistance kritis : 2942, 2954 dan 2960 dalam beberapa hari ke depan untuk membuka peluang berlanjut hingga tembus zona 3000-an. Tapi PCE minggu ini dan NFP minggu depan akan menjadi penentunya.

Di H4, pergerakan relatif sama seperti 2-3 hari sebelumnya. Dan pagi ini harga sempat turun ke 2921, menekan trendline support yang ada, tapi sejauh ini berhasil rebound kembali ke zona 2938-2939. Namun pantulan ini belum dianggap menyelamatkan emas dari tekanan turun jangka pendek mengingat harga masih berada di trendline tersebut. Jika next candle dalam 4-8 jam ke depan tetap bertahan di atas trendline 2929, dan resistance 2942 ditembus, maka strong bullish akan lebih dominan dengan proyeksi 2954 dan 2968 yang akan menjadi target berikutnya.
Jika dalam 4-8 jam ke depan (2 candle H4) gagal tembus 2954, maka waspada penurunan yang bisa menekan kembali harga di bawah 2930. Jika ini terjadi, maka skema buy bisa dipertimbangkan di zona orange, kisaran 2891-2905. Atau area yang lebih dekat dengan trendline support berikutnya 2877.
Namun, opsi sell jangka pendek bisa juga dilakukan jika harga tembus 2890. Dan target maksimal zona ungu (2857-2877) menjadi rujukan. Artinya, meskipun sempat melakukan sell saat tembus 2890, Anda hanya memiliki peluang maksimal zona ungu karena diperkirakan demand lebih kuat akan muncul di zona tersebut dan mendorong harga kembali naik.
Sebaliknya, Anda bisa saja melakukan SELL di zona 2950-2954, tapi mengingat tren utama yang masih bullish, maka area ini akan terlalu riskan.
Beberapa fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan masih relatif terbatas.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2940.70, dengan high di 2943.33 dan low 2921.26. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2891.94 (FR 100%) ke puncak 2954.42 (FR 0%), masih menggunakan zona yang sama dengan hari Jumat. Kenaikan yang tertahan di 2942 di hari Jumat, diikuti penurunan yang juga masih bertahan di zona orange 2918-2926 pagi ini di sesi Asia, membuat peluang kenaikan yang tetap berpotensi berlanjut.
Kenaikan semakin terbuka jika menganggap area kanan yang membentuk bottom di zona orange tersebut dianggap sebagai double bottom. Jika ini yang terjadi, maka neckline 2942 seharusnya menjadi penentunya. Dan saat tembus neckline, maka double bottom terkonfirmasi, dan target 2954 cukup potensial dicapai.
Selanjutnya, strong bullish akan ditentukan dari keberhasilan penembusan FR 0% 2954. Jika konfirm tembus, maka uptren berlanjut dengan proyeksi target berikutnya FE 61.8% 2962.90, atau terjauh 2986.86, semakin mendekat ke zona 3000-an.
Sebaliknya, penurunan di bawah 2915 berpotensi memicu koreksi lebih lanjut, dan tekanan diperkirakan berpotensi melirik zona hijau kisaran 2891-289. Meski terbuka untuk SELL, tapi karena fundamental yang masih mendukung bullish, maka kami lebih menyarankan tunggu area hijau tersebut sebagai zona buy yang relatif lebih rendah risiko. Stop loss sebaiknya di bawah trendline 2889. Dan hanya penembusan di bawah 2889 tersebut yang berpotensi memicu penurunan lebih lanjut, ke kisaran 2857-2877.
Secara keseluruhan opsi buy kemungkinan masih lebih relevan daripada sell, Ketidakpastian geopolitik dan tarif Trump kemungkinan mendukung safe haven selain pembelian bank sentral yang masih kuat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY on Dip
Entry: 2900.00 – 2902.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2914.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2942.00,
Target terdekat 2948, terjauh 2960, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2894.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2891.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2886.00 – 2888.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2874.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 294.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2894)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



