
Dolar bergerak menguat terhadap mata uang lainnya menjelang pelantikan Donald Trump yang akan menjabat sebagai presiden AS untuk kedua kalinya malam nanti. Sekaligus mendapat kejelasan akan agenda ekonomi pertama yang akan dijalankan oleh Trump secara kongkrit. Terutama kebijakan kenaikan tarif impor yang menjadi kekhawatiran mitra dagang AS yang diharapkan segera terbuka dan dipersiapkan langkah untuk antisipasi jika memang diperlukan. Dan juga memperkirakan seberapa besar dampak dari agenda ekonomi lainnya terhadap potensi inflasi di AS sendiri. Kebijakan kenaikan tarif, pengurangan pajak dan pembatasan imigrasi yang ketat diperkirakan berpotensi untuk menaikkan kembali angka inflasi meski akan juga memacu pertumbuhan ekonomi seperti yang diharapkan. Sementara itu data ekonomi yang terbaru menunjukkan data Core Inflasi cenderung menurun sehingga kembali membuka peluang bagi Fed untuk dapat kembali memangkas suku bunga acuannya. Ditambah dengan komentar dari Gubernur Fed - Christopher Waller yang masih optimis Fed bisa memangkas suku bunga acuan sebanyak 3 kali hingga 4 kali di tahun ini, jika data ekonomi memungkinkan. Komentar ini berbeda dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan Fed memangkas hanya sebanyak 1 kali hingga maksimal 2 kali pemangkasan. Dengan data inflasi terbaru tersebut dan komentar dari pejabat Fed, ekspektasi akan pemangkasan suku bunga Fed kembali meningkat dari sebelumnya di kisaran 25 bps (1 kali pemangkasan) hingga menjadi sebanyak 40 bps mendekati proyeksi Fed di pertemuan moneter bulan lalu sebanyak 50 bps dalam 2 kali pertemuan moneter. Pertemuan moneter berikutnya dijawalkan pada 30 Januari mendatang sehingga pejabat Fed akan memasuki minggu tenang dengan tidak mengungkapkan pendapatnya mengenai kebijakan moneter yang akan diambil oleh Fed nanti. Dan fokus pasar sepenuhnya akan tertuju sepenuhnya pada agenda ekonomi dan politik Trump setelah pelantikan. Data ekonomi yang akan dirilis pekan ini hanya data PMI di sektor jasa di hari Jumat penghujung pekan ini. Pelaku pasar akan menunggu pidato pertama Trump setelah pelantikan secara resmi malam ini.
Yen berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Dengan inflasi yang terus cenderung naik dan juga rilis perupahan yang baru, maka hanya tinggal faktor eksternal yang kurang berpengaruh akan kebijakan tersebut. Pertemuan moneter BOJ dijadwalkan pada hari Jumat pekan ini dengan perkiraan akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Hal ini diperkuat dengan komentar dari sejumlah pejabat BOJ termasuk Gubernur - Kazuo Ueda dan Wakil Gubernur - Ryozo Himino yang secara terbuka mendukung peluang kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan moneter BOJ mendatang. Dengan pertimbangan tersebut, maka pasar memperkirakan peluang BOJ menaikkan suku bunga acuan pekan ini dengan peluang mencapai 80%. Sebelum pertemuan moneter BOJ, akan ada data inflasi CPI dengan perkiraan meningkat yang mendukung langkah kenaikan suku bunga acuan di hari berikutnya.
Euro kembali terkoreksi terhadap dolar menjelang diberlakukannya kenaikan tarif impor AS setelah pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS untuk kedua kalinya. Data ekonomi berupa inflasi CPI yang dirilis Jumat lalu menunjukkan inflasi relatif stagnan 2.4% dan data Core CPI masih sama 2.7% sehingga Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan masih akan memangkas suku bunga acuan terlebih dalam pertemuan sebelumnya terjadi perdebatan di antara pejabat ECB untuk memangkas suku bunga acuan cukup sebanyak 25 bps ataukah perlu sebanyak 50 bps. Meski akhirnya memutuskan hanya memangkas 25 bps sehingga masih mempunyai ruang untuk pemangkasan selanjutnya. ECB dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pada 30 Januari mendatang. Pekan ini sejumlah data akan dirilis termasuk pidato dari Gubernur ECB - Christine Lagarde pada hari Rabu mendatang.
Poundsterling juga terkoreksi terhadap dolar seiring dengan data sektor ritel yang menurun di bulan Desember tahun lalu yang semestinya meningkat karena musim liburan natal. Retail Sales mengalami penurunan -0.3% yang jauh berlawanan dengan perkiraan meningkat +0.4% dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari +0.2% menjadi hanya +0.1%. Sebelumnya data-data ekonomi lainnya juga masih cenderung menurun lebih rendah dari perkiraan. Dengan kondisi ekonomi yang mulai menurun ini kembali membuka peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk menunda lagi kenaikan suku bunga acuan. Pekan ini akan dirilis sejumlah data penting termasuk dari sektor tenaga kerja.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



