
Dolar sempat melemah tajam terhadap mata uang lainnya sebelum akhirnya stabil setelah Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter FOMC semalam. Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan dengan lebih agresif dari 5.50% menjadi 5.00% seiring dengan keyakinan yang tinggi bahwa inflasi akan berlanjut turun mencapai target 2% Fed. Sementara itu proyeksi dot plot dari pertemuan tersebut menunjukkan peluang suku bunga acuan di akhir tahun di angka median 4.38% dan di tahun berikutnya 2025 menjadi 3.38%. Sehingga membuka peluang Fed untuk kembali menurunkan suku bunga acuan sebanyak 50 bps dalam 2 kali pertemuan moneter berikutnya yang tersisa hingga akhir tahun ini. Dalam konferensi pers Ketua Fed - Jerome Powell mengatakan pertumbuhan ekonomi masih solid, inflasi semakin menurun dan sektor tenaga kerja juga masih dalam batas wajar. Mengenai pemangkasan 50 bps, Powell mengatakan semestinya Fed memangkas lebih awal jika Fed melihat data sektor tenaga kerja di bulan Juli yang secara mengejutkan lemah. Selain itu Powell juga tidak melihat adanya indikasi resesi bahkan tidak ada tanda-tanda penurunan aktifitas ekonomi sekalipun. Hal ini terlihat dari kurva yield obligasi antara jangka 2 tahun dan jangka 10 tahun yang membentuk jarak paling jauh sebanyak +7.8 bps. Ini mengindikasikan tidak adanya resesi seperti yang disampaikan oleh Powell. Optimisme tersebut membuat perhatian tertuju pada langkah Fed pada pertemuan moneter berikutnya. Dengan menyisakan 2 kali pertemuan moneter yaitu di bulan November dan Desember, pelaku pasar terpecah dalam 2 kubu yaitu dengan perkiraan 1 kali lagi pemangkasan jumbo 50 bps pada pertemuan moneter di bulan November dengan peluang mencapai 40% atau 2 kali pemangkasan sebanyak 25 bps pada masing-masing sisa pertemuan moneter FOMC tersebut. Malam ini akan dirilis laporan mingguan klaim pengangguran dengan perkiraan stabil, data neraca keuangan dan indeks manufaktur negara bagian Philadelphia serta data dari sektor perumahan.
Yen juga berakhir terkoreksi setelah dalam beberapa hari terus menguat terhadap dolar paska berakhirnya pertemuan FOMC semalam. Melamahnya mata uang Yen semata karena aksi profit taking terhadap mata uang dolar. Pelaku pasar masih menunggu pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) pada esok hari dengan perkiraan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya saat ini. BOJ baru saja menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di akhir bulanJuli lalu. Meskipun demikian BOJ diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter berikutnya di bulan November mendatang. Sejumlah pejabat BOJ juga mulai vokal menyuarakan rencana BOJ tersebut. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro cenderung melemah terhadap dolar setelah sempat menguat hingga level 1.1879 sebelum akhirnya kembali terkoreksi karena Fed memangkas suku bunga acuannya lebih agresif. Â Data inflasi di kawasan ini juga relatif masih stagnan dengan data CPI masih sama seperti periode sebelumnya 2.2% sesuai perkiraan. Begitu pula dengan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, bahan pangan, tembakau dan alkohol juga stagnan sama seperti periode sebelumnya 2.8% yang juga sesuai perkiraan. Bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu sudah mendahului Fed memangkas suku bunga acuan untuk kali kedua sehingga kemungkinan masih akan tetap mempertahankan suku bunga saat ini mengingat data inflasi yang masih sulit turun seperti yang diharapkan. Pejabat ECB sekaligus Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel dalam pidato semalam mengatakan inflasi masih belum sesuai dengan harapan dan ECB harus terus berusaha untuk menekan inflasi tersebut. Namun Nagel juga mengatakan interval perubahan suku bunga acuan mungkin bervariasi tergantung dengan kondisi ekonomi terbaru. Hari ini Nagel kembali dijadwalkan akan memberikan pidato di tempat berbeda. Data ekonomi yang akan dirilis berupa neraca keuangan.
Poundsterling menguat terhadap mata uang dolar menjelang pertemuan moneter MPC - Bank Sentral Inggris (BOE) malam ini. Berbeda dengan Fed yang baru saja memangkas suku bunga acuan jumbo sebanyak 50 bps, BOE diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya terlebih BOE baru saja memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter sebelumnya di bulan Agustus lalu. Dengan inflasi yang masih sulit turun bahkan berpotensi kembali naik setelah rilis data CPI semalam yang menunjukkan inflasi CPI stagnan sama seperti periode sebelumnya di angka 2.2% sesuai perkiraan. Dan data Core CPI yang justru naik dari 3.3% menjadi 3.6% sesuai perkiraan. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Gubernur BOE - Andrew Bailey dan juga Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill beberapa waktu lalu yang mengatakan BOE masih belum perlu untuk menurunkan kembali suku bunga acuan. Pertemuan moneter MPC - BOE dijadwalkan akan berakhir pada pukul 18:00 WIB.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



