Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya seiring dengan semakin tipisnya peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan setelah indikator inflasi menunjukkan adanya potensi naik lagi. Data PCE yang dirilis semalam mengalami kenaikan dari 0.1% menjadi 0.2% sesuai perkiraan dan data Core PCE juga naik dari 0.2% menjadi 0.3% sesuai perkiraan. Meskipun data year-on-year PCE relatif turun menjadi 2.1% sesuai perkiraan, namun data periode sebelumnya direvisi naik dari 2.2% menjadi 2.3% dan data Core PCE-nya stagnan 2.7% yang lebih tinggi dari perkiraan turun 2.6%. Data ini menunjukkan resiko inflasi masih tetap membandel dan belum turun seperti yang diharapkan sehingga Fed berpeluang untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter pekan depan. Spekulasi langkah pemangkasan Fed sebanyak 25% masih ada meskipun peluangnya semakin menurun dari sebelumnya di atas 90% turun menjadi hanya 70% dan sisanya 30% Fed akan mempertahankan suku bunga saat ini menurut CME Group's FedWatch Tool. Data lain yang mendukung resiko inflasi tersebut adalah data personal spending yang meningkat 0.5% melampaui perkiraan 0.4% dan data periode sebelumnya juga direvisi naik dari 0.2% menjadi 0.3%. Sedangkan personal income hanya naik 0.3% sesuai perkiraan dari periode sebelumnya 0.2%. Data dari sektor tenaga kerja juga mendukung hal tersebut dengan laporan mingguan klaim pengangguran yang turun dari 228K menjadi 216K yang lebih baik dari perkiraan meningkat 229K. Sehingga rata-rata klaim pengangguran dalam 4 pekan terakhir menurun dari 238.75K menjadi 236.50K. Hari ini akan dirilis data penting di sektor tenaga kerja yaitu Non-Farm Payroll (NFP) dengan perkiraan mengalami penurunan tajam dari 254K menjadi hanya 108K.
Yen menguat tajam terhadap dolar paska pertemuan moneter Bank Setral Jepang (BOJ). Sesuai perkiraan BOJ tetap mempertahankan suku bunga acuannya saat ini. Namun mengindikasikan siap untuk kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter berikutnya untuk menahan laju inflasi di angka target 2%. Dalam konferensi pers paska pertemuan moneter tersebut, Gubernur BOJ - Kazuo Ueda mengatakan BOJ menunggu seputar ketidakpastian hasil pemilu di AS nanti hingga ekonomi kembali stabil sebelum melanjutkan rencana kenaikan suku bunga lagi. Pernyataan tersebut berbeda jauh dengan sikap Ueda sebelumnya yang cenderung menahan diri. Hal ini diindikasikan BOJ akan menaikkan kembali suku bunga pada pertemuan moneter berikutnya pada bulan Desember mendatang.
Euro sedikit menguat seiring dengan koreksi pada mata uang dolar dan juga didukung oleh data inflasi Uni Eropa yang kembali naik sehingga berpotensi mencegah Bank Sentral Eropa (ECB) melakukan langkah agresif seperti yang diharapkan. Inflasi CPI di Uni Eropa mengalami kenaikan dan kembali naik lagi menjadi 2.0% yang lebih tinggi dari perkiraan naik 1.9% dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 1.8% menjadi 1.7%. Dengan Core CPI relatif stagnan 2.7% sama seperti periode sebelumnya yang lebih tinggi dari perkiraan sedikit turun 2.6%. ECB yang diharapkan akan mengikuti langkah Fed dengan pemangkasan jumbo 50 bps pada pertemuan moneter yang akan datang mulai terkikis peluangnya dengan data tersebut. Hari ini tidak ada data ekonomi yang dirilis. Italia dan Prancis tutup karena libur All Saints Day.
Poundsterling masih cenderung turun oleh sentimen rencana anggaran yang disampaikan oleh Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves pada hari sebelumnya. Reeves mengumumkan pemerintah Inggris akan menaikkan pajak menjadi 32% dari sebelumnya 28% yang akan berlaku mulai April tahun 2025 mendatang. Ini merupakan kenaikan pajak tertinggi sejak tahun 1993 yang lalu. Kenaikan pajak ini dipastikan akan mengurangi laba pelaku bisnis sehingga berpotensi membuat industri lesu. Dan pada akhirnya akan menghalangi langkah Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Hari ini akan dirilis data PMI sektor manufaktur dan juga indeks harga perumahan.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



