
Dolar masih terus menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya selain karena masih menjadi safe haven karena meningkatnya ketegangan aktifitas geopolitik di Timur Tengah. Namun juga karena fundamental ekonomi yang menunjukkan sektor tenaga kerja di AS masih cukup solid sehingga menghilangkan kekhawatiran akan pelambatan ekonomi. Serangan Iran ke Israel di hari Selasa lalu masih berpotensi terjadi eskalasi setelah Perdana Menteri Israel - Benyamin Netanyahu berjanji akan membalas serangan Iran ini dengan mengatakan Iran akan membayar mahal atas serangan tersebut. Teheran juga bersikeras bahwa jika Israel melakukan perlawanan maka akan terjadi serangan yang lebih mematikan. Sementara itu Presiden Joe Biden yang sebelumnya memerintahkan militer AS untuk membantu pertahanan dan menembak jatuh rudal yang diarahkan ke Israel namun tidak mendukung jika Israel menyerang situs nuklir di Iran dan memerintahkan cukup dengan serangan yang proporsional. Dengan terjadinya perang membuat permintaan akan aset safe haven meningkat termasuk permintaan akan mata uang dolar yang dianggap aset paling likuid. Selain itu juga data ekonomi di sektor tenaga kerja berupa laporan penambahan terisinya lapangan kerja swasta dari ADP menunjukkan peningkatan dari 103K menjadi 143K yang lebih baik dari perkiraan hanya naik 124K. Hal yang sama diharapkan akan terjadi pada data penting Non-Farm Payroll yang akan dirilis esok hari. Dengan data ekonomi yang masih terus meningkat ini serta komentar dari pejabat Fed membuat ekspektasi akan langkah Fed berikutnya untuk memangkas suku bunga acuannya lagi dengan ukuran jumbo pada pertemuan moneter berikutnya. Gubernur Fed Richmond - Thomas Barkin semalam mengatakan pemangkasan suku bunga jumbo pada September lalu merupakan penyesuaian kebijakan moneter dengan kondisi ekonomi namun tidak berarti mandat untuk menurunkan inflasi berakhir. Spekulasi di pasar memperkirakan Fed akan memangkas jumbo lagi dengan peluang sebanyak 35% menurut CME Group's FedWatch Tool. Ancaman akan pelambatan ekonomi dan sentimen negatif di sektor tenaga kerja dengan munculnya aksi mogok kerja pekerja bongkar muat barang di pesisir timur dan pesisir teluk memasuki hari kedua. Dengan sebanyak 45.000 pekerja yang melakukan pemogokan, ini merupakan mogok kerja dalam skala terbesar dalam jangka waktu 50 tahun terakhir. Belum ada jadwal untuk negosiasi di antara kedua belah pihak sehingga masih belum dapat ditentukan kapan aksi ini akan berakhir. Hari ini akan dirilis data PHK dari Challenger dan data PMI sektor jasa dari ISM.
Yen semakin melemah terhadap dolar setelah Perdana Menteri yang baru - Shigeru Ishiba mengatakan kondisi Jepang saat ini masih belum kondusif untuk menerima kenaikan suku bunga acuan berikutnya. Pernyataan ini disampaikan Ishiba setelah bertemu dengan Gubernur Bank Sentral Jepang - Kazuo Ueda. Sekaligus menghapus ekspektasi akan peluang BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuan yang sempat digaungkan oleh Ueda. Selain itu juga sentimen ekonomi menjadi negatif paska rilis data-data Kepercayaan Konsumen yang meskipun meningkat dari 36.7 menjadi 36.9 namun masih di bawah perkiraan naik hingga 37.1. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro melemah terhadap dolar hingga level terendah sejak 11 September yang lalu meskipun data ekonomi di sektor tenaga kerja relatif membaik. Pengangguran di Spanyol mengalami penurunan tajam dari 21.9K menjadi hanya 3.2K yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya turun 12.1K. Sedangkan tingkat pengangguran di Italia turun menjadi 6.2% yang lebih rendah dari perkiraan 6.5% dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 6.5% menjadi hanya 6.4%. Namun secara keseluruhan tingkat pengangguran di Uni Eropa masih stagnan di angka 6.4% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Setelah rilis data inflasi sehari sebelumnya menunjukkan sudah semakin turun, maka ekspektasi akan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuan semakin besar. Dengan inflasi semakin mendekati target 2%, pejabat ECB - Isabel menurunkan pandangannya terhadap sulitnya inflasi turun. Pertemuan moneter ECB berikutnya dijadwalkan pada 17 Oktober mendatang dengan perkiraan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuannya. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor jasa. Selain itu perbankan dan bursa saham di Jerman tutup karena libur merayakan German Unity Day.
Poundsterling juga melemah terhadap dolar setelah sempat sedikit tertahan sebelumnya. Kondisi pasar keuangan di Inggris masih belum berubah sejak Juni lalu menurut laporan dari Bank Sentral Inggris (BOE). Sementara dalam 3 bulan terakhir penyelesaian upah mengalami penurunan terendah dalam 2 tahun terakhir. Hal ini bisa menjadi pertimbangan BOE untuk memutuskan apakah perlu untuk memangkas suku bunga acuannya lagi. Pasar forex memperkirakan BOE masih akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 35 bps hingga akhir tahun ini. Sehingga dalam pertemuan moneter berikutnya di bulan November BOE diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dengan peluang mencapai 45%. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor jasa yang akan dicermati pasar terutama komponen tenaga kerja di dalamnya.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



