
Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya menjelang berakhirnya pertemuan moneter FOMC dan juga data fundamental yang menunjukkan ekonomi di AS masih solid. Data Retail Sales yang dirilis semalam mengalami kenaikan 0.7% yang melampaui perkiraan hanya naik 0.6% dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.5%. Meskipun data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif masih stabil 0.2% sama seperti periode sebelumnya, namun meleset dari perkiraan naik 0.4% Data ini semakin memperkuat ekspektasi akan terjadinya soft landing sehingga Fed dapat kembali menurunkan suku bunga acuannya. Fed akan mengakhiri pertemuan moneter FOMC malam ini dan hasilnya akan diumumkan lewat tengah malam nanti tepatnya pukul 02.00 dini hari nanti. Hampir dapat dipastikan Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Dan yang paling ditunggu adalah proyeksi ekonomi terutama prakiraan inflasi dan dot plot suku bunga yang akan datang. Selain itu juga ditunggu konferensi pers dari Ketua Fed - Jerome Powell, 30 menit setelah hasil pertemuan moneter diumumkan. Setelah memangkas suku bunga malam ini, diperkirakan Fed akan menahan diri setidaknya hingga paruh pertama atau paling cepat setelah kuartal pertama tahun 2025 berakhir. Sembari menunggu data inflasi yang sesuai yang diharapkan berikutnya serta menantikan dampak dari agenda ekonomi presiden Trump yang akan datang. Selain Fed, pekan ini ada Bank Sentral Jepang (BOJ) dan Bank Sentral Inggris (BOE) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya. Serta Bank Sentral Swedia (Riksbank) dan Bank Sentral Norwegia (NorgesBank) yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan dalam pertemuan moneter mereka pekan ini.
Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) menunda kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan moneter esok hari. BOJ baru akan mengambil langkah untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Januari mendatang. Menunggu hingga tahun depan merupakan kebijakan yang lebih rasional sembari menunggu kemungkinan adanya perubahan struktur upah domestik, namun juga melihat seberapa besar dampak dari agenda ekonomi pemerintah AS yang baru. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis
Euro kembali melemah terhadap dolar seiring dengan resiko terjadinya kredit macet setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengharuskan 13 bank di kawasan ini untuk menambah modalnya. Kewajiban ini dikeluarkan untuk menjamin bahwa bank-bank tersebut dapat menutup hutang yang beresiko cukup tinggi. Jumlah ini hampir 2 kali lipat dari tahun sebelumnya dan dikenakan kenaikan modal yang bervariasi antara 10 hingga 40 bps. Selain itu kondisi politik yang kurang sehat di 2 negara utama Uni Eropa yaitu Jerman dan Prancis masih menjadi sentimen negatif untuk aset-aset berdenominasi mata uang Euro. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis
Poundsterling sedikit terangkat terhadap dolar seiring dengan data di sektor tenaga kerja dengan pertumbuhan upah yang meningkat dalam triwulan hingga Oktober lalu. Indeks upah rata-rata dalam 3 bulan tersebut naik 5.2% yang melampaui perkiraan naik 4.6% dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 4.3% menjadi 4.4% Ini merupakan kenaikan terbanyak dalam 4 kuartal terakhir. Sementara tingkat pengangguran relatif masih stabil di angka 4.3% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Dengan data-data ini semakin memperkuat peluang BOE untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya dan tidak perlu tergesa-gesa memangkas suku bunga acuannya lagi. Pertemuan moneter MPC - BOE dijadwalkan esok hari setelah BOJ. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI, PPI, RPI dan HPI.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



