logo agrodana futures official
Buka Akun

Fed Tidak Perlu Terburu-Buru Kembali Memangkas Suku Bunga Acuan

  -  25-Oct-2024
fed rates

Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lain seiring dengan fundamental ekonomi di AS yang masih solid membuat Fed tidak perlu terburu-buru kembali menurunkan suku bunga acuannya. Data mingguan di sektor tenaga kerja berupa Klaim Pengangguran mengalami penurunan dari 242K menjadi hanya 227K yang lebih baik dari perkiraan naik 243K. Hal ini menunjukkan sektor ini masih cukup kuat di tengah tingginya suku bunga acuan Fed saat ini. Dengan sektor tenaga kerja yang menjadi pedoman Fed dalam mengambil keputusan moneter setelah inflasi ini membuat spekulasi Fed akan menahan diri dari melakukan kebijakan yang agresif seperti pemangkasan jumbo sebelumnya. Data lain juga positif yaitu PMI di sektor manufaktur dan jasa yang lebih baik dari perkiraan. Data PMI manufaktur mengalami peningkatan dari 47.3 menjadi 47.8 yang lebih baik dari perkiraan hanya naik 47.5. Data PMI di sektor jasa juga meningkat dari 55.2 menjadi 55.3 yang masih lebih baik dari perkiraan menurun 55.0. Sehingga PMI Compositenya naik dari 54.0 menjadi 54.3, angka di atas 50 menandakan aktifitas ekonomi berada dalam zona ekspansif yang positif untuk pertumbuhan ekonomi. Sejumlah pejabat Fed dalam beberapa kesempatan di tempat berbeda menyarankan Fed untuk lebih melakukan pendekatan dengan memangkas suku bunga acuan secara bertahap. Gubernur Fed Cleveland - Beth Hammack menyampaikan inflasi di AS memang sudah cenderung menurun namun belum mencapai target yang diinginkan. Hari ini akan dirilis data Durable Goods Order dengan perkiraan mengalami penurunan. Sehingga dolar masih berpeluang untuk terkoreksi lebih lanjut.

Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan komentar dari Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda mengeluarkan pernyataan bahwa pelemahan Yen terjadi semata karena fundamental ekonomi di AS yang baik. Meski demikian BOJ terus mengawal ketat pergerakan mata uang Yen guna mencegah dampak negatif terhadap ekonomi domestik di Jepang. Menteri Kauangan Jepang - Katsunobu Kato paska pertemuan dengan Menteri Keuangan AS - Janet Yellen mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk terus membahas nilai tukar kedua mata uang tersebut. Kato menginginkan pergerakan mata uang Yen sesuai dengan kondisi fundamental ekonomi di Jepang. Pemilu parlemen yang dijadwalkan pada akhir pekan ini membuat sentimen negatif untuk Yen karena peluang terjadinya peralihan peta politik dengan partai Liberal Demokratik (LDP) yang berkuasa saat ini berpeluang akan kehilangan mayoritas pada pemilu kali ini.

Euro rebound seiring dengan terkoreksinya mata uang dolar didukung fundamental ekonomi di kawasan ini yang mulai membaik. Data PMI di sektor manufaktur mengalami peningkatan dari 45.0 menjadi 45.9 yang melampaui perkiraan hanya naik 45.1. Sementara di sektor jasa meski menurun 51.2 yang lebih rendah dari perkiraan 51.4, namun data periode sebelumnya direvisi meningkat tajam dari 50.5 menjadi 51.4. Terlebih lagi data PMI di Jerman sebagai penyumbang ekonomi terbesar di Uni Eropa juga membaik melampaui perkiraan. Sementara itu ekspektasi akan langkah moneter Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga juga semakin meningkat. Pejabat ECB - Robert Holzmann mengatakan ECB memungkinkan untuk kembali memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang. Sedangkan Gubernur Bank Sentral Latvia - Martins Kazaks mengatakan inflasi dapat turun lebih cepat dari perkiraan namun ECB harus tetap menjalankan kebijakan moneter secara bertahap dikarenakan faktor ketidakpastian yang masih tinggi.

Poundsterling juga bergerak menguat terhadap pelemahan dolar meskipun fundamental ekonomi relatif memburuk. Data PMI di kedua sektor di Inggris mengalami penurunan di bawah perkiraan. Data PMI di sektor manufaktur turun menjadi 50.3 yang lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 51.5. Di sektor jasa juga mengalami penurunan menjadi 51.8 yang lebih rendah dari perkiraan 52.3 Dan bahkan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 52.8 menjadi hanya 52.4. Pasar masih menunggu rilis rencana anggaran dari Menteri Keuangan yang baru Rachel Reeves yang akan dirilis pada akhir pekan ini.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down