Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya setelah Fed tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka tadi malam. Sesuai perkiraan seluruh pejabat Fed secara bulat memilih untuk tidak merubah suku bunga acuan dalam pertemuan moneter FOMC dan tidak memberikan petunjuk akan langkah moneter yang akan diambil pada pertemuan moneter berikutnya. Dalam konferensi pers, Ketua Fed mengatakan Fed mengambil keputusan berdasarkan data dan tidak membuat asumsi akan kebijakan yang akan diambil oleh Presiden Trump nanti serta target inflasi 2% masih dipertahankan. Perihal inflasi yang dalam beberapa bulan terakhir sepertinya bergerak sideways, Fed menilai masih optimis akan mencapai target tersebut hanya saja akhir-akhir ini bergerak sedikit naik. Pasar menilai Fed bersikap wait-and-see hingga inflasi betul-betul bergerak menjauh atau mendekati target, baru nanti Fed akan mengambil sikap. Dengan aktifitas ekonomi yang relatif meningkat baik di sektor manufaktur maupun jasa, mempersempit ruang Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga yang justru akan berpotensi menaikkan angka inflasi nantinya. Belum lagi agenda ekonomi yang dijalankan oleh Presiden Trump yang dinilai selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, namun juga berpotensi menaikkan angka inflasi. Untuk itu Fed perlu waktu lebih banyak guna mencermati inflasi yang terjadi. Meskipun kebijakan Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan kali ini mendapat kecaman keras dari Presiden Trump yang menghendaki suku bunga segera turun guna memicu percepatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. Sementara itu, pasar juga mencermati ancaman Presiden Trump terbaru yang menginginkan kenaikan tarif impor yang lebih banyak terhadap Mexico dan Kanada pada akhir pekan ini dan juga akan ikut dipertimbangkan terhadap China. Nominasi Menteri Perdagangan yang baru - Howard Lutnick dalam dengan pendapat dengan Senat AS menyarankan pendekatan kenaikan tarif yang berbeda per tiap negara hingga mencapai hubungan perdagangan yang sehat bagi AS. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi berupa pendapatan domestik bruto atau GDP dengan perkiraan menurun, namun dari data yang sama diperkirakan indeks harga yang dikaitkan dengan inflasi mengalami peningkatan. Selain itu juga ada laporan mingguan klaim pengangguran dan data di sektor perumahan. Di tempat lain, Bank Sentral Kanada kemarin memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps sesuai perkiraan guna memicu pertumbuhan ekonomi dan mengantisipasi agenda ekonomi dari AS terhadap Kanada.
Yen relatif menguat terhadap mata uang dolar seiring dengan masih terbukanya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut. Dalam pertemuan moneter di penghujung pekan lalu BOJ memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps setelah beberapa bulan sebelumnya hanya menaikkan sebanyak 15 bps. Suku bunga acuan di Jepang naik mencapai 0,5% yang merupakan level tertinggi sejak tahun 2008 yang lalu. BOJ menyinggung perihal inflasi berupa Core CPI yang terus naik dari 2,7% menjadi 3,0%. Dan juga tingkat upah yang juga meningkat ke level tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Dan BOJ masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga acuan lanjutan pada pertemuan moneter berikutnya meskipun tidak menyebutkan tepatnya kapan. Hal ini terungkap dalam nota pertemuan moneter pertemuan moneter pekan lalu yang baru dirilis kemarin. Pertemuan moneter BOJ berikutnya dijadwalkan pada 19 Maret mendatang. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro melemah tidak saja karena menguatnya mata uang dolar pasca keputusan Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan, namun juga karena diperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan berlanjut memangkas suku bunga acuan hari ini. ECB akan mengakhiri pertemuan moneter reguler mereka hari ini dengan perkiraan akan kembali memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut sebanyak 25 bps. Hasil pengumuman akan diumumkan pada pukul 20:15 WIB, sebelum itu akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP Uni Eropa secara keseluruhan maupun secara parsial untuk masing-masing negara baik di Jerman, Prancis maupun Italia.
Poundsterling juga melemah seiring dengan mata uang dolar yang menguat selain karena rencana pertumbuhan ekonomi yang dipaparkan oleh Menteri Keuangan - Rachel Reeves yang diperkirakan akan semakin mengikis anggaran yang terbatas. Reeves mengajukan rencana untuk meneruskan pembangunan landasan pacu baru di bandara Heathrow yang sudah lama tertunda serta rencana untuk memperbarui hubungan dagang dengan Uni Eropa seiring dengan kebijakan kenaikan tarif baru yang akan diterapkan oleh AS. Kondisi ekonomi yang cenderung terus menurun membuat Bank Sentral Inggris (BOE) perlu memangkas suku bunga acuannya. Meskipun diperkirakan tidak akan sebanyak tetangganya Uni Eropa, BOE diperkirakan hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 71 bps sedangkan ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 90 bps. Pertemuan moneter BOE baru akan dijadwalkan pada 6 Februari mendatang
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



